Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Pulang


__ADS_3

Fatwa, Celin dan Bu Maya langsung masuk dan duduk di ruangan Denis.


Arya hanya mengendap dan memeluk Ayah nya dengan diam karena ia takut menganggu sang Bunda.


"Kak, bagaimana kondisi-mu?" tanya Fatwa pelan.


"Aku sudah lebih baik, Dek. Kapan kamu kesini?" tanya Denis balik.


"Tadi malam, karena aku baru tahu dan langsung saja kemari" jawab Fatwa.


"Sebaik nya kamu jaga jarak terlebih dulu bersama kami, karena Kakak takut mereka akan menargetkan kamu dan istri-mu" ucap Denis dengan serius.


"Kak, kita keluarga dan kita akan hadapi semuanya dengan sama-sama. Apalagi kita sebagai suami dan kita harus menjaga Istri kita dengan sangat baik" balas Fatwa tegas.


"Kakak hanya tidak ingin kamu kenapa-napa. Jagalah Istri dan Bapak mu karena Kakak sempat melihat Ibu-mu berkeliaran" ucap Denis dengan pelan.


Fatwa mengangguk dan kembali duduk bersama dengan Bu Maya dan Celin.


Sedangkan Arya, ia masih saja memeluk sang Ayah dengan wajah lega dan tersenyum.


"Kenapa, Nak?" tanya Denis lembut.


"Aku senang Ayah sudah bangun, jadi Bunda tidak akan sedih dan nangis" jawab Arya polos.


"Maafkan Ayah yang membuat Bunda menangis ya. Ayah tidak akan membuat Bunda-mu menangis lagi" ucap Denis.


Arya hanya mengangguk dan menatap mata sang Bunda yang akan membuka mata nya.


Lalu Arya memberitahu sang Ayah dan mereka diam menunggu Feli bangun.


"Emmmm" lenguh Feli dan mengerjapkan mata nya.


"Ehhhh" kaget nya saat melihat Adik, Anak dan Ibu Mertua nya ada disana.


"Ayo makan dulu, kamu pasti lelah kan" ucap Bu Maya tersenyum.


"Hehe Maaf ketiduran" balas Feli tersenyum malu.


"Tidak apa, Nak. Ini pakaian ganti kamu" ucap Bu Maya memberikan papperbag.


Sedangkan Fatwa hanya terkekeh saja, ia sangat tahu bahwa Kakak nya pasti sedang merasa malu.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap, mereka makan bersama dengan Feli menyuapi Anak dan Suami nya.


Sedangkan Bu Maya, Fatwa dan Celin duduk di sofa dengan tenang sambil menikmati makanan.


Hingga malam hari Fatwa dan Celin masih disana, mereka akan pulang bersama dengan Bu Maya dan Arya.


Setelah semua-Nya berpamitan, Feli dan Denis langsung saja merebahkan diri nya dan bersiap untuk tidur.


***


Setelah hampir 1 minggu di rawat. Akhir nya Denis di izinkan pulang oleh sang Dokter.


Raka menjemput Denis dan Feli sendirian, karena Bu Maya dan Arya menunggu di Rumah.


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Denis mengelus lembut perut Feli.


"Minggu depan baru CekUp lagi, Mas" jawab Feli tersenyum.


"Aku temenin, Oke" ucap Denis semangat.


Feli menganggukan kepala dan merebahkan kepala nya di dada bidang Denis.


Dengan lembut Denis mengelus kepala Feli.


Sedangkan Denis dan Feli hanya terkekeh melihat wajah Raka yang masam.


"Bagaimana kondisi Perusahaan, Ka?" tanya Denis.


"Semua nya aman, Tuan. Dan Dewi sudah kembali bekerja" jawab Raka dengan lugas.


"Apa masih ada gerak-gerik yang mencurigakan?" tanya Denis kembali.


"Tidak ada, dan untuk Samuel dia sudah di amankan" jawab Raka.


Denis mangut-mangut dan kembali diam. Dia malah asyik mengecup kepala Feli dengan sayang.


"Tidurlah dulu" ucap Denis lembut.


"Eummmm" balas Feli yang memang sudah memejamkan mata nya.


Denis terkekeh dan membiarkan Feli tidur. Ia tahu bahwa selama diri nya di Rumah sakit, Feli tidak tidur dengan teratur.

__ADS_1


Sesampai nya di Mansion, Denis tidak membangunkan Feli. Ia menggendong nya dan langsung saja membawa nya ke kamar.


"Bunda kenapa, Ayah?" tanya Arya.


"Bunda tidur sayang, kamu tunggu dulu ya" jawab Denis pelan.


Arya mengangguk dan kembali duduk bersama sang Nenek.


"Bunda kamu mungkin kelelahan, sayang" ucap Bu Maya lembut.


"Iya, Nek. Aku hanya takut Bunda sakit saja" balas Arya memeluk sang Nenek.


"Sayang banget ya sama Bunda-Nya" goda Bu Maya.


"Iya dong, Nek" balas Arya tersenyum.


Hingga mereka melihat Denis yang berjalan dengan menuruni tangga.


"Kok gak sekolah?" tanya Denis mengeryit.


"Izin Ayah, kan mau menyambut Ayah" jawab Arya menunduk.


Denis mengelus kepala Arya dengan lembut.


"Yaudah nanti kita makan siang bersama-sama, ya" ucap Denis lembut.


Arya mendongkak dan mengangguk dengan antusias. Ia lalu memeluk sang Ayah dengan erat.


"Nanti nunggu Bunda bangun tapi" ucap Denis kembali.


"Iya Ayah, sekarang ayo kita yang masak" ajak Arya dengan semangat.


"Eh emang bisa?" kaget Denis.


"Bisa nonton, hehe" kekeh Arya dengan tawa nya yang renyah.


"Aihhhhh kamu ini" ucap Denis dengan mengacak rambut Arya.


Sedangkan Bu Maya, ia hanya tersenyum senang dengan melihat kelakuan Anak serta Cucu nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2