
Zia tersenyum dan melangkah mendekati Denis. Ia berniat akan memeluknya tetapi Feli lebih dulu menghalangi dan memeluk Denis dengan posesif.
"Jaga batasan anda, Nyonya Zia" ucap Feli dengan tegas.
"Siapa dia, Denis?" tanya Zia mengabaikan ucapan Feli.
"Dia istri ku" jawab Denis dengan lantang.
"Jadi benar dia sudah menikah kembali" batin Zia
"Lalu dimana Putra ku? Apakah kau menelantarkan dia karena sudah mendapatkan istri baru" ucap Zia dengan sinis.
"Suami ku bukan kamu, dia tidak akan menelantarkan anak nya demi kepuasan dan ke egoisannya sendiri" balas Feli santai.
"Dimana putraku, Arya?" tanya Zia dengan berteriak.
"Pelankan suaramu, buat apa kau menanyakan Putra ku" bentak Denis dengan lantang.
"Dia juga Putra ku, Denis" ucap Zia pelan.
"Tepat nya Putra yang kau buang" ejek Fatwa dengan santai.
"Diam kau, siapa kau ikut campur urusan ku" teriak Zia dengan emosi.
Sedangkan Feli, ia hanya diam menatap mereka ia tidak mau membuka suara karena sangat malas.
"Kau seharus nya tahu diri, Zia. Apa kau tidak malu dengan Arya, dia sudah kau buang sejak kau memutuskan pergi dari sini dan menelantarkan kami" bentak Denis kembali.
"Maafkan aku, Mas. Saat itu aku khilaf" lirih Zia dengan air mata menetes.
"Keluar kau sekarang, Arya sedang liburan bersama Mommy" ucap Feli tegas.
Zia menatap Feli dengan tajam, ingin sekali ia menerjang wanita tersebut.
"Aku akan menunggu Arya disini" tolak Zia.
"Pergi atau akan aku suruh pengawal menyeret mu" ucap Denis dengan penuh emosi.
__ADS_1
Zia hanya diam dan langsung duduk dengan santai nya.
"Pengawal" teriak Denis
Zia langsung menciut dan menatap beberapa anak buah Denis yang masuk.
"Lemparkan wanita tak tahu malu ini keluar" titah Denis dengan dingin.
"Baik Tuan" ucap salah satu anak buah nya.
Zia langsung bangun dan akan protes, tetapi ia urungkan saat tubuh nya di seret paksa oleh pengawal Denis.
"Aku akan kembali lagi dan aku akan merebut nya kembali dari kamu wanita si***n" teriak Zia dengan lantang.
Feli hanya diam dengan memeluk tubuh Denis, ia harus mulai waspada karena ia tahu bahwa Zia akan terus mengusik nya.
"Wanita gi*a dasar" gerutu Fatwa dengan geram.
"Kak Denis harus waspada, aku yakin dia bakal terus mengusik kalian" ucap Fatwa dengan serius.
"Hemm" dehem Denis sambil menganggukan kepala nya.
Sore hari, Fatwa dan Celin memutuskan untuk pulang. Mereka akan menginap di rumah yang dulu.
Feli masih saja memikirkan masalah tadi, ia sangat gelisah dengan duduk nya.
"Sayang" panggil Denis memeluk Feli dari belakang.
"Jangan terlalu di pikirkan, percaya kan sama aku?" tanya Denis.
"Aku hanya takut dia akan melukai kalian, apalagi sama Arya" lirih Feli merebahkan kepala nya di dada bidang Denis.
"Mas akan menjaga kalian, Mas tidak akan membuat kalian terluka apapun keadaannya" ucap Denis tegas.
Feli berbalik dan memeluk tubuh suami nya dengan erat.
"Tidur ya udah malam" ucap Denis lembut.
__ADS_1
Feli mengangguk dan berdiri dari duduk nya. Ia langsung saja berjalan ke arah ranjang di ikuti oleh Denis.
"Awas saja kau, Zia. Kau sudah berani membuat Feli bersedih" batin Denis geram.
Denis langsung memeluk tubuh Feli, ia mengusap lembut perut nya yang buncit.
"Selamat istirahat anak Ayah" ucap Denis sambil mengecup perut sang istri.
*
Raka dengan berjalan gontai masuk ke mansion sang majikan. Ini tengah malam tetapi dengan tidak berperasaannya sang majikan menyuruh nya datang kesana.
"Tuan" sapa Raka.
"Kirim anak buah mu untuk menjaga Mommy dan Arya. Dan jangan lengah untuk menjaga istri ku" ucap Denis dingin.
"Dia sudah dengan berani nya datang kesini dan membuat istri ku sedih" geram nya dengan rahang mengeras.
"Baik Tuan, saya akan memperketat nya" balas Raka datar.
Lalu mereka menerima laporan bahwa suami dari Zia juga sudah mendarat di tanah air 1 jam yang lalu.
"Awasi mereka semua" ucap Denis sebelum keluar dari ruangan tersebut.
Raka hanya menunduk patuh, lalu ia juga ikut keluar dan langsung ke kamar yang sudah disediakan disana.
Raka memang punya kamar sendiri disana, karena Denis sengaja menyiapkannya agar Raka nyaman.
"Aku yang akan turun tangan sendiri jika dia dengan berani melukai keluarga anda, Tuan" gumam Raka datar.
Dia masih ingat saat Denis dan Bu Maya mengemis agar Zia tidak pergi dan meninggalkan Arya yang baru saja lahir.
Tetapi dengan tega nya Zia tetap pergi dan memberikan surat cerai pada Denis.
Saat itu, keluarga Natakusuma hancur melihat kondisi Denis yang kacau. Bahkan Denis menenggelamkan dirinya dalam bekerja, hingga ia tersadar bahwa dia punya jagoan kecil yang harus dia jaga.
.
__ADS_1
.
.