Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Pesta BBq


__ADS_3

Feli, Celin dan Raisa memilih untuk ke halaman belakang saja. Mereka membiarkan para suami nya untuk berbincang bisnis.


"Kak, dimana Arya?" tanya Celin


"Dia lagi tidur dulu, mungkin sebentar lagi akan kemari" jawab Feli tersenyum.


"Mbak seneng lihat kamu bahagia, Dek. Kamu harus bisa terus begini, bahagia selalu dan selalu ceria. Biar kesedihan mu hanya diri mu dan suami mu yang tahu saja" ucap Raisa lembut.


"Aku selalu bersyukur di kelilingi orang baik, apalagi sekarang aku dapat suami yang sangat baik. Aku bahagia Mbak, sangat bahagia" balas Feli tersenyum.


Raisa mengangguk tersenyum, ia jelas melihat kebahagian itu di mata indah milik Feli.


"Bundaaaaa hiks" panggil Arya di gendongan Denis.


Feli tersenyum dan mengambil Arya ke gendongannya.


"Nangis dia nyariin kamu, Bun" ucap Denis terkekeh.


"Eh kenapa jadi nangis, em?" tanya Feli lembut.


"Aku kan tadi tidur bersama Bunda, ehh pas bangun gak ada Bunda nya terus aku cari ke kamar Ayah pun gak ada" jawab Arya memeluk Feli dengan erat.


Denis mengusap lembut kepala sang Putra.


"Aku kesana lagi ya" pamit Denis lembut.


"Iya Ayah" balas Feli tersenyum.


Sedangkan Arya, ia masih betah di pelukan sang Bunda.


"Hei anak ganteng" ucap Celin


Arya mendongkak dan tersenyum, lalu ia beralih ke arah Raisa.


"Berarti ada Om Rizik dan Fatwa dong" ucap Arya tersenyum.


"Ada, mereka sedang berbincang dengan Ayah" balas Feli


Arya langsung turun dan berlari ke dalam mansion.


"Nak jangan lari-lari" teriak Feli ngeri.


"Enggak Bundaaaa" balas Arya dengan teriakan.


Celin tertawa kecil melihat kelakuan Arya yang sangat menggemaskan itu.


"Ayo masuk, aku akan masak untuk makan malam dulu" ajak Feli.

__ADS_1


"Aku bantu ya, Kak" ucap Celin semangat.


"Oke, Bumil mau bantu apa duduk?" goda Feli.


"Dede nya minta duduk Onty" ucap Raisa manja.


Tawa mereka pecah setelah mendengar ucapan Raisa, lalu mereka berjalan masuk ke dalam mansion.


"Mau pada kemana?" tanya Rizik.


"Mau masak buat nanti malam" jawab Feli.


"Gak usah, kita akan pesta babeque" ucap Fatwa.


"Belum ada bahannya, Dek" balas Feli.


"Aku udah nyuruh Bi surti dan Mbak untuk membeli nya, sekarang kita siapkan yang lainnya saja" ucap Denis.


"Bunda ayo mandi dulu" ajak Arya memegang tangan Feli.


"Mau sama Onty gak?" tawar Celin.


Arya menatap Ayah dan Bunda bergantian, setelah mendapatkan jawaban ia pun menganggukan kepala.


"Yaudah aku mandiin Arya dulu, Kak" pamit Celin tersenyum.


Pletak.


"Halal dulu" sengit Feli menjitak kepala Fatwa.


"Ishh hanya bercanda juga, Kak" rajuk Fatwa yang ingin memeluk Feli, belum sempat di peluk Feli sudah dulu berada di pelukan sang suami.


Fatwa berdecak kesal dan berjalan mengikuti Rizik yang sedang tertawa renyah.


"Sabar" ledek Raisa dengan tawa kecil


Mereka lalu menyiapkan tempat pembakaran dan yang lainnya. Feli menggelar tikar dan mengambil beberapa minuman serta camilan.


"Bumil lapar melulu" ledek Fatwa mencomot makanan milik Raisa.


"Iya nih, padahal udah mau berojol aja. Nunggu Om nya nikah dulu" balas Raisa dengan santai.


"Tinggal nunggu 3 minggu lagi, sabar ya dede" ucap Fatwa mengelus perut besar Raisa.


Raisa tersenyum dan mengelus kepala Fatwa dengan sayang.


"Bagaimana dengan Om Akbar?" tanya Raisa

__ADS_1


"Bapak baik-baik saja, dia sudah mulai mau bertani" jawab Fatwa.


"Syukurlah, tetap pantau agar Ibu mu tidak bisa mempengaruhi nya" ucap Raisa.


"Iyaa Mbak, aku juga sedikit takut Bapak akan termakan rayuan Ibu" keluh Fatwa.


"Jika dia benar-benar sudah berubah, dia tidak akan bisa termakan omongan orang lain termasuk tante Laura" ucap Feli yang baru saja tiba.


"Hmmm iya juga" balas Raisa.


Setelah selesai menyiapkan semua nya, mereka membersihkan diri terlebih dulu.


"Mas, aku dulu ya mandi nya" ucap Feli saat mereka sudah berada di dalam kamar.


Denis tidak menjawab tetapi dengan sigap menggendong sang istri dan membawa nya ke kamar mandi.


"Massss" pekik Feli kaget.


"Hehehe kita mandi bareng ya" ucap Denis dengan senyum miring nya.


Feli mendengus kasar, ia sudah bisa menebak bahwa bukan hanya sekedar mandi saja.


Dan benar saja, baru saja masuk sudah terdengar suara aneh di dalam sana.


***


Malam pun tiba, mereka semua sudah berkumpul di halaman belakang, bahkan Arya sudah siap dengan memegang sosis dan bakso yang akan ia bakar bersama sang Ayah.


"Fat, bawa semua nya kita bakar sekarang" ucap Denis.


"Siappp Akak" balas Fatwa.


Sedangkan perempuan menyiapkan sambal dan yang lainnya.


Mereka menikmati suasana malam dengan penuh canda dan tawa. Apalagi melihat Rizik yang selalu menggoda sang Adik, Fatwa.


Setelah selesai dengan bakar membakar, para lelaki langsung saja menghidangkannya dan memberikan pada perempuan.


"Ayo makan" ajak Denis.


Lalu mereka memulai memakannya, tak lupa juga Feli memberikan pada penjaga dan pelayan di mansion tersebut.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2