
Sore hari nya Feli pulang dengan di antarkan oleh sang sopir. Arya tidak jadi ikut karena ia akan menemani sang Ayah nanti malam.
"Terimakasih, Pak" ucap Feli saat sampai di Rumah nya.
"Sama-sama , Nona" balas Sopir tersebut.
Lalu Feli melangkah kan kaki nya masuk ke dalam Rumah, ia sangat kaget saat anggota keluarga bahkan pegawai Caffe Fatwa pun sudah berada disana.
"Ayo cepat kesini, kita lakukan perawatan terlebih dulu" ajak Raisa dengan heboh.
"Sayang jangan kesana-kemari, kandungan kamu udah besar gitu juga" tegur Rizik dengan ngeri.
"Hehe maaf Mas, aku antusias banget sih" balas Raisa cengengesan dengan menggandeng Feli masuk.
Feli menganga tak percaya dengan semua nya, bagaimana ruang tamu nya yang di hias sedemikian rupa.
"Yaampun , Mbak kenapa ini pake di hias segala? Orang cuma Mas Denis dan Bu Maya saja yang kesini" ucap Feli
"Gapapa dong, Kak. Biar ada kesan yang sangat indah. Dan tadi Budhe bilang kalau ia tidak bisa hadir karena suami nya sedang sakit" balas Fatwa tersenyum.
"Iyaa tadi juga Budhe ada nelpon kok" ucap Feli lembut.
Bunda Sonia lalu menyuruh Feli untuk membuat beberapa Cake untuk nanti malam, Feli akan di bantu oleh Celin.
Mereka semua sibuk dengan tugas masing-masing, hanya Raisa yang duduk diam dengan wajah cemberut nya.
Kandungannya sudah semakin besar dan Rizik selalu saja posesif. Pernah sekali Raisa mengerjakan pekerjaan dan berakhir dia di Rs karena kelelahan.
🍄
Malam hari nya, Feli sudah sangat cantik dengan makeup tipis dan dress selutut warna crem senada dengan Denis.
Di luar, yang lainnya sedang menunggu kedatangan keluarga Denis. Mereka sudah siap dengan segala penyambutan dan makanan.
__ADS_1
Tak berselang lama, 3 mobil mewah masuk ke pekarangan kecil Rumah Feli.
Disana ternyata bukan hanya Bu Maya sama Denis saja. Om dan Tante nya pun ikut serta dengan mereka.
Bunda Sonia dan Ayah Adnan menyambut nya dengan hangat.
"Selamat malam, selamat datang. Ayo silahkan masuk semua nya" ucap Ayah Adnan dengan ramah.
Keluarga Denis menganggukan kepala dengan wajah tersenyum. Lalu mereka semua masuk ke dalam.
Arya, bocah berusia 4 tahun itu sudah melihat kesana kemari mencari sang Bunda.
"Ayah, Bunda nya mana?" bisik Arya lirih.
"Nanti juga kesini, sayang" ucap Denis menenangkan Putra nya.
Keluarga Denis langsung saja berbicara pada inti nya, dan di wakil kan oleh Adik Alm.Ayah nya Denis.
Sedangkan untuk keluarga Feli, ia di wakilkan oleh Ayah Adnan.
"Bun, panggil Feli nya" ucap Ayah Adnan.
Bunda Sonia mengangguk dan pergi masuk ke kamar Feli. Disana ada Celin, Raisa dan Tari , mereka sedang menggoda Feli yang sangat cantik malam ini.
"Ayo sayang keluar, semua nya sudah menunggu" ucap Bunda Sonia tersenyum.
Feli menganggukan kepala dan pergi bersama-sama, Feli meremas tangan sang Bunda karena merasa gugup dan malu.
"Ayah, Ibu, Restuilah hubungan kami sampai akhir hayat kami. Dan do'akanlah kami, semoga selalu bahagia dengan apapun keadaannya" batin Feli
Denis langsung menatap Feli dengan kagum, walaupun pakaian sederhana dan makeup tipis, tetapi pancaran ke cantikan nya tidak luntur. Bahkan semua Keluarga Denis berdecak kagum karena Feli sangat cantik.
"Nak, apakah kamu bersedia menerima Denis sebagai calon suami-mu?" tanya Om Denis serius.
__ADS_1
Feli menarik nafas lalu menganggukan kepala nya dengan bibir yang melengkung indah.
Semua nya tersenyum dan merasa bahagia, lalu Denis memasangkan cincin pada jari manis Feli yang indah, begitupun dengan Feli, ia memasangkan cincin di jari manis Denis.
Setelah selesai, Om Denis dan Ayah Adnan membahas acara pernikahannya.
"Saya mau 1 bulan lagi kami menikah" ucap Denis dengan tegas.
"Baiklah jika begitu, berarti terhitung dari sekarang mereka akan segera menikah" putus Om Denis.
"Kami ikut kalian saja" ucap Ayah Adnan.
"Dan semua urusan wedding akan menjadi urusan saya" ucap Tante Denis, Adik dari Mommy Denis.
"Hemmm, boleh saya bertanya?" ucap Om Denis.
"Silahkan, Tuan" jawab Ayah Adnan.
"Apakah Feli putri nya Burhan? Kenapa wajah nya sangat mirip dengan dia" tanya Om Denis.
"Iya dia adalah putri semata wayang nya Alm.Burhan. Meskipun bukan anak kandung kami, tetapi dia sudah kami anggap putri kami, dan maaf karena Budhe nya tidak turut hadir" jawab Ayah Adnan apa adanya.
"Pantesan kamu sangat mirip, Nak. Ayah mu itu sahabat Ayah Denis dan Om" ucap Om Denis terkekeh.
Setelah sepakat semua nya, mereka langsung saja makan malam bersama disana.
Fatwa tak henti-henti nya tersenyum bahagia dengan melihat semua ini, ia merasa akan lebih tenang jika sang Kakak sudah ada yang menjaga nya.
Setelah selesai makan, mereka mengobrol ringan terlebih dulu. Sedangkan Feli, ia sudah di ambil alih oleh Arya.
.
.
__ADS_1
.