Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Kabar Bahagia 2


__ADS_3

Pagi hari nya, Denis bangun lebih dulu dan ia menatap ke arah sang istri yang masih terlelap di dalam pelukan nya.


"Sayang" ucap Denis pelan.


Feli menggeliat dan mengerjapkan mata nya perlahan. Ia lalu membuka mata dan tersenyum pada sang, Suami.


"Aku mau ke kamar mandi dulu, ya" ucap Denis lembut.


"Hmmm, jangan lama-lama" balas Feli cepat.


"Siap Nyonya" goda Denis dengan terkekeh.


Feli mendengus dan memalingkan wajah nya yang malu. Lalu ia kembali memejamkan mata nya tetapi tidak bisa tidur kembali.


"Selamat pagi, sayang" ucap Feli mengelus perut nya yang masih rata.


Lalu Feli tersenyum dan juga terus saja mengusap perut nya.


"Sayang" panggil Denis


"Sini, Mas" ucap Feli merentangkan tangannya.


Denis patuh saja dan menghampiri istrinya, lalu ia memeluk sang istri dengan sangat hangat.


Feli mengendus wangi maskulin sang, suami. Setelah puas, ia menyuruh suami nya berpakaian.


"Mas, aku rindu sama Arya" rengek Feli.


"Sebentar lagi dia akan kesini, sayang" balas Denis lembut.


Feli menganggukan kepala dan meminta bantuan agar ia bisa duduk.


Hingga dering ponsel pun berbunyi, Feli langsung mengambil nya dan langsung tersenyum senang.


"Mommy" panggil Feli melambaikan tangannya yang masih tertancap jarum infus.


"*Yaampun, Nak. Kamu kenapa? Kenapa kamu berada di Rumah sakit? Mommy merasa sangat khawatir sejak semalam sama kamu" ucap Bu Maya dengan penuh khawatir.


"Mom, kenapa?" tanya Vivi di seberang sana.


Vivi melihat wajah Feli yang pucat dan dia ada di Rumah sakit.


"Kak, Kakak kenapa?" tanya Vivi tak kalah khawatirnya*.

__ADS_1


Feli dan Denis tersenyum, mereka kompak menggelengkan kepala nya.


"Feli tidak kenapa-napa, Mom, Vi" jawab Denis tersenyum.


"Dia hanya kelelahan biasa saja, dia sibuk kesana kemari mengurus Wisuda dan Pernikahan Fatwa" ucap nya lagi.


"Tetapi, aku punya kabar bahagia buat kalian" ucap Denis kembali.


Bu Maya dan Vivi mengetutkan dahi nya di seberang sana.


"Apa?" tanya Bu Maya


"Mommy akan mendapatkan Cucu kembali dari Mas Denis" jawab Feli tersenyum.


Bu Maya dan Vivi langsung tersenyum dengan haru, mereka ingin sekali memeluk Feli.


"Selamat sayang, tolong jaga kesehatan jangan kecapean dan biarkan urusan mansion di kerjakan oleh Art. Mommy sebentar lagi akan pulang" ucap Bu Maya penuh dengan antusias.


"Bener Mommy akan segera pulang?" tanya Feli dengan berbinar.


"Iya Kak, aku disini ada Ibu mertua ku yang menjaga jadi Mommy biar kembali dan menjaga Kakak" jawab Vivi tersenyum


"Aku akan menunggu, Mommy" ucap Feli antusias. Denis hanya diam dan membiarkan sang istri meluapkan rindu nya pada Mommy.


Hingga tak lama kemudian mereka mengakhiri panggilan tersebut dan Feli langsung saja menghambur memeluk Denis.


Ceklek.


"Bunda, Ayah" panggil Arya di ambang pintu.


Feli melepaskan pelukannya dan merentangkan tangannya pada Arya. Dengan begitu, Arya langsung berlari dan memeluknya.


"Halo, Adek" sapa Arya mengusap perut Feli.


"Iya, Kakak" balas Denis menirukan suara khas anak-anak.


Bunda dan Ayah Rizik terkekeh melihat nya. Lalu mereka mendekat ke arah Feli.


"Bagaimana keadaan kamu, Nak?" tanya Bunda lembut.


"Aku baik, Bun. Nanti sore juga sudah pulang" jawab Feli tersenyum.


"Pengantin baru tidak merengek ingin ikut kan?" tanya Denis dengan terkekeh.

__ADS_1


"Bahkan mereka belum keluar kamar" ceplos Ayah dengan tawa kecil.


"Yaampun Adikku ternyata" ucap Feli setengah tertawa.


Mereka mengerti dan ikut tertawa karena celetukan sang Bumil.


***


Sedangkan di Hotel, Fatwa dan Celin baru saja selesai melakukan rutinitas baru nya. Celin di buat lelah oleh Fatwa.


"Abang bantu pakeikan ya" ucap Fatwa lembut.


Celin mengangguk lesu, bahkan ia keluar kamar mandi pun di gendong oleh Fatwa.


"Maaf ya, sayang" lirih Fatwa memeluk Celin.


Celin tersenyum dan mengelus lembut punggung Fatwa.


"Tidak apa, Bang. Ini sudah kewajiban aku" ucap Celin lembut.


Fatwa melepaskan pelukannya dan mengecup seluruh wajah Celin.


"Abang, lapar ihh" rengek Celin.


"Sebentar lagi datang makanan nya, Abang sudah pesan tadi" balas Fatwa terkekeh.


Fatwa mendudukan Celin di pangkuannya, lalu ia mengusap lembut perut datar Celin.


"Semoga secepatnya kamu menyusul Kak Feli, pasti aku sangat bahagia" ucap Fatwa tersenyum.


"Insya Allah, Bang. Kita kan baru saja nikah, kita banyak Do'a dan usaha ya" balas Feli mengusap lembut pipi suami nya.


"Iya kita usaha tiap malam aja ya" celetuk Fatwa dengan tersenyum miring.


Celin memalingkan wajah nya karena malu, ia sama sekali masih berdebar.


"Gak usah malu, sayang. Kita sama-sama menikmati nya kok" goda Fatwa.


"Abang" kesal Celin.


Fatwa terkekeh dan memeluk tubuh Celin dengan erat. Ia sangat-sangat bahagia sekarang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2