Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Hilang-Nya Feli


__ADS_3

Hari-hari berganti dengan sangat cepat, bahkan usia kandungan Feli saat ini sudah menginjak 8 bulan.


Denis dan Arya sudah tidak sabar lagi ingin segera melihat Bayi mungil.


Pagi ini, Denis dan Feli akan mengantarkan Mommy dan Arya ke bandara. Mereka akan terbang ke Negara dimana Vivi tinggal.


"Jangan lama-lama, Abang" ucap Feli berkaca-kaca.


"Aku hanya 2 minggu, Bun. Nanti aku akan selalu menelpon Bunda kok" balas Arya tersenyum.


"Mom, jaga kesehatan ya. Maaf merepotkan kembali" ucap Feli lembut.


"Tidak ada yang merepotkan, sayang. Kalian juga jaga kesehatan ya" balas Bu Maya.


Denis mengangguk dan memeluk Mommy serta Arya bergantian. Setelah berpamitan, Arya dan Bu Maya langsung masuk ke dalam pesawat.


"Hiks, kenapa Abang ingin liburan jauh sekali kan aku gak bisa ikut" ucap Feli dengan terisak.


Denis menahan tawa nya dengan memalingkan wajah-Nya.


"Hemm, kalau tawa aku usir dari kamar" kesal Feli saat melihat wajah suami-Nya yang memerah menahan tawa.


"Iya enggak kok, sayang. Ayo kita pulang" ucap Denis dengan cepat.


Feli menganggukan kepala dengan bibir cemberut nya.


Denis langsung merangkul dan mengusap perut istri nya dengan lembut.


"Setelah kamu lahiran dan Babby bisa di ajak jalan-jalan kita pergi kemanapun kamu mau" ucap Denis lembut.


"Iyaa, Mas" balas Feli tersenyum.


Lalu mereka langsung masuk ke dalam mobil, dan Denis melajukan nya dengan hati-hati.


"Mas, nanti siang aku akan belanja ke Mall sama Mbak ya" izin Feli


"Jangan kelelahan dan bawa pengawal" ucap Denis tegas.


"Iya Mas, kalau kamu gak sibuk di kantor temuin aku ya" balas Feli dengan tersenyum lembut.


"Ingat, kalau ada apa-apa langsung kasih tahu aku ya" ucap Denis dengan tegas. Dan entah kenapa perasaannya sangat tak enak.


Feli mengangguk dengan patuh, ia memegang tangan suami nya dan mengusapkan ke perut buncit nya.


Hingga tak terasa mereka sudah sampai di mansion, Feli langsung saja keluar dan tak lupa menyalami Suami-Nya.


"Hati-hati" ucap Feli melambaikan tangannya pada Denis.


Feli langsung masuk setelah Denis pergi dengan mobil nya. Ia langsung saja mencari Mbak.


"Mbak" panggil Feli.


"Iyaa Nyonya" jawab Mbak dengan berlari dari dapur.


"Mbak siap-siap ya, kita akan belanja ke Mall" ucap Feli ramah.

__ADS_1


"Baik Nyonya" balas Mbak sopan.


Feli tersenyum dan langsung masuk ke kamar nya yang sudah pindah ke lantai bawah.


Dengan santai, Feli berganti pakaian dan membawa barang-barang nya.


"Ponsel, dompet udah" gumam Feli dengan cekatan.


Setelah merasa selesai, ia langsung keluar dan disana Mbak sudan menunggu nya.


"Nyonya, kita bersama Pak Ujang dan 2 pengawal" ucap Mbak.


"Iyaa Mbak, tetapi jangan berpakaian mencolok ya" balas Feli.


Ke dua pengawal nya mengangguk dan langsung bergantian pakaian. Sedangkan Feli dan Mbak langsung saja ke arah mobil.


Feli langsung saja memberitahu pada Denis bahwa ia sekarang dalam perjalan ke Mall. Dia tidak jadi nunggu siang.


Setelah siap, Feli dan yang lainnya langsung saja berangkat. Pak Ujang membawa mobil dengan sangat hati-hati dan waspada.


"Kita ke Mall Nata'Mall ya, Pak" ucap Feli.


"Baik Nyonya" jawab Pak Ujang.


Denis menyuruh Feli belanja disana karena dekat dengan kantor nya.


Sesampai nya di Mall, Feli, Mbak dan ke dua pengawal langsung masuk. Pak Ujang akan menunggu saja di post satpam.


"Kita ke Stand perlengkapan bayi" ucap Feli semangat.


"Nyonya jangan lari, apa mau pakai kursi roda saja?" tawar Mbak dengan meringis.


"Baiklah, tapi jalan biasa saja ya" pasrah Mbak.


Mereka lalu berbelanja perlengkapan Bayi, tak lupa dengan ranjang dan stoler nya. Feli begitu antusias dan membeli banyak perlengkapan dengan warna netral saja.


Setelah puas, ia membeli banyak baju Bayi dan yang lainnya. Mbak dan pengawal nya sudah menenteng banyak sekali papperbag.


"Nyonya, kita makan siang dulu ya" ajak Mbak


"Ayo, aku juga lapar" balas Feli semangat.


"Biar kami menyimpan ini dulu ke mobil, Nyonya" ucap salah satu dari pengawal nya.


Feli menganggukan kepala dan pergi bersama Mbak ke Restoran.


Mbak memesan makanan dan minuman untuk diri nya dan juga sang Nyonya.


"Mbak, aku ke toilet dulu ya" ucap Feli


"Biar saya temani ya, Nyonya" balas Mbak dengan segera bangun dari duduk nya.


"Gak usah" tolak Feli.


Saat Mbak akan menjawab nya, ponsel nya berbunyi dan ia langsung menjawab nya karena Tuan Denis yang menelpon.

__ADS_1


"Kami di Restoran Food, Tuan" ucap Mbak saat panggilan terhubung.


"Dimana Nyonya, Mu? Aku sedang berjalan kesana dengan Raka" balas Denis cepat.


"Sedang ke toilet, Tuan. Saya akan mengikuti nya tetapi anda menelpon. Dan pengawal sedang menyimpan belanjaan ke mobil" ucap Mbak.


Mbak langsung melihat ke arah jalan toilet tetapi tidak ada tanda-tanda Feli akan keluar.


"Tuan, saya akan menyusul Nyonya dulu" ucap Mbak sedikit khawatir.


Tut.


Denis langsung mematikan panggilannya. Dan Mbak langsung saja berlari ke arah toilet.


"Ya Allah Nyonya dimana, anda" gumam Mbak dengan membuka setiap pintu toilet.


"Maaf, Mbak" ucap Mbak saat ada CS disana.


"Iya ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya CS


"Apa anda melihat wanita ini?" tanya balik Mbak dengan menunjukan poto Feli.


"Ohh Ibu Hamil ini sudah keluar sejak tadi, Mbak" jawab CS tersebut.


Mbak langsung saja berlari keluar dan mencari Feli ke tempat tadi dia duduk. Lalu ia mencari manager Restoran tersebut.


"Dimana manager-mu?" tanya Mbak pada pelayan Restoran disana.


"Ada di ruangannya, Nona" jawab pelayan tersebut gelagapan karena melihat aura Mbak yang tidak biasa.


"Panggil sekarang" ucap Mbak dengan lantang.


Denis dan Raka serta pengawal Feli terlihat bingung dengan Mbak yang sedang panik.


"Mbak" panggil Denis


Mbak langsung menoleh dan menghampiri Denis.


"Kalian cepat cari Nyonya ke bawah atau ke parkiran" ucap Mbak pada pengawal


Pengawal hanya mengangguk dan pergi dengan patuh.


"Ada apa, Mbak dan dimana istri-ku?" tanya Denis dengan degup jantung yang kencang.


"Nyonya hilang, Tuan" jawab Mbak dengan menundukan kepala nya.


"APAAAAA" teriak Denis dengan menggema disana.


Semua karyawan dan pengunjung disana merasa sangat kaget dan takut saat melihat kilatan amarah di mata Tuan Muda.


Sang Manager langsung menghampiri Denis dengan wajah bingung nya.


Sedangkan Raka langsung memerintahkan Boy dan anak buah nya untuk mencari Feli dengan cepat.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2