Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Kedatangan Fatwa


__ADS_3

Siang ini Fatwa dan Celin akan mengunjungi Pak Akbar di Rumah kontrakannya.


"Bang, apa Ibu tidak pernah menemui Bapak?" tanya Celin saat mereka sedang di dalam mobil.


"Tidak, bahkan Abang tidak menginginkan mereka bertemu. Karena Abang takut Ibu akan merencanakan untuk membalas Kak Feli" jawab Fatwa lirih.


"Iya sih, apalagi Ibu masih saja dengan lelaki itu" balas Celin.


"Kapan kamu wisuda?" tanya Celin.


"1 Minggu lagi aku akan wisuda dengan Rehan. Setelah kita jengun Bapak , kita ke Rumah Kak Feli ya" jawab Fatwa


Celin mengangguk dengan antusias, ia juga sudah rindu dengan Kakak dari kekasih nya ini.


Sesampainya di Rumah Fatwa, mereka langsung saja keluar dari dalam mobil, Celin membawa beberapa Cake yang dia buat sendiri tadi.


"Loh Fatwa, Celin" ucap Pak Akbar saat keluar dari Rumah.


"Bapak mau kemana?" tanya Fatwa menyeliksik.


Pak Akbar tersenyum karena ia tahu bahwa putra nya sedang curiga pada diri nya.


"Bapak mau ke taman belakang, mau lihat lahan yang kamu beli. Kalau luas , Bapak akan menanam sayuran disana" jawab Pak Akbar lembut.


"Ayo bareng saja" ucap Fatwa semangat.


"Masuk saja dulu, kalian kan baru datang" balas Pak Akbar terkekeh.


"Tidak apa, Pak. Ayo kita ke belakang saja. Kalau Bapak bisa, nanti aku kirimkan bahan untuk membuat gazebo di belakang" ucap Fatwa.


"Bener tuh, Pak. Enak buat nongkrong" timpal Celin tersenyum.


Mereka lalu melangkah ke samping dan berjalan lurus untuk ke belakang rumah tersebut.


Fatwa menunjukan lahan yang ia beli bersama dengan Rumah yang di tempati oleh Bapak nya.


"Wah luas Pak, disana kita bisa nanem beberapa sayuran dan yang lainnya" ucap Celin.

__ADS_1


"Bener juga tuh, apalagi kita kan akan buka Restoran jadi stok sayurannya bisa terjamin. Nanti aku tanyain lagi pada yang punya lahan itu mau di jual apa enggak" ucap Fatwa tersenyum.


"Nak, kan uang kamu buat nikah. Jangan dulu beli tanah" ucap Pak Akbar.


"Tidak apa, Pak. Kami juga akan nikah dengan sederhana, tidak ada pesta mewah dan yang lainnya" balas Celin lembut.


"Lagian omset di cabang Caffe juga sudah stabil kok, Pak" timpal Fatwa.


Pak Akbar menghela nafas dan mengangguk pasrah saja. Ia juga akan membicarakan pada Fatwa bahwa Rumah yang di Desa akan ia jual buat nambah modal usaha.


Setelah puas berbincang dan makan siang bersama, Fatwa dan Celin berpamitan pada Pak Akbar. Mereka akan langsung ke Mansion Natakusuma untuk bertemu sang Kakak.


Fatwa melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia terlihat santai dan tidak terlalu terburu-buru.


Hingga 1 jam kemudian mereka sampai di kediaman Feli. Penjaga langsung membukakan gerbang saat tahu bahwa Fatwa yang bertamu.


Disana juga terlihat ada mobil sang Abang, Rizik dan istri nya Raisa.


Fatwa dan Celin langsung masuk dengan di antarkan oleh Art disana.


Rizik tersenyum dan memeluk sang Adik.


"Apa kabar nih pengusaha muda" goda Bumil cantik yang sebentar lagi akan melahirkan.


"Hehe Alhamdulilah semakin sukses, Mbak" balas Fatwa dengan bangga.


"Yaampun , Dek" keluh Feli dengan menggelengkan kepala.


"Aminin napa, Kak" decak Fatwa kesal.


Denis tersenyum kecil saat melihat bagaimana interaksi istri nya dan Adik sepupu nya itu.


"Katanya mau buka Restoran, Dek?" tanya Denis saat Fatwa dan Celin sudah duduk.


"Iya Kak, di depan Kantor Kakak kayak nya ada lahan kosong" jawab Fatwa serius.


"Bagaimana kalau di kantin Kakak juga buka, soalnya di Kantor pada mau di bikin Kantin" usul Denis.

__ADS_1


"Emang sih di kantor segede gitu gak ada kantin" ucap Rizik kesal.


"Bukannya gak mau bikin, cuma belum ada yang pegang nya" balas Denis datar.


"Boleh juga tuh, Kak. Kalau udah lancar baru aku buka di tempat lainnya" ucap Fatwa mantap.


"Emang sudah ada Chef nya?" tanya Raisa.


Fatwa langsung saja menunjuk pada Celin, memang masakan Celin sangat lezat sama seperti masakan Feli.


"Hehe resep dari Kak Feli" ucap Celin cengengesan.


"Gak perlu Celin, Kakak ada kok Adik temen Kakak yang sudah jadi Chef terkenal. Bukannya gak percaya, biar lebih mantap saja" ucap Denis santai.


"Tapi masalah nya Kak" balas Fatwa menggantung.


"Tenang saja, semua nya urusan Kakak ipar mu" ucap Rizik dengan enteng.


"Bener kata Izik, kamu tenang saja. Semua nya urusan Kakak, kamu jalankan saja dulu. Hitung-hitung hadiah kelulusan kamu" ucap Denis tersenyum.


"Makasih" balas Fatwa bahagia.


Feli tersenyum bahagia mendengar nya, ia tidak menyangka bahwa Fatwa akan sesukses seperti sekarang.


"1 Minggu lagi kamu wisuda kan?" tanya Feli.


"Iyaa, Kakak harus dateng" jawab Fatwa tegas.


"Kami akan datang kok" ucap Raisa


Fatwa mengangguk dan mereka kembali bercerita dengan ditemani banyak nya makanan ringan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2