Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Akhir Kisah Laura


__ADS_3

Setelah Feli benar-benar sehat, Denis kembali ke perusahaan karena ia sudah hampir se minggu tidak ke perusahaan.


"Kalau ada apa-apa langsung hubungi, aku" ucap Denis saat ia akan berangkat.


"Iya, Mas. Dan tolong suruh Mommy dan Arya pulang ya, aku rindu mereka" balas Feli dengan berkaca-kaca.


"Mommy bilang mereka akan disana 3 hari lagi sayang, sabar ya" ucap Denis mengecup pucuk kepala Feli lembut.


Feli menghembuskan nafas dengan kasar, ia sudah sangat kesepian dan rindu pada putra sambung nya.


"Yaudah deh" pasrah Feli.


Denis mengusap lembut perut Feli, setelah itu ia baru melangkahkan keluar dari mansion.


Feli langsung saja masuk ke kamar nya dan duduk di ranjang dengan memainkan ponsel nya.


Feli berniat akan menelpon Arya, tetapi sampai panggilan ke 3 tak ada jawaban dari sana sama sekali.


"Hufhhhhh" dengus Feli dengan berkaca-kaca.


Lalu ia memilih membaringkan tubuh nya dan memejamkan mata.


Hingga tanpa sadar ia sudah terlelap dengan pulas.


***


Sedangkan Denis dan Raka, mereka setelah menyelesaikan pekerjaan dan semua meeting, mereka langsung saja menuju ke markas.


"Bagaimana kondisi mereka?" tanya Denis dengan aura dingin dan menyeramkan.


"Mereka terlihat menyeramkan dengan luka disana-sini. Tetapi keadaannya baik dan sehat" jawab Raka datar.


"Hmmmm" balas Denis.

__ADS_1


Sesampai nya disana, mereka langsung keluar dengan aura yang mendominasi. Mereka langsung di sambut oleh anak buah mereka.


"Selamat datang Tuan" sapa anak buah nya dengan menunduk hormat.


"Antarkan kami kesana" ucap Raka.


Salah satu dari mereka langsung saja menuju ke halaman belakang.


Di sana sudah banyak anak buah nya yang berkumpul, dan 2 buah Helikopter yang sudah bertendeng disana.


"Selamat datang, Tuan" sapa seluruh anak buah Denis.


"Dimana wanita itu?" tanya Denis langsung.


Boy langsung keluar dengan menyeret tangan Zia dan Samuel. Mereka meronta ingin di lepaskan tetapi sekuat tenaga pun mereka tidak bisa.


"Bagaimana kondisi kalian, heh?" tanya Denis dengan datar.


"Hmmmm hmmm" balas Zia karena mulut nya di lakban.


"Dasar kau manusia tidak punya hati, Denis" teriak Zia dengan menggebu.


"Kalian yang tidak punya hati, karena kalian sudah dengan sangat berani nya melukai Istri dan calon anak-ku" bentak Denis dengan menggelegar.


"Wanita itu pantas mat*" tekan Zia kembali.


Sedangkan Samuel, dia hanya mendecih dan menatap Denis dengan sangat penuh kebencian.


"Diam kau" bentak Denis dengan penuh amarah.


"Kau yang harus nya mat*, karena dengan lancang nya kau sudah melukai Istri kesayangan ku" ucap Denis kembali dengan sorot mata tajam.


"Apa kalian belum puas dan belum juga jera dengan apa yang kalian lakukan, hah. Aku tahu semua nya Zia, aku tahu rahasia apa yang selama ini kau sembunyikan dari ku dan Orangtua ku" bentak Denis kembali dengan aura yang sangat dingin.

__ADS_1


"Baguslah kau sudah tahu, dan sekarang aku menginginkan anak itu" ucap Samuel dengan tenang.


"Sampai kapan pun Arya akan tetap menjadi Putra ku. Karena kalian sendirilah yang memberikan padaku" balas Denis.


"Jangan kira aku tidak tahu, Zia. Sebelum kau menikah denganku kau sudah dulu berpacaran dengan lelaki ini dan hingga saat kita menikah, kau sudah hamil anak lelaki ini" ucap Denis dengan dingin.


Zia melototkan mata nya dengan sempurna, ia tidak pernah berpikir bahwa rahasia nya yang sangat ia jaga ternyata percuma.


"Dan kali ini kalian akan mendapatkan balasannya, kalian akan meraung dan memohon sampai maut yang akan menolong kalian" ucap Denis dengan menyeramkan.


Zia dan Samuel tertegun dan menggelengkan kepala nya. Sedikit banyak tahu mereka juga tentang kekejaman dan keganasan Denis dalam memberikan pelajaran pada setiap musuh nya.


"Jangan lakukan apapun, Denis. Atau aku akan membalas nya dengan sangat keji" ucap Samuel dengan teriak.


Denis hanya diam dan terus menatap mereka dengan amarah. Lalu ia memberikan kode pada Raka, setelah itu ia pergi dari sana.


"Denis lepaskan kami, Denis" teriak Zia dan Samuel.


Tetapi mereka langsung berhenti saat anak buah Denis menyuntikan sesuatu pada tubuh mereka.


Lalu Raka menyuruh Boy melakukan tugas nya dengan sangat baik. Setelah itu, Raka langsung pergi menyusul sang Tuan muda keluar dari tempat itu.


Denis melihat keadaan Bibi Feli, ia tidak akan mengambil tindakan apapun sebelum Fatwa dan Akbar memerintahkannya.


Sebenarnya Denis sudah sangat ingin menyingkirkan wanita itu, tetapi Fatwa bilang bahwa ia sendiri yang akan memberikan hukuman pada sang Ibu.


"Langsung saja ke Bandara, Ka" ucap Denis saat mereka sudah sampai di mobil.


"Baik Tuan" balas Raka.


Setelah kepergian Denis, Boy dan yang lainnya langsung menuju ke pulau dimana disana Zia dan Samuel akan tinggal terpisah.


.

__ADS_1


.


__ADS_2