Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Belanja


__ADS_3

Sejak malam itu, Feli berubah sangat manja pada Denis. Bahkan ia tidak akan tidur jika tidak berada dalam pelukan Denis.


Seperti pagi ini, Feli bergelayut manja di lengan sang, suami.


"Selamat pagi, sayang" sapa Feli pada Arya yang sudah siap dengan seragam nya.


"Pagi juga, Bunda" balas Arya memeluk Feli sebentar.


Setelah itu Arya memeluk sang Ayah dan kembali duduk di kursi nya.


Feli menyiapkan makanan untuk Denis dan juga Arya. Bahkan ia mengambil banyak makanan di piring Denis.


"Loh kok banyak banget, Bun" protes Denis.


"Berdua ya sama aku makannya" ucap Feli tersenyum malu.


Arya hanya cekikikan dan kembali fokus makan. Sedangkan Denis, ia mengangguk dan menyuruh sang istri duduk.


Mereka sarapan pagi dengan sangat tenang, bahkan Denis menyuapi Feli.


"Oh iya, nanti pulang sekolah Ayah yang jemput dan kita akan ke butiq untuk membeli baju buat besok acara pernikahan Om Fatwa" ucap Denis saat sudah selesai sarapan.


"Ayah, aku dan Bunda kan akan ke rumah Amora dulu" protes Arya.


"Iya maksud Ayah pulang dari Rumah Amora" balas Denis tersenyum.


"Yaudah biar nanti aku telpon Mas jika sudah akan pulang" ucap Feli lembut.


Denis mengangguk lalu ia membuka pintu mobil untuk Feli dan Arya.


"Mas, apa semuanya sudah siap buat besok?" tanya Feli.


"Sudah sayang, bahkan Raka yang mengawasi nya langsung di Hotel" jawab Denis lembut.


"Terimakasih ya, Mas" ucap Feli mengecup pipi Denis sebentar.


"Nanti malam ya" bisik Denis dengan sensual.


Feli hanya terkekeh dan mengangguk malu. Mereka kembali berbincang dan kadang mendengarkan celotehan Arya.


Sesampai nya di sekolah, Arya dan Feli turun namun sebelum turun mereka menyalami Denis terlebih dulu.

__ADS_1


Setelah mobil Denis pergi Arya dan Feli langsung masuk ke dalam halaman sekolah.


Feli duduk bersama dengan suster nya Amora, memang sejak masuk sekolah pun Feli selalu berdua dengan Bunda nya Amora.


"Bunda Arya, yang tadi itu suami nya?" tanya Ibu yang disana.


"Iyaa Bu" jawab Feli tersenyum.


"Bukankah itu Tuan Muda Natakusuma ya" ucapnya dengan kepo.


"Kamu pasti lihat harta nya ya, dia itu kan duda dan pembisnis yang sangat kejam" ucap nya.


Feli hanya tersenyum tanpa mau menjawab nya, ia sangat malas dengan omongan yang tidak tahu kebenarannya itu.


"Kalau Nyonya Feli ingin harta nya , buat apa dia susah-susah nganterin yang bukan anak nya" cetus suster Amora.


"Ck, diam kamu suster" ketus Ibu tersebut.


Feli menggelengkan kepala saat sang suster ingin melawannya.


Hingga jam pelajaran terakhir, Feli serta Arya dan Amora serta suster nya pun pergi dari sana. Mereka berhenti dulu di sebuah toko yang lumayan besar.


Arya memilih mainan dan banyak lagi hadiah untuk Adiknya Amora.


"Nyonya, ada Nyonya Feli" ucap suster Amora pada majikannya.


"Hai, Fel" sapa Bunda Amora.


"Hai, Mia. Wah selamat ya anak nya tampan sekali" ucap Feli berbinar.


Sedangkan Arya langsung mendekat dan meminta di gendong oleh Feli.


"Wah Arya bawa apa tuh" goda Mia.


"Ini hadiah untuk Adik nya Amora, tante" jawab Arya malu.


Mia terkekeh dan menyuruh Amora membawa Arya main di bawah.


Feli menggendong anak Mia dengan sangat hati-hati.


"Udah pengen ya" goda Mia.

__ADS_1


"Hehe iya, tapi belum di percaya juga" jawab Feli terkekeh.


"Berusaha tiap malam lagi, dong" ceplos Mia dengan tawa renyah.


"Uhh udah tapi belum berhasil" balas Feli tertawa geli.


Mereka terus saja bercerita dengan seru, hingga Arya masuk memberitahu bahwa sang Ayah sudah datang.


"Aku pulang dulu ya, Mi. Jika berkenan besok hadir ya ke acara pernikahan Adikku" pamit Feli.


"Siap" balas Mia.


Lalu Feli dan Arya langsung saja keluar setelah berpamitan, mereka langsung masuk ke dalam mobil sang Ayah.


"Lets go, Ayah" semangat Arya.


Denis tersenyum lalu melajukan mobil nya ke arah Butiq langganan mereka. Sedangkan Feli, ia hanya tersenyum saja.


Setelah selesai dengan membeli baju, mereka langsung saja ke Mall yang tak jauh dari sana.


Feli merengek ingin belanja di Mall, bahkan Arya pun ikutan merengek seperti sang Bunda.


"Ayoo Bunda" ajak Arya semangat.


"Ayo Ayah cepat" ucap Feli kesal.


Denis terkekeh dan langsung mengangguk, mereka langsung saja menuju ke arah pakaian cowo anak dan dewasa.


Feli membeli beberapa pakaian untuk Denis dan Arya, bahkan Denis hanya mengangguk saja saat di suruh Feli untuk mencoba nya.


Setelah selesai dengan baju anak dan suami nya, Feli langsung membeli pakaian untuk nya. Dengan semangat Denis memilih beberapa lingeria yang sangat menggoda untuk Feli.


"Hehe nanti pakai ya, sayang" bisik Denis sambil memasukan beberapa lingeria ke ranjang sang istri.


Feli mengangguk pasrah, lalu ia membawa belanjaannya untuk di bayar.


Setelah puas, mereka langsung makan siang sebelum memutuskan untuk pulang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2