
Malam hari nya semua orang sudah terlelap, tinggal Feli dan Denis yang masih menikmati udara di luar.
"Mas, tidur yu" ajak Feli
"Ayo, sudah malam juga" balas Denis tersenyum lembut.
Lalu mereka masuk ke kamar dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang.
"Arya tidur sama siapa, Mas?" tanya Feli.
"Sama , Ayah dan Bunda" jawab Denis
"Sini peluk" ucap Denis.
Feli mengangguk dengan semangat dan memeluk Denis dengan erat. Feli mengendus aroma maskulin dari tubuh Denis.
"Masss" ucap Feli.
"Kenapa sayang?" tanya Denis bingung.
"Usap-usap punggung nya" rengek Feli.
Denis mengeryit tetapi tetap saja melakukan apa yang di mau sang, Istri.
"Kenapa dia ini" batin Denis bingung.
Feli perlahan terlelap dengan terus saja memeluk tubuh Denis. Bahkan wajah nya berada di ceruk leher sang suami.
***
Pagi-pagi sekali semua orang sudah sibuk, Feli memandikan dan menyiapkan sang Putra terlebih dulu baru dirinya.
"Mas sana mandi, baju nya sudah aku siapin. Aku akan keluar dulu" ucap Feli
"Iya Bundaa" balas Denis tersenyum.
Feli lalu keluar kamar bersama dengan sang Putra, ia melihat ke kamar Fatwa dan memastikan bahwa adik nya sudah siap apa belum.
Ceklek.
"Dek, sudah siap?" tanya Feli
Fatwa mengangguk dengan tersenyum, lalu mereka keluar bersama-sama.
"Wah Om Fatwa tampan sekali" ucap Arya dengan tersenyum.
Fatwa hanya tersenyum kecil saja. Lalu ia duduk bersama Celin.
__ADS_1
"Ayo sarapan dulu" teriak Raisa dari dapur.
Mereka lalu menuju ke dapur dan sarapan pagi bersama disana. Denis menatap Feli dengan intens , ia melihat banyak perubahan di diri Feli.
Setelah selesai sarapan, mereka langsung saja bersiap dan berangkat ke sekolah Fatwa.
Mereka berangkat dengan 2 mobil saja, di sepanjang jalan Arya terus saja mengoceh dan menceritakan semua kegiatannya pada sang Bunda.
"Bunda, Amora bilang adik nya udah lahir" ucap Arya.
"Wah benarkah? Yaudah besok kita beli hadiah dan habis pulang sekolah langsung ke rumah Amora jenguk Adik nya" balas Feli lembut.
"Oke Bunda, apa Adik aku belum ada Bunda?" tanya Arya polos.
Feli tersenyum dan mengusap lembut kepala sang Putra.
"Belum sayang, Arya bantu berdo'a ya" jawab Feli lembut.
Arya mengangguk dan memeluk kembali sang Bunda.
Sedangkan Fatwa dan yang lainnya terkekeh mendengar pertanyaan dari Arya. Bahkan Denis pun tersenyum menggoda pada sang Istri.
Tak terasa mereka sudah sampai di halaman sekolah Fatwa, mereka langsung keluar dan masuk ke dalam Aula.
Terlihat beberapa siswi yang menatap Denis dengan tatapan penuh minat, dengan sigap Feli langsung memberikan Arya untuk di gendong dan dirinya bergelayut manja di tangan Denis.
"Ck, lihatlah anak-anak itu sangat centil sekali. Ingin rasanya aku menenggelamkan mereka pada lautan" gerutu Feli dengan kesal.
Denis tersenyum dan mengecup pucuk kepala Feli dengan lembut.
"Jangan cemberut gitu, aku tidak akan tergoda kok sayang. Bila kamu yang polos baru aku tergoda" bisik Denis tersenyum.
Blush.
Feli menampar pelan tangan sang suami, ia merasa malu saat suami nya membahas ke arah olahraga ranjang itu.
Denis tersenyum dan membawa Feli duduk di tempat yang sudah disediakan disana.
Feli terus saja menempel pada sang suami. Ia terlalu risih dengan tatapan para siswi disana dan Ibuk-ibuk disana.
Tetapi ia merasa sangat senang saat melihat wajah suami nya yang memasang wajah datar nya.
Hingga 3 jam berlalu dan acara pun selesai, Fatwa dan Rehan membawa ke banggan dengan nilai yang sangat memuaskan.
Sebelum pulang, mereka menyempatkan untuk berpoto bersama. Bahkan Fatwa mengenalkan Celin pada teman-temannya disana.
Dan Fatwa juga memberikan undangan pada guru serta teman-temannya.
__ADS_1
***
Sedangkan di Mansion Denis, Pak Akbar, Budhe , Pakdhe dan Bunda serta Ayah sedang menyiapkan untuk acara bakar-bakar nanti malam.
Bahkan Bi Surti dan Art lainnya membersihkan banyak kamar tamu. Sedangkan Mbak, Bunda dan Budhe sedang menyiapkan Ayam, Ikan dan yang lainnya untuk nanti di bakar.
"Nyonya, ini sudah semua nya. Saya akan menyiapkan untuk bumbu nya agar nanti Nyonya Feli tinggal membuatnya" ucap Mbak pada Bunda Sonia.
"Yaudah , semua nya kamu kasih ke belakang setelah itu kalian bisa istirahat" balas Bunda ramah.
Mbak menganggukan kepala dan memanggil temannya untuk membantu.
Bunda dan yang lainnya segera membersihkan tubuh nya karena sebentar lagi Feli dan yang lainnya akan pulang.
***
Malam pun tiba, mereka sekeluarga langsung berkumpul di halaman belakang.
Bahkan beberapa Art dan penjaga pun ikut membantu majikannya untuk pesta kecil tersebut.
Feli dan Denis tidak membedakan mereka, bahkan Feli dan Denis sering sekali membelikan mereka makanan yang enak.
"Pak Imronn" panggil Feli pada penjaga di depan.
Pak Imron langsung saja berlari dan menghampiri Feli yang baru saja tiba.
"Iya Nyonya" ucap Pak Imron sopan.
"Ini ada martabak untuk penjaga dan satpam di depan dan tolong yang ini buat para Art dan penjaga di belakang ya" ucap Feli tersenyum.
"Terimakasih banyak Nyonya" balas Pak Imron
Feli mengangguk dan pergi dari sana bersama yang lainnya. Sedangkan Pak Imron memberikan terlebih dulu untuk yang di belakang.
Pak Imron kembali lagi ke depan dan memanggil yang lainnya.
"Wah Nyonya baik sekali, kita bersyukur banget punya Nyonya sebaik Nyonya Feli" ucap teman Pak Imron.
"Iya ya, beda sekali dengan Nyonya Zia dulu" timpal yang lainnya.
Mereka memakan martabak bergantian sambil menjaga keamanan rumah tersebut.
.
.
.
__ADS_1