Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Malam Pertama


__ADS_3

Jam 09 malam barulah acara tersebut selesai, Feli dan Denis langsung saja masuk ke kamar yang sudah di sediakan oleh pihak Hotel.


"Mas, aku mandi dulu ya" ucap Feli.


"Hmmm, gak mau bareng saja?" tanya Denis dengan menggoda.


"Ihh apaan sih" malu Feli, lalu Feli langsung saja masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan Denis yang sedang tertawa renyah.


Denis merebahkan tubuh nya di atas ranjang, ia merasa sangat bahagia karena sudah sah menjadi suami dari wanita yang ia cintai.


Hingga beberapa menit kemudian Feli selesai dan keluar dengan kimono handuk nya.


"Emm, Mas dimana koper ku?" tanya Feli lirih.


Denis bangun dan mendekati Feli, sontak saja Feli langsung mundur dengan gugup.


Feli langsung memejamkan mata nya tetapi beberapa detik kemudian tidak ada apa-apa, lalu Feli membuka mata nya dan langsung berteriak kesal.


"Masssss" kesal Feli karena Denis sudah cekikikan di dalam kamar mandi.


Lalu Feli melangkah ke arah sofa dan duduk di sana. Saat ini ia sedang merasakan gugup dan takut tak menentu.


"Huh tenanglah, Mas Denis berhak kok" gumam Feli menghela nafas.


Tak lama kemudian Denis keluar dan tersenyum manis pada Feli.


"Mau makan malam dulu?" tanya Denis sambil menyerahkan handuk pada Feli untuk mengeringkan rambut nya.


"Iyaa, aku lapar" jawab Feli dengan menerima handuk tersebut.


Denis langsung memesan makanan lewat ponsel nya, sedangkan Feli ia mengeringkan rambut Denis dengan perasaan yang campur aduk. Pasal nya Denis tidak memakai pakaian hanya terbalut handuk sepinggang saja.


"Selesai" ucap Feli tersenyum kikuk.


Tok Tok.


"Aku buka dulu pintu nya, itu pasti pesanan kita" ucap Denis lembut.

__ADS_1


Feli mengangguk dan menyimpan handuk bekas Denis dan dirinya.


Setelah itu mereka langsung saja melahap makanan yang sudah datang.


Selama makan , Denis terus saja melirik ke arah Feli yang sedang fokus melahap makanannya.


Glek.


Denis menelan ludah kasar saat melihat kimono handuk Feli melihatkan belahan d*d* nya.


Setelah selesai makan, Feli membereskan semuanya. Sedangkan Denis, ia sudah merebahkan tubuh nya.


Deg.


Feli merasa jantung nya berdegub dengan kencang saat manik mata nya melihat Denis yang sedang menatap ke arah nya.


"Kemarilah" ucap Denis lembut.


Lalu Feli melangkah dengan pelan, bahkan ia memegang kimono nya dengan sangat erat.


"Aku tidak akan memaksa jika memang belum siap" ucap Denis lembut.


Feli menatap nya dengan dalam, lalu ia menggelengkan kepala nya.


"Itu semua hak kamu, Mas. Aku tidak bisa menolak karena sama saja aku dengan berdosa" balas Feli memegang tangan Denis.


Denis tersenyum, ia bersyukur mendapatkan wanita yang sangat baik, lembut dan tentu nya sangat cantik.


Denis menarik pelan Feli dan mendekati nya dengan perlahan. Feli pasrah dan menerima semua nya dengan iklas.


Feli memejamkan mata nya saat kedua bibir tersebut bertemu dan menciptakan sensasi yang panas disana.


Denis lalu merebahkan Feli dan melakukan semua nya dengan lembut. Bahkan Feli sampai di buat melayang oleh perlakuan lembut Denis.


Hingga pagi menjelang mereka baru menyelesaikan aktifitas nya yang melelahkan.


Bahkan Feli langsung terlelap karena saking lelah nya dengan permainan tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih, sayang" ucap Denis mengecup kening Feli dengan lembut.


Feli hanya menggeliat dan menyelusupkan wajah nya di dada bidang Denis. Ia sangat lelah hingga tak bisa kembali berkata-kata.


Denis lalu menarik Feli dan memeluk nya dengan hangat. Mereka terlelap dengan dengkuran halus dan perasaan yang sangat bahagia.


***


Pagi hari nya, semua orang sudah selesai sarapan pagi tetapi pengantin baru masih saja belum muncul.


"Nek, Bunda dan Ayah mana?" tanya Arya.


"Ayah dan Bunda sedang membuat Adik untuk kamu, sayang" celetuk Rizik yang mendapat tabokan dari Bumil tersebut.


"Isshhh sakit sayang" ringis Rizik


"Nek , kita pulang saja jangan ganggu Ayah dan Bunda. Karena Arya sudah ingin Adik kecil" pekik Arya dengan bahagia.


Bu Maya hanya mengangguk tersenyum saja. Lalu mereka memutuskan untuk pulang lebih dulu dan membiarkan pengantin baru itu.


Fatwa, Azri dan Rehan pun turut pulang dan mengantarkan pasangannya ke Rumah Feli. Celin, Tari dan Monica , mereka akan menempati Rumah tersebut setelah Feli pindah. Sedangkan Fatwa dan temannya akan menempati ruangan yang ada di belakang Caffe tersebut.


🍄


Berbeda dengan pengantin baru, mereka masih terlelap dengan saling berpelukan, bahkan mereka belum memakai sehelai benang pun.


Jam sudah menunjukan angka 11 siang, tetapi mereka seolah tidak terganggu dan masih terlelap dengan indah di ranjang.


"Eummmm" lenguh Feli menggeliatkan tubuh nya.


Bukannya bangun tetapi ia malah mengeratkan pelukannya pada sang suami. Begitupun dengan Denis, ia membalas pelukan sang istri dengan hangat.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2