
Arya tidak lepas dari Feli, bahkan Feli ke dapur pun ia akan ikut serta mengekor.
"Mom, jadi ikut ke Negara J dengan Vivi?" tanya Feli sambil memeluk Arya.
"Jadi, Nak. Nanti siang Mommy dan Vivi akan berangkat" jawab Bu Maya.
"Kenapa tidak agak lama saja disini, Vi. Kita baru saja bertemu beberapa kali" ucap Feli sendu.
"Maaf ya, Kak. Disana suami ku sendirian , ingin nya sih lama ya tapi gimana lagi" balas Vivi terkekeh.
"Nanti Kakak kesana saja dengan Mas Denis dan Arya" ucap Vivi kembali.
"Iya nanti jika kamu lahiran ya" balas Denis tersenyum.
Vivi mengangguk dan mereka kembali berbincang sebelum sang Mommy dan Adik nya pergi.
Sebenar nya Feli sedih karena harus berpisah dengan Ibu mertua nya , tetapi ia tidak bisa melarang nya karena Vivi juga membutuhkan sang Mommy.
Feli memutuskan untuk memasak makan siang, sedangkan Bi Surti di suruh membantu Vivi dan Mommy bersiap.
Meskipun sedikit nyeri di area sensitif nya, Feli tidak mengeluh bahkan ia merasa senang karena akan memasak.
Feli di bantu oleh Art lainnya untuk memasak, Feli terlihat sangat lincah dan cekatan dalam hal memasak.
Arya dan Denis masuk ke dapur, karena Arya ingin reques makananya pada sang Bunda.
"Bunda" panggil Arya.
Feli balik badan dan tersenyum pada pangeran tampannya.
"Kenapa sayang?" tanya Feli.
"Aku ingin makan udang goreng tepung dan sayur sop" jawab Arya tersenyum.
"Oke, kalau Ayah mau apa?" tanya Feli pada Denis.
"Samakan saja dengan Arya" jawab Denis tersenyum lembut.
"Siap, kalian duduk saja dulu di ruang keluarga nanti Bunda panggil" ucap Feli
Denis dan Arya mengangguk lalu pergi dari sana. Sedangkan Feli menyuruh Art untuk menata makanan yang sudah siap, lalu Feli menyiapkan lagi bahan untuk memasak pesanan Anak dan Suami nya.
"Wah Nyonya harum sekali" ucap Bi surti yang baru saja masuk ke dapur.
__ADS_1
"Biasa saja, Bi" balas Feli terkekeh.
"Bibi buatkan minumannya saja ya" ucap Bi surti
Feli mengangguk dan menata beberapa masakan yang sudah siap.
"Mbak tolong panggil Mommy dan yang lainnya ya" ucap Feli ramah.
"Baik Nyonya" balas Mbak sopan.
Feli lalu mengambil lagi makanan yang ada di dapur, ia memasak banyak menu karena ini perdana Vivi ikut makan masakannya.
"Menggiurkan sekali" ucap Vivi tersenyum.
"Ayo makan, Mom mau di buatkan bekal tidak?" tanya Feli.
"Salad Buah saja, Nak" jawab Bu Maya.
Feli menyuruh Bi Surti menyiapkan bahannya dan ia akan ikut makan siang dulu.
Denis dan Arya sudah duduk dengan rapih, lalu Feli memberikan piring yang sudah di isi nasi dan makanan.
"Wahhh ini pasti lezat" ucap Arya dengan bahagia.
Di ruang makan hanya dentingan sendok saja yang terdengar, sedangkan para manusia nya sedang menikmati masakan yang sangat lezat tersebut.
Feli memyudahi makannya dan membuatkan salad untuk bekal sang mertua. Bi surti membantu Nyonya nya dengan semangat.
"Bi, ini sisa makanan buat para pekerja saja ya" ucap Feli yang sudah izin pada Bu Maya dan Denis.
"Benarkah Nyonya?" tanya Bi Surti kaget.
"Iyaa Bi, kalian makan saja sayang masih banyak" jawab Denis
Bi Surti mengangguk dan memanggil Art lainnya untuk memindahkan makanan tersebut.
Sedangkan sang majikan sudah siap untuk berangkat. Denis mengantarkan Mommy dan Vivi ke Bandara.
"Jangan nakal ya, Nak. Dan jangan buat Bunda kesusahan" ucap Bu Maya pada Arya.
"Iya Oma, aku akan jadi anak baik dan pintar" balas Arya yakin.
Bu Maya memeluk Arya dan mencium nya dengan gemas.
__ADS_1
Hingga tak lama kemudian mereka sampai di Bandara. Asisten Raka sudah menunggu disana dengan tenang.
"Sudah siap?" tanya Denis.
"Sudah Tuan, biar anak buah yang menyusun bawaan Nyonya besar" jawab Raka
Denis lalu menyuruh anak buah nya mengambil semua barang Vivi dan Mommy nya.
Mommy memeluk Denis dan Arya bergantian, lalu ia beralih pada Feli yang sudah berkaca-kaca.
"Jangan nangis, Mommy akan mengunjungi kalian sesekali" ucap Bu Maya lembut.
"Feli tunggu, Mom. Hati-hati ya, kalau sudah sampai langsung kabarin" balas Feli
"Iyaa sayang" ucap Bu Maya.
Lalu Vivi memeluk keluarga kecil bergantian, setelah itu Vivi dan Bu Maya langsung masuk ke dalam pesawat.
Denis, Arya dan Feli langsungbkeluar dari Bandara setelah melihat pesawat nya melesat pergi.
Sedangkan Raka, ia akan kembali ke Perusahaan Natakusuma karena ia yang menghandle semua nya.
"Mau kemana dulu?" tanya Denis.
"Boleh langsung pulang? Aku lelah, Mas" jawab Feli
"Gapapa kan sayang?" tanya Denis pada Arya.
"Gapapa Ayah, aku juga ingin sekali tidur" jawab Arya yang memang sudah mengantuk.
Denis mengangguk dan melajukan mobil nya ke arah mansion. Mereka akan istirahat karena sebelum pulang dari Hotel, Denis menghajar sang Istri sampai puas.
"Maaf ya udah buat lelah" ucap Denis pada Feli.
Feli menggeleng tersenyum lembut.
"Tidak apa, Mas. Sudah kewajiban ku kok" balas Feli.
Denis mengusap lembut pipi Feli dan tersenyum. Denis merasa bersyukur karena Feli selalu saja peka akan dirinya.
.
.
__ADS_1
.