Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Caffe FRA 2


__ADS_3

Kembali lagi di Caffe. Fatwa dan teman-teman nya masih saja sibuk melayani pembeli disana. Hingga manik mata nya melihat sang Ibu datang bersama dengan Pria asing.


"Ibu" lirih Fatwa dengan menatap wanita tersebut.


Ini sudah larut malam tetapi sang Ibu masih keliaran. Sejak peristiwa tersebut, Fatwa sama sekali tidak pernah menanyakan kedua Orangtua nya, ia merasa sangat kecewa pada mereka.


Fatwa menetralkan lagi wajah nya. Lalu ia menghampiri sang Ibu.


"Selamat malam, Nyonya dan Tuan. Silahkan mau pesan apa" ucap Fatwa sopan.


Laura langsung mendongkak menatap ke arah Fatwa. Hati nya merasa berdenyut saat menatap manik Putra nya.


"Fatwa" lirih Laura menundukkan kepala nya.


"Ayo sayang pesan, disini Coffe nya sangat nikmat" ucap Pria yang bersama Laura.


"Aku ikut kamu saja" balas Laura lembut.


Lalu lelaki tersebut menyebutkan pesanannya dan Fatwa dengan sigap langsung mencatatnya.


"Fatwa, apa segitu benci nya kamu pada Ibu" batin Laura meringis.


Setelah mencatat pesanan, Fatwa langsung pergi dari sana. Ia langsung menyuruh Rehan menggantikannya.


Sedangkan Fatwa memilih ke kasir saja. Ia sungguh malas bertemu dengan Ibu nya, walau hati nya sangat merindukan sang Ibu.


Rehan dan Azri hanya memilih diam saja, mereka yakin bahwa Fatwa memiliki hubungan dengan wanita paruh baya itu.


Hingga jam 2 dini hari Caffe itu benar-benar sepi dan mereka memilih istirahat sejenak terlebih dulu.

__ADS_1


"Fat, bagaimana kalau lo nyari pelayan dari Desa saja" usul Azri.


"Bener juga tuh Fat, minggu depan kan libur semester nah kita pergi ke Desa lo saja" timpal Rehan.


"Oke, kita nginep saja disini. Besok weekend ini dan kita bisa membuka Cafe agak pagi" ucap Fatwa.


Lalu mereka memutuskan untuk membereskan semua nya dan membersihkan Cafe tersebut.


Saat Fatwa akan membuang sampah di depan, ia tak sengaja melihat perempuan yang sedang menangis disana.


"Hei kamu kenapa?" tanya Fatwa.


Perempuan tersebut langsung beringsut menjauh karena takut.


"Jangan lukai saya, saya sudah tidak punya apa-apa lagi" ucap Perempuan tersebut lirih.


"Saya bukan orang jahat, ayo kamu masuk saja ke Cafe saya" ajak Fatwa lembut.


Perempuan asing itu mengikuti langkah Fatwa, Rehan dan Azri menatapnya heran.


"Siapa dia, Fat?" tanya Rehan.


"Gak tau, dia lagi nangis di depan dekat tong sampah" jawab Fatwa


"Duduklah, kami tidak akan berbuat jahat kok. Kamu bisa cerita kan kenapa kamu sampai begini" ucap Fatwa lembut.


"Aku Celin, aku berniat mencari pekerjaan disini karena datang kemalaman dan aku tak tau harus kemana jadi aku menyusuri jalan ini, hingga aku di rampok dan hampir sa saja di perkosa. Untung aku bisa kabur dan ngumpet di dekat sana" cerita Celin dengan lirih.


Mereka melototkan mata nya, lalu Fatwa beranjak mengambil minuman untuk Celin.

__ADS_1


"Apa benar kamu ingin kerja?" tanya Azri


Celin langsung mengangguk dengan semangat. Ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi.


"Kamu bisa kerja disini mulai besok, kamu bisa kan menjadi kasir?" tanya Fatwa


"Bisaa" jawab Celin semangat.


"Nah kebetulan, biar besok aku dan Rehan akan menjadi pelayan, itu Azri yang menjadi barista dan kamu di kasir. Gapapa ya gaji nya sedikit, tapi kalau omset naik aku akan gaji kamu lumayan" ucap Fatwa dengan menjelaskan.


"Dan soal tempat tinggal, kamu bisa tinggal di belakang karena disana ada kamar" ucap Rehan lembut.


"Apa disini hanya ada Coffe dan minuman dingin saja?" tanya Celin gugup.


"Iyaa" jawab Fatwa.


"Bagaimana kalau aku buat berbagai Cake, aku bisa kok asal ada bahan dan alat-alat nya" ucap Celin


"Bagus juga tuh, yaudah sebelum besok memulai kerja , aku dan Celin belanja kebutuhan untuk Cake. Tapi gapapa ya gajih kalian di gantung dulu" ucap Fatwa cengengesan.


Azri dan Rehan langsung merangkul Fatwa sampai Fatwa merasa sesak.


"Lo kira kita akan marah apa, pakai saja dulu. Toh kalau Cafe lebih maju juga kita akan lebih kaya" balas Rehan dengan tertawa.


Sedangkan Celin tersenyum melihat mereka yang saling mendukung satu sama lain.


Lalu Celin membantu mereka, setelah itu mereka istirahat untuk menghadapi hari esok.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2