Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Melahirkan


__ADS_3

1 Bulan telah berlalu, usia kandungan Feli menginjak bulan kelahirannya. Feli dan Denis sangat menantikan moment tersebut.


Kehidupan Feli dan rumah tangga nya sudah baik, bahagia dan adem. Semuanya sudah berlalu dengan seiring nya waktu.


Setelah badai dan hujan yang menerpa nya, kini hanya tinggal ada angin kebahagian di kehidupannya.


"Mas, ayo sarapan" pqnggil Feli


"Sebentar sayang" balas Denis lembut.


Feli hanya mengangguk dan pergi ke kamar sang Putra, ia akan melihat apa Putra nya sudah bangun apa belum.


"Bundaaaa" panggil Arya dengan ceria.


"Wah udah ganteng saja nih, ayo kita makan dulu" qjak Feli mengusap lembut pipi Arya


Arya hanya mengangguk saja dan mereka pergi ke ruang makan. Disana sudah ada Denis dan Bu Maya yang menunggu.


Lalu mereka langsung saja melakukan sarapan, Denis hari ini ada meeting penting jadi ia buru-buru sekali.


"Mas pergi dulu, ya. Jangan lupa kalau ada apa-apa telepon, Mas" ucap Denis tegas.


"Iyaa sayang, hati-hati" balas Feli mengecup pipi Denis lembut.


Setelah mengantarkan Denis, Feli kembali masuk dan bergabung bersama dengan mertua dan Putra nya.


"Bun, hari ini aku di antarkan oleh Nenek saja ya. Bunda istirahat saja" ucap Arya


"Baiklah, maafkan Bunda ya gak bisa nganterin" balas Feli sendu.


Arya langsung saja menghampiri Feli dan mengecup perut sang Bunda.


"Gapapa Bunda, aku ngerti kok" ucap Arya dengan gaya dewasa nya.


"Yaudah sana berangkat, keburu siang nanti" ucap Feli

__ADS_1


Arya menganggukan kepala dan memegang tangan sang Nenek. Feli mengantarkannya ke depan, setelah itu ia kembali masuk ke dalam mansion.


Feli duduk di ruang tamu, sebenarnya ia merasa bosan tetapi tak ada yang bisa ia lakukan di hamil tua nya


Lalu ia memilih membuka ponsel dan membaca novel online kesukaannya.


***


Sedangkan Denis dan Raka, saat ini mereka sedang rapat dengan semua dewan di reksi di perusahaan. Denis terlihat sangat berwibawa dan sangat tampan, hanya saja wajah dingin dan datar nya tetap mendominasi.


Hampir semua karyawan di ruangan sana menahan agar tidak bergetar, karena mereka sangat yakin jika ada masalah yang serius kalau Tuan nya sudah rapat dadakan seperti ini.


"Dengarkan, mungkin dalam 1 bulan kedepan Perusahaan ini akan di kendalikan oleh Raka dan Dewi. Karena saya akan fokus pada Istri saya yang akan melahirkan. Dan karena itulah saya mengumpulkan dan meminta laporan pada kalian" ucap Denis datar.


"Saya harap kalian bisa lebih meningkatkan lagi agar lebih bagus" lanjut Denis kembali.


Lalu Denis berpamitan dan menyerahkan kepada Raka. Entah kenapa ia sudah sangat ingin pulang.


"Rapat kali ini saya cukupkan sekian dan terimakasih. Saya harap kalian masih bisa baik dan lebih baik lagi" ucap Dewi menyudahi Rapat nya.


Sedangkan Denis, ia sudah dalam perjalan menuju ke mansionnya.


**


Di mansion, tiba-tiba saja perut Feli terasa sakit. Bahkan ia sudah menhannya tetapi semakin kesini semakin terasa.


"Mbak, Bibik" panggil Feli dengan sisa tenaga.


Bik Surti yang kebetulan akan ke kamar sang Nyonya ia mendengar bahwa Feli memanggilnya


"Nyonya anda kenapa?" tanya Bik Surti panik.


"Perut aku sakit, Bik. Tolong telpon Mas Denis" jawab Feli meringis.


Bibik langsung mengangguk dan pergi dari sana, ia akan memanggil Mbak terlebih dulu.

__ADS_1


"Ya Allah, sakit sekali. Apa aku akan melahirkan sekarang" gumam Feli dengan mengelus lembut perut nya.


"Uhhhh" lenguh Feli dengan memegang erat seprei yang ada disana.


Hingga tak lama kemudian pintu di buka dengan kencang dan munculah sang Suami.


"Mass" lirih Feli.


"Kamu tenang ya, sayang. Kita akan ke Rumah sakit sekarang" ucap Denis dengan lembut.


Lalu Mbak membawa peralatan yang sudah siap sejak 1 minggu yang lalu. Denis dan Feli di antar oleh Mbak. Sedangkan Bik Surti, ia di suruh nunggu Mommy dan Arya.


"Tarik nafas lalu buang perlahan" ucap Denis lembut


Feli mengikuti saran dari Denis, meski sedikit mengurangi tetapi tetap saja terasa sangat sakit.


"Pegang tangan ku, sayang. Sabar ya, sebentar lagi kita sampai' ucap Denis mengusap lembut perut Feli


Denis berusaha tenang dan tidak panik, meski hati dan perasaannya sangat panik, khawatir dan kasihan melihat Feli.


"Ssssttt" ringis Feli dengan memegang erat tangan Denis


"Apa masih jauh, Mbak?" tanya Denis dengan gelisah


"Sebentar lagi, Tuan" jawan Mbak sedikit khawatir


Hingga tibalah mobil Denis di rumah sakit keluarga nya. Dokter dan Perawat yang selalu mendampingi Feli pun sudah berada di luar, karena Denis sudah sempat memberitahu nya


Setelah Feli di pindahkan ke brangkar, mereka langsung saja menuju ke ruang bersalin.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2