Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Kecelakaan


__ADS_3

Winda tertunduk saat melihat Kakak nya yang datang dengan penuh emosi. Bahkan Dewi menyuruh dia melaporkan diri nya ke polisi atau Tuan Denis akan menghukum nya lebih berat.


"Aku tidak akan, aku akan pergi dengan Samuel" gumam Winda dan ia langsung saja berlari keluar dari perusahaan tersebut.


Tetapi belum juga keluar dari gerbang, anak buah Denis sudah menangkap dan membawa nya ke markas.


"Maafkan saya, Tuan. Saya akan mengganti nya setelah saya kembali bekerja" ucap Dewi dengan menunduk.


Denis menghela nafas dan duduk kembali di sofa.


"Tidak masalah dengan uang nya, Wi. Tetapi Samuel itu adalah Suami Nyonya Zia" balas Raka dengan tegas.


"A apa" kaget Dewi dengan melotot kan mata nya.


"Aku akan mengurung dan menghukum Adik mu, karena dia kabur dan ingin menemui Samuel" ucap Denis dingin.


"Saya serahkan semua nya pada Tuan, karena memang Adik ku salah" balas Dewi tegas.


Setelah itu, Denis memutuskan untuk pulang karena merasa rindu dengan Anak dan Istri nya.


"Saya akan pulang" ucap Denis mengambil jas dan kunci mobil.


"Biar saya antarkan, Tuan" balas Raka dengan sopan.


"Tidak perlu" larang Denis.


Raka hanya menganggukan kepala dan mengantarkan Tuan nya sampai ke loby.


**


Feli saat ini sedang duduk gelisah di ruang tamu. Bahkan Bu Maya yang berada di sana juga bingung.


"Nak, kenapa?" tanya Bu Maya.


"Entahlah Mom, aku merasa sangat cemas, khawatir dan tak enak perasaan" jawab Feli dengan meneteskan air mata nya.


Bu Maya langsung mendekati menantu nya dan memeluk dengan hangat.


"Mbak" panggil Bu Maya.

__ADS_1


Lalu Bu Maya mengisyaratkan supaya membawa Arya ke kamar nya. Setelah itu ia kembali menenangkan sang menantu.


"Mom, coba telpon Mas Denis" rengek Feli dengan air mata yang terus saja menetes.


"Oke sebentar, jangan nangis" balas Bu Maya lembut.


Feli menganggukan kepala dan menghapus air mata nya yang menetes.


"Kenapa dada ku merasa sesak ya, ada apa ini" gumam Feli dengan lirih.


"Semoga tidak terjadi apa-apa" gumam nya lagi.


Bu Maya datang dan duduk kembali di sisi Feli. Lalu ia mencoba menelpon Putra nya tetapi tidak di angkat.


Lalu Bu Maya menelpon Raka.


"Halo, Raka" ucap Bu Maya.


"Raka apa Denis masih di kantor?" tanya Bu Maya.


"Tuan sudah pulang sejak tadi, Nyonya. Seharus nya sudah sampai" jawab Raka


Feli kembali menangis, lalu ia menelpon sang suami tetapi masih tidak di angkat.


"Mas kemana kamu, Mas" lirih Feli dengan khawatir.


Hingga terdengar suara mobil berhenti dan Feli langsung bergegas keluar yang di ikuti oleh Bu Maya.


"Boy, mana suami saya?" tanya Feli dengan cepat.


"Nyonya sebaik nya anda ikut bersama saya" ucap Boy menunduk.


"Boy" teriak Feli


"Tu tuan kecelakaan Nyonya dan dia sedang di Rumah sakit saat ini" ucap Boy dengan menundukan kepala.


Feli mundur beberapa langkah dengan menggelengkan kepala nya.


"Boy kau jangan berbohong" ucap Feli dengan tertawa renyah.

__ADS_1


"Maaf kan saya, Nyonya. Mari saya antarkan ke Rumah sakit" balas Boy


Feli langsung menangis dengan histeris, ia tidak menyangka bahwa sejak tadi perasaanya adalah pirasat yang buruk.


"Nak, ada apa?" tanya Bu Maya.


"Bunda , Bunda kenapa?" tanya Arya dengan ikut menangis.


Feli hanya diam dan terus menangis di pelukan sang Mertua. Ia tidak sanggup memberitahu nya.


"Boy ada apa?" tanya Bu Maya.


"Tuan Muda, kecelakaan dan saat ini ada di Rumah sakit" jawab Boy


"Ya Allah putra ku" ucap Bu Maya dengan meneteskan air mata.


Feli langsung bangun dan menghapus air mata nya.


"Ayo kita kesana, Boy" ajak Feli.


"Nak, kamu tunggu disini sama Mbak ya" ucap Feli pada Arya.


"Bunda, aku yakin bahwa Ayah kuat dan ia tidak akan kenapa-napa. Bunda jangan menangis" ucap Arya tegas.


Feli tersenyum dan menganggukan kepala nya, walaupun air mata nya tetap menetes.


Lalu Feli, Bu Maya dan Boy langsung saja pergi ke Rumah sakit. Di sepanjang jalan, Feli terus saja menangis di pelukan Bu Maya.


"Maafkan saya Nyonya, saya gagal menjaga Tuan" batin Boy dengan sakit.


Sedangkan di mansion Arya langsung mengurung diri di dalam kamar. Ia menangis disana dengan diam.


"Ayah, aku mohon cepat bangun. Apa Ayah tega melihat Bunda menangis, aku yakin Ayah kuat" gumam Arya dengan memandang poto mereka bertiga dengan Feli.


"Ayah, cepat tangkap orang jahat itu. Aku yakin ada yang jahatin Ayah" gumam nya kembali dengan terisak.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2