
Setelah 3 hari mereka di Desa, hari ini waktu nya mereka semua kembali lagi ke Kota.
Bu Halim dan warga lainnya merasa sedih kembali karena harus berpisah dengan Feli dan Fatwa.
"Ingsyaallah setelah saya menikah dengan Feli, pembangun Rumah sakit disini akan secepat nya di laksanakan" ucap Denis ramah.
"Terimakasih , Tuan" balas warga di sana merasa bahagia.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya, semua nya" ucap Feli tersenyum.
"Hati-hati" ucap Bu Rt dengan lembut.
Feli mengangguk dan mereka langsung saja masuk ke dalam mobil.
"Dek" panggil Feli lembut.
Fatwa mengangguk dengan helaan nafas kasar.
"Gak boleh gitu Bang, Abang kuat kok" ucap Celin lembut.
Fatwa mengangguk dan tersenyum kepada dua wanita yang sangat di sayangi nya.
"Fat, kita boleh saja kecewa kepada mereka tetapi jangan sampai kita dendam pada mereka, karena mereka adalah Orangtua mu juga" ucap Denis bijak.
"Saya hanya kecewa saja, Kak. Semoga saja Bapak bisa bertaubat dan lebih baik lagi" balas Fatwa
Celin mengusap lengan Fatwa lembut, ia merasa sangat kasihan dengan jalan hidup Fatwa.
Fatwa membalas nya dengan senyuman lembut, ia merasa beruntung karena Celin menerima apa ada nya.
Denis melajukan mobil nya ke arah kantor polisi yang tak jauh dari perbatasan Desa tersebut.
Sesampai nya disana, Fatwa , Celin dan Feli masuk terlebih dulu. Sedangkan Denis hanya akan menunggu di mobil karena Arya tertidur.
__ADS_1
Feli , Fatwa dan Celin duduk menunggu di ruangan yang sudah di sediakan. Tak lama kemudian datanglah Pak Akbar dengan wajah yang kusut dan badan yang kurus.
"Bapak"
"Fatwa"
Lirih anak dan Bapak tersebut dengan manik berkaca-kaca. Lalu Pak Akbar memeluk tubuh tegap Fatwa.
"Apa kabarmu, Nak?" tanya Pak Akbar sendu.
"Fatwa baik-baik saja. Bapak kenapa kurus begini?" tanya Fatwa balik.
"Tidak apa Nak, Bapak belum terbiasa disini tetapi sekarang biasa jadi kamu jangan khawatir" jawab Pak Akbar tersenyum.
Feli memilih diam saja karena ia masih merasa trauma dengan kejadian dulu. Walaupun ia sudah menekan nya tetapi tetap saja.
"Siapa wanita itu?" tanya Pak Akbar pada Fatwa.
"Dia Celin, dia calon istri aku Pak" jawab Fatwa bangga.
"Bukannya kamu masih sekolah, Nak. Kenapa sudah mau menikah saja?" tanya Pak Akbar bingung.
"Aku akan menikah muda, Pak" jawab Fatwa terkekeh.
Pak Akbar mengangguk dan beralih menatap Feli yang selalu memalingkan wajah nya.
"Fel" panggil Pak Akbar lirih.
Feli mendongkak tetapi langsung saja ia menunduk kembali. Ia merasa tubuh nya bergetar.
"Jangan di paksa Pak, Kak Feli trauma dengan kejadian itu" jelas Celin lembut seraya memeluk tubuh Feli yang bergetar.
"Maafkan Paman, Nak. Paman bersalah, berdosa pada kamu, semoga kamu bisa iklas memaafkan Paman. Paman tidak meminta apapun atau bahkan di keluarkan dari sini, Paman hanya butuh maaf mu, Paman menyesal, Fel" ucap Pak Akbar lirih.
__ADS_1
Feli menarik nafas lalu di keluarkan dengan perlahan.
"Fe feli sudah memaafkan Paman, Feli berharap Paman bisa berubah dan menjadi lebih baik lagi. Dan Feli akan menikah 1 bulan lagi, Feli mohon bersedia lah jadi Wali Feli untuk menggantikan Ayah" balas Feli
"Fatwa akan menjemput Bapak kesini dengan di temani polisi. Maaf jika Fatwa tidak bisa menolong Bapak, Fatwa ingin Bapak lebih baik dan bertanggung jawab" ucap Fatwa tegas.
Pak Akbar mengangguk dengan tersenyum lembut. Ia tidak kecewa pada keputusan Anak dan Keponakannya yang ia kecewa kan dia harus berbuat keji pada Feli dulu.
"Apakah Ibu ada kesini?" tanya Fatwa
"Ada , hanya untuk menyerahkan surat cerai saja dan setelah itu tidak pernah lagi kemari" jawab Pak Akbar.
Fatwa mengangguk saja. Karena waktu kunjungan sudah selesai mereka akhir nya pamit dan Pak Akbar masuk kembali ke sel.
"Kalian harus saling sayangi dan saling jaga. Jika besok Bapak bebas, apakah boleh Bapak pulang ke kamu Fatwa?" tanya Pak Akbar.
"Aku yang akan menjemput Bapak" tegas Fatwa.
Pak Akbar memeluk Putra nya terlebih dulu, baru ia melangkah kan kaki nya untuk masuk kembali ke sel.
Feli dan Celin sudah lebih dulu keluar, karena kondisi Feli yang belum juga tenang.
Denis langsung keluar saat melihat Feli yang di papah oleh Celin.
"Sayang tenang, oke" ucap Denis memeluk Feli.
"Bawa ke mobil saja, Kak. Biar aku yang nyetir" ucap Fatwa.
Denis menggendong tubuh Feli dan masuk ke dalam mobil. Arya yang melihat nya pun bingung dan hanya bisa diam saja.
Feli memeluk tubuh Denis sangat erat, seakan ia menyalurkan rasa takut nya.
.
__ADS_1
.
.