
3 hari lagi acara Wisuda Fatwa, dan 1 minggu lagi adalah pernikahannya dengan Celin.
Feli kesana kemari mengurus semua nya bersama Bunda Sonia. Bu Maya tidak bisa pulang karena Vivi yang sudah melahirkan.
Pak Akbar, Budhe dan Pakdhe turut serta membantu Feli. Denis sangat posesif karena Feli kadang melukan makan jika sedang sibuk.
"Sayang, makan dulu" ucap Denis
Feli cengengesan dan duduk bersama Denis, mereka lalu makan siang bersama.
"Apa Arya tidak rewel dengan, Rizik?" tanya Denis.
"Tidak, Mas. Malah dia anteng kata Mbak Raisa" jawab Feli tersenyum.
Denis mengangguk dan kembali makan, setelah selesai mereka langsung saja bersiap untuk ke Rumah Fatwa.
"Sudah semua nya, sayang?" tanya Denis.
"Sudah Mas, kebutuhan Arya juga sudah siap" jawab Feli.
"Yasudah ayo" ajak Denis.
Feli langsung masuk ke dalam mobil, Denis melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Selama perjalan Feli malah tidur karena merasa lelah.
"Gak biasa nya tidur di mobil" gumam Denis mengusap lembut kepala Feli.
***
Sesampai nya di depan rumah Fatwa, Feli masih saja belum bangun.
"Sayang, bangun" ucap Denis lembut.
"Eunghhh" lenguh Feli tanpa membuka mata nya.
"Hei bangun udah sampai" ucap Denis kembali.
Feli mengerjapkan mata nya dan membuka perlahan. Ia melihat kesekelilingnya dan tersenyum pada Denis.
"Kamu sakit?" tanya Denis khawatir.
__ADS_1
"Enggak, Mas. Hanya lelah saja" jawab Feli tersenyum.
Denis lalu turun dan membukakan pintu untuk sang istri. Ia lalu menyuruh Rehan menurunkan semua barangnya yang di mobil.
"Kenapa, Fel?" tanya Raisa
"Aku ngantuk, Mbak" jawab Feli lesu.
"Yaudah sana tidur dulu sama Arya, dia juga lagi tidur di kamar kamu" ucap Raisa lembut.
Feli mengangguk dan berjalan bersana Denis ke arah kamar yang di tunjuk oleh Raisa.
Setelah mengantarkan Feli, Denis lalu keluar lagi dan mengambil barang-barang nya untuk di masukin ke kamar.
"Mana Kak Feli?" tanya Fatwa.
"Lagi tidur, kayak nya kelelahan" jawab Denis
Fatwa mengangguk dan kembali membantu sang Kakak membawa barang-barang nya.
Setelah selesai, Denis dan Fatwa menghampiri Rizik yang sedang duduk santai di ruang tamu.
"Bagaimana semua nya sudah selesai?" tanya Denis.
"Setelah itu kamu langsung buka Restoran kan?" tanya Rizik.
"Iya, Bang. Aku sama Celin akan fokus di Restoran terus Azri sama Monica di Caffe yang ada di Kota mereka, sedangkan Caffe pusat akan di pegang sama Rehan dan Tari" jawab Fatwa kembali.
"Apa mereka juga sama akan menikah?" tanya Denis.
"Iyaa , mereka akan melangsungkan pernikahan seminggu setelah aku dan Azri akan menikah satu minggu setelah Rehan" jawab Fatwa kembali.
Denis dan Rizik menjelaskan beberapa tentang Restoran, rumah tangga dan yang lainnya. Mereka terus saja bercerita dengan sangat dekat bahkan bisa di bilang seperti Kakak dan Adik kandung.
🍄
Sedangkan para Orangtua, mereka sedang istirahat siang setelah makan siang tadi.
Setelah selesai berbincang, Denis langsung saja masuk ke kamar nya dan melihat istri serta anak nya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Denis saat melihat Feli yang sedang duduk bersandar di ranjang.
__ADS_1
"Gak papa, Mas. Aku hanya ingin tidur tapi di peluk kamu" jawab Feli dengan malu.
Denis terkekeh dan mendekat ke arah Feli. Dengan senang hati ia memeluk tubuh sang Istri dan merebahkannya di samping Putra nya, Arya.
"Tidurlah" ucap Denis lembut.
Feli menyulusupkan wajah nya di dada bidang sang Suami, hingga tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari mulut istri nya.
Denis mengusap lembut punggung Feli. Ia melihat wajah istri nya yang sangat lelap tidur nya.
"Kenapa akhir-akhir ini kamu manja sekali, sayang" gumam Denis terkekeh.
Lalu Denis mengecup kening Feli dan ikut memejamkan mata nya.
Sore hari nya, semua sudah berkumpul di ruang keluarga, hanya keluarga kecil Feli saja yang belum keluar kamar.
"Buat acara besok wisuda sudah kan?" tanya Bunda Sonia.
"Sudah semua nya, tinggal membeli makanan untuk malam nya saja bakar-bakar" jawab Budhe
"Kita akan langsung ke mansion Denis kan?" tanya Rizik.
"Iyaa, Kak Denis ingin kita disana bakar-bakar nya" jawab Fatwa.
"Apa tidak akan merepotkan" ucap Budhe.
"Tidak kok, Budhe. Biar lebih leluasa dan luas saja" balas Denis yang baru saja datang.
"Hmm baiklah, ehh kemana Feli?" tanya Budhe.
"Lagi mandiin Arya dulu, Budhe" jawab Denis ikut duduk bersama Fatwa.
Hingga tak lama kemudian, Feli dan Arya ikut berkumpul disana bersama mereka.
"Mana Celin, Dek?" tanya Feli.
"Lagi di jalan sama Tari dan yang lainnya, Kak" jawab Fatwa tersenyum.
Feli mengangguk dan duduk di dekat Denis. Mereka membahas segala susunan acara yang akan mereka laksanakan beberapa hari ke depan.
.
__ADS_1
.
.