Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Tertangkap nya Samuel.


__ADS_3

Feli duduk dengan gelisah bahkan air mata nya tidak mau berhenti keluar sejak tadi. Ia sangat cemas karena Dokter belum juga keluar.


"Mom, kenapa Dokter lama sekali" ucap Feli dengan air mata yang menetes.


"Sabar ya, sayang. Semua nya akan baik-baik saja" balas Bu Maya dengan mengelus lembut pundak menantu nya.


Sedangkan Boy dan Raka sedang menangkap orang yang mengakibatkan Denis celaka.


Feli dan Bu Maya di jaga oleh anak buah yang lainnya.


"Mas, bertahanlah. Aku yakin kamu kuat" batin Feli dengan menunduk.


Ceklek.


Dokter keluar dengan melepas masker yang ia pakai. Lalu ia menghampiri dua wanita yang sudah sedari tadi menangis.


"Dok, bagaimana keadaan suami saya?" tanya Feli dengan tak sabar.


"Nyonya sabar dulu dan ingat anda sedang mengandung. Tuan muda baik-baik saja, hanya terdapat luka yang tidak terlalu serius di bagian tertentu. Untung saja mobil yang Tuan tumpangi tidak sampai berbalik" jelas sang Dokter dengan rinci.


"Silahkan kalian ke ruang VVIP, karena Tuan muda akan di pindahkan kesana. Dan ingat Nyonya, keadaan anda harus di periksa ya" ucap Dokter kembali.


"Nanti saja di ruangan suami saya" balas Feli dengan cepat.


Lalu Feli pergi dengan di antar oleh seorang perawat. Sedangkan Bu Maya ia berpamitan dan berterimakasih terlebih dulu.


Setelah itu, Bu Maya juga mengikuti Feli ke ruangan Denis.


"Nak, jangan lari-lari" tegur Bu Maya.


Feli mengangguk dan berjalan santai, ia mengelus lembut perut.

__ADS_1


*


Sesampai nya di ruangan Denis, Feli langsung mendekati ranjang Denis. Ia menitikan air mata nya kembali karena merasa sangat sedih melihat sang Suami yang tidak berdaya.


"Mas, bangun" lirih Feli mengusap lembut lengan Denis.


"Aku tahu kamu kuat, jadi sekarang aku mohon bertahan dan cepat bangun" lirih nya kembali dengan mencium tangan Denis.


Bu Maya mengelus kepala Feli lembut, ia mencoba menenangkan sang menantu yang terlihat sangat rapuh.


"Sabar sayang, Suami kamu pasti bangun kok" ucap Bu Maya.


"Iyaa Mom" balas Feli lirih.


***


Berbeda dengan Samuel, saat ini dia sedang marah besar karena anak buah nya gagal membuat Denis mat*.


"Dan apalagi sekarang teman kalian tertangkap oleh Anak buah nya, Denis" bentak nya kembali.


"Pergilah kalian dan bersembunyi lah, jangan menampakan diri sampai keadaan benar-benar aman" ucap Samuel.


"Ba baik Tuan" balas anak buah nya dengan sedikit takut.


Samuel lalu berlalu masuk ke dalam kamar nya, ia sangat marah dan kesal karena anak buah nya yang gagal membuat Denis celaka berat atau mat*.


"Sial, padahal itu kesempatan bagus. Dasar bodo*" umpat Samuel kembali.


"Rencana ku gagal semua, bagi Denis uang segitu tidak apa-apa nya. Dan bahkan saat ini dia sudah tahu bahwa Winda aku peralat" gumam nya lagi.


"Dan sekarang pun pasti Raka sudah tahu bahwa aku yang mencoba mencelakai, Tuan nya. Sekarang aku harus bersembunyi agar aman" ucap Samuel dengan yakin.

__ADS_1


Lalu ia memilih untuk bersembunyi dari semua orang termasuk sang istri, Zia. Dia akan menyusun kembali rencana nya.


"Aku akan kembali lagi, Denis" ucap nya dengan penuh emosi.


Samuel pergi dengan penyamaran yang sangat rapih. Bahkan dia tidak terlihat tegang sama sekali, ia melewati beberapa orang dengan santai.


Tetapi tidak dengan mata elang Raka dan Boy. Mereka melihat dan bahkan menyadari nya, tetapi mereka memilih untuk mengikuti nya dari pada harus menangkap nya sekarang.


Saat Samuel akan masuk ke dalam mobil nya, ia di lumpuhkan seketika oleh Boy. Lalu Boy menyuruh rekan nya membawa Samuel ke tempat mereka.


"Dia kira dia bisa lolos" geram Raka dengan mengepalkan tangannya.


Raka dan Boy langsung masuk dan mengikuti mobil yang membawa Samuel. Mereka akan memberikan pelajaran pada Samuel karena telah berani mengusik Tuannya.


"Tuan, apa kita akan memgasingkan Pria tadi?" tanya Boy.


"Tidak akan, dia akan menjadi tawanan kita. Dia tidak akan pernah berubah karena sejak dulu dia sangat dendam sama Tuan muda. Padahal Nyonya Zia sudah memilih diri nya" jawab Raka dengan tegas.


Boy menganggukan kepala dan fokus kembali menyetir. Ia sudah sangat gatal ingin memberi pelajaran pada Samuel.


Sesampai nya di markas, Raka dan Boy langsung turun dan mengikuti anak buah nya.


"Letakan dia di belakang" ucap Raka


"Baik Tuan" balas anak buah nya.


Lalu mereka membawa tubuh Samuel ke ruangan belakang, dimana ruangan tersebut sangat mengerikan dan sangat gelap. Mereka menyebut nya dengan kamar Ne*aka.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2