
Setelah selesai bermain dan belanja, Denis membawa Feli dan Arya ke danau yang ada disana.
"Indah sekali" gumam Feli dengan wajah takjub nya.
"Ayo kita duduk disana" ajak Denis dengan menggendong Arya.
Feli mengangguk dan berjalan berdampingan dengan Denis.
Mereka duduk di kursi pinggir danau, suasana sore hari sangat menyejukan disana.
***
Saat ini, Fatwa dan Celin sedang memakan cemilan di balkon kamar.
"Bang, kapan kita pulang?" tanya Celin.
"Nanti malam, kenapa?" tanya Fatwa balik.
"Gapapa sih" jawab Celin cengengesan.
Celin menatap Fatwa yang sedang menatap lurus ke depan dengan bengong.
"Bang" panggil Celin lembut.
Fatwa menengok dan tersenyum lembut.
"Apa ada sesuatu yang mengganggu?" tanya Celin tersenyum.
"Aku merindukan mereka, Dek" jawab Fatwa sendu.
"Tetapi , Ibu sudah sangat berubah total. Bahkan dia sampai dengan tega nya menceraikan Bapak demi ambisi nya" ucap Fatwa kembali.
Lalu Fatwa mengeluarkan semua keluh kesah nya pada Celin, tak terasa bahkan air mata nya sudah menetes karena saking kecewa, sakit dan rindu bercampur jadi satu.
Celin hanya mendengarkan dengan seksama tanpa menyela. Bahkan saat ini Fatwa sudah memeluk nya dengan erat.
"Sabar dan tenang lah, semua akan baik-baik saja. Jika Kak Feli sudah sembuh dan nikah, kita ajak Bapak saja kesini" usul Celin lembut.
"Kamu yakin?" tanya Fatwa.
__ADS_1
Celin mengangguk dengan tersenyum lembut, lalu tangannya mengusap lembut pipi Fatwa.
"Aku tidak akan marah, ataupun merasa jijik dengan status Bapak mu atau masalalu nya. Yang terpenting, saat ini kita harus membawa nya ke jalan yang baik dan benar" ucap Celin dengan lembut.
"Terimakasih" balas Fatwa memeluk Celin kembali.
"Sudah banyak kesedihan yang kau hadapi, Bang. Semoga saja habis ini kau akan bagagia" batin Celin tersenyum.
Fatwa merasa beruntung memiliki Celin, ia merasa bahwa Celin wanita tepat untuk menjadi pendamping nya.
"Ayo bersiap, sebentar lagi malam" ucap Celin.
"Ck, nanti saja kalau sudah halal sayang. Jangan sekarang" goda Fatwa dengan tersenyum.
"Ihhh apaan, siap-siap untuk pulang Abang" kesal Celin lalu menabok pelan pantat Fatwa.
"Ehh kirain ngajak siap-siap apaan" goda nya lagi.
"Ihhhh mesum" dengus Celin
Fatwa tertawa pelan lalu bangun dari tidurannya, mereka lalu masuk dan menyiapkan semua nya untuk nanti pulang.
***
"Aku mandiin dulu Arya ya, Mas" ucap Feli.
"Bunda, aku mandi sendiri saja aku sudah besar" kesal Arya karena Feli selalu menganggap nya anak kecil.
"Baiklah sayang, tapi jangan lama-lama" ucap Feli dengan tegas.
"Tidak akan, karena dia akan mandi denganku" ucap Denis tersenyum.
"Hmmm, kalau begitu aku siapkan semua nya saja dulu ya" balas Feli
Denis mengangguk dan mengajak sang Putra langsung ke kamar mandi.
Sedangkan Feli, ia membereskan semua barang nya agar di bawa langsung oleh anak buah Denis.
Setelah selesai, ia langsung memberikan koper nya pada anak buah Denis yang sudah menunggu di luar.
__ADS_1
Lalu Feli menyiapkan pakaian untuk Arya dan Denis, baru setelah itu ia merebahkan dulu tubuh nya sambil menunggu Anak dan Ayah.
🍄
Malam hari nya, mereka semua sudah kumpul di loby Hotel. Dan tak lama kemudian datanglah beberapa mobil jemputan yang akan mengantarkannya ke Bandara.
Perlahan tapi pasti mobil melaju dengan kecepatan sedang. Mereka tidak ingin terlalu cepat karena masih ada waktu untuk menikmati perjalanan.
"See you Paris" ucap Feli dengan tersenyum.
"Nanti kita kesini lagi jika kamu ingin" ucap Denis lembut.
"Aku tunggu" balas Feli terkekeh.
Mereka menikmati nya dengan bercanda dan mengobrol. Hingga tak terasa mobil yang meraka tumpangi sudah sampai di Bandara.
Feli dan yang lainnya langsung turun dan melangkah masuk ke Bandara. Disana sudah ada Jet Pribadi Natakusuma yang menunggu.
Lalu mereka masuk dan duduk di tempat yang sudah di sediakan. Feli dan Denis duduk di tempat biasa dengan Arya yang di tengah-tengah mereka.
"Ahhhh lelah sekali" gumam Feli menyenderkan kepala nya pada sandaran.
"Tidurlah , karena perjalanan masih panjang" ucap Denis lembut.
Feli mengangguk dan memejamkan mata nya dengan memeluk tubuh Arya.
Hampir semua nya tertidur karena memang sangat mengantuk. Denis menatap wajah Feli dan Arya yang sedang terlelap dengan pulas nya.
Lalu Denis mengusap lembut kepala Feli dan Arya bergantian.
"Kalian adalah sumber segala nya bagiku, bahagia lah selalu" gumam Denis dengan lirih.
Denis lalu mengecup kening Feli dengan lembut dan berlalu ke Arya.
Lalu ia juga ikut memejamkan mata nya karena merasa sangat ngantuk.
.
.
__ADS_1
.