
Hari ini senyum Feli selalu mengembang, bagaimana tidak, ia sangat bahagia karena hari ini diri-nya akan ke kampus.
"Ehemmm yang lagi bahagia" ledek Raisa sambil memotong sayuran.
"Aku sangat bahagia, Mbak. Aku akan wujudkan cita-cita Ayah dan Ibu, aku akan berusaha menjadi orang sukses" ucap Feli membara.
Raisa mendekati Feli dan mengusap lembut kepala nya.
"Pesan Mbak hanya 1, tetaplah ceria , bahagia walaupun kamu terluka. Karena apa, orang lain akan menertawakan kesedihan mu jadi kamu harus kuat dan tegar" ucap Raisa lembut.
"Terimakasih Mbak, aku sudah sangat menyusahkan kalian semua, kalian sudah seperti keluarga ku sendiri. Aku beruntung bisa bersama kalian, semoga kalian bahagia selalu dan di gampangkan segala sesuatu nya" do'a tulus Feli.
"Aminnnn, ayo masak lagi" ucap Raisa dengan senyuman manis nya.
Feli mengangguk dan memulai kembali bertempur di dapur. Mereka akan sarapan bersama terlebih dulu sebelum berangkat aktifitas hari ini.
****
Fatwa dan Feli di antarkan terlebih dulu oleh Rizik dan Raisa. Rizik lebih dulu mengantarkan Feli karena hanya dia yang berbeda arah.
Saat masuk gerbang, disana sudah terlihat Arya yang sedang menangis di pelukan sang Ayah, Denis.
"Bundaaa huaaaa" panggil Arya dengan meronta ingin turun.
Feli langsung turun dan menghampiri Arya.
"Hei kenapa nangis anak ganteng" ucap Feli dengan menggendong tubuh Arya.
Arya langsung memeluk Feli dengan sisa tangis nya.
"Abang, makasih ya" ucap Feli pada Rizik.
"Yaudah Abang pergi dulu" balas Rizik. Namun sebelum pergi, ia memilih menghampiri sahabat nya dulu.
"Jika memang suka, pepet terus dan awas nanti ada yang nyalip" bisik Rizik pada Denis.
Setelah itu , Rizik langsung melajukan mobil nya hingga mereka meninggalkan kediaman Natakusuma.
Arya dan Feli sudah masuk ke dalam, dan mereka langsung ke ruang makan.
__ADS_1
Bu Maya sudah menunggu nya disana dengan menata makanan.
"Selamat pagi, Bu" sapa Feli dengan sopan.
"Pagi, ayo ikut sarapan, Nak" ajak Bu Maya.
"Lain kali saja, saya sudah sarapan di Rumah" tolak Feli dengan lembut.
"Bundaaa, suapin aku" manja Arya yang masih di pelukan Feli.
"Iyaa sebentar ya, Bunda siapin makanan buat Ayah Arya dulu" ucap Feli lembut.
Denis tersenyum tipis menerima piring makanan dari Feli, lalu mereka memulai sarapan pagi nya.
Setelah selesai, Feli pamit untuk memandikan Arya terlebih dulu. Disana tinggalah Bu Maya dan Denis.
"Sana ikut, minta di mandiin juga" olok Bu Maya dengan terkekeh.
"Kalau udah jadi istri mah , boleh aja Mom" balas Denis enteng.
"Mommy suka, segeralah" ucap Bu Maya tersenyum.
Sedangkan di kamar Arya, Feli sedang memakaikan pakaian pada Putra tampan tersebut.
"Bunda, kata Ayah hari ini Bunda akan bawa Arya jalan-jalan, ya?" tanya Arya dengan wajah menggemaskan.
"Iyaa sayang, tapi Bunda harus mendaftar terlebih dulu ke kampus, nanti baru deh kita jalan-jalan" jawab Feli tersenyum.
"Yeayyyyyyyyy, ayo cepat Bundaa aku udah gak sabar" ucap Arya dengan semangat.
Feli mencium pipi gembul Arya karena merasa gemas.
"Yaampun kamu menggemaskan sekali, Nak" ucap Feli terkekeh.
Feli langsung saja membawa Arya ke bawah, mereka sudah seperti Anak dan Bunda kandung saja.
"Sudah siap?" tanya Denis.
"Sudahh, Tuan" jawab Feli sopan.
__ADS_1
"Sayang, nanti kalau sudah selesai Ibu tunggu di Mall ya. Kita akan jalan-jalan" ucap Bu Maya semangat.
"Iyaa Bu, nanti saya kabari" balas Feli tersenyum.
"Ayo" ajak Denis lalu mengambil alih Arya.
"Loh bukannya Tuan akan bekerja" bingung Feli.
"Hari ini aku tidak ke perusahaan, aku akan mengantar kalian kemana pun" ucap Denis tersenyum.
"Biarkan saja, Nak. Apakah semua sudah kamu siapkan?" tanya Bu Maya pada Feli.
"Sudah siap, Bu. Ini surat-surat nya dan semua nya aku bawa" jawab Feli.
"Tuan, apa tidak merepotkan?" tanya Feli dengan tak enak.
"Tidak akan, sudah sana pergi" jawab Bu Maya cepat.
Feli mengangguk pasrah saja, lalu mereka bertiga pergi dengan di sopiri oleh Denis langsung.
Denis membawa Feli ke kampus yang ada tepat di depan perusahaan Natakusuma.
Disana adalah Kampus elit yang ada di Ibu Kota. Denis berpikir akan lebih baik Feli kuliah disana, agar lebih gampang mengawasi nya.
Di sepanjang jalan, Arya terus saja bercerita dengan bahagia di pangkuan Feli. Sedangkan Feli dan Denis hanya menjadi pendengar setia nya saja.
Sesampai nya disana, Feli sangat kaget bahwa mereka berhenti di Kampus ternama disana.
"Tuan apa tidak salah?" tanya Feli memastikan.
"Tidak, ayo turun. Disini juga ada beasiswa nya dan aku yakin kamu bisa" jawab Denis lembut.
Feli dan Arya langsung keluar dari dalam mobil lalu di susul oleh Denis. Mereka langsung saja menuju ke ruangan untuk mendaftar.
.
.
.
__ADS_1