Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Pulang


__ADS_3

Pagi ini, Feli dan Fatwa sudah selesai bersiap, mereka tinggal menunggu Bu Halim.


Mereka sudah menunggu di depan Rumah sakit. Tak lama kemudian munculah mobil yang di kemudikan Pak Halim.


"Maaf lama ya, Nak" ucap Bu Halim tak enak.


"Tidak apa, Bu. Saya yang maaf karena selalu merepotkan kalian" balas Feli dengan lembut.


Lalu Mereka masuk ke dalam mobil tersebut dan pulang ke Rumah Paman Feli.


"Ohh iya Pak, apakah Bapak dan Ibu ada pulang beberapa hari ini?" tanya Fatwa.


"Mereka tidak ada pulang sama sekali, entah kemana mereka pergi. Tapi saya lihat tadi mobil Bapak kamu sudah ada di depan Rumah nya" jawab Pak Halim.


"Hah selalu saja begitu" desis Fatwa dengan menunduk.


"Jangan sedih, kamu masih punya Kakak yang sayang padamu" ucap Bu Halim lembut.


"Ya aku sangat beruntung, Bu" balas Fatwa melihat Feli tersenyum.


"Kakak juga beruntung punya Adik kayak kamu, udah tampan, baik , pinter lagi" bangga Feli dengan mengusap rambut Fatwa.


Lalu mereka tersenyum bahagia. Di sepanjang perjalanan mereka habiskan hanya mengobrol.


Dan mereka sempat Vidio Call dengan Sonia yang sudah berangkat kembali ke Jakarta. Mata Fatwa dan Feli berkaca-kaca saat mereka berpamitan tadi.


Jelas sekali bahwa mereka seperti tak rela membiarkan pahlawan mereka pergi. Tetapi mereka juga tak egois.


"Hahhhhh aku seperti di tinggalkan oleh Ayah dan Ibu saja ya, padahal mereka hanya orang lain" ucap Fatwa terkekeh dengan mata berkaca-kaca.


"Karena kalian sangat dekat mereka, bahkan mereka juga seperti menganggap Anak pada kalian" ucap Pak Halim tersenyum.


"Bapak benar, tak apa orang menganggap aku tak sopan ataupun apa, yang terpenting aku sangat menyayangi mereka. Mereka selalu baik pada siapapun" ucap Feli dengan sendu.


"Ya, begitulah keluarga Bu Rt. Meski mereka kaya tetapi mereka tidak pernah sombong" timpal Bu Halim.


Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing. Hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan Rumah Paman Feli.


Feli dan Fatwa langsung keluar dan tak lupa mereka juga mengucapkan Terimakasih.


Sedangkan Pak Halim dan Istri nya pergi pulang ke Rumah nya.


Feli dan Fatwa langsung masuk ke Rumah dengan hati berdebar.


"Dari mana kalian, main terus Rumah tidak jaga" bentak Paman Akbar.


"Kak Feli baru saja keluar dari Rumah sakit, Pak. Harus kalian menjenguk ini malah foya-foya saja" balas Fatwa santai.

__ADS_1


Sedangkan Feli, sudah menggenggam tangan Fatwa dengan erat. Ia masih merasa sangat takut dengan kemarahan sang Paman.


"Alasan saja, bilang saja kalian habis main dengan orang-orang kampungan itu kan?" tanya Bi Laura dengan sinis.


"T tidak Bi, saya memang baru keluar dari Rumah sakit" jawab Feli dengan takut.


"Kalau begitu kamu punya uang banyak hah, mana kesini kan uang nya" ucap Bi Laura dengan nada tinggi.


Feli langsung gemetar , ia sangat takut dan bahkan masih trauma.


"Tidak ada Bi, u uang aku habis semua pakai keperluan Fatwa" balas Feli


"Bohong, bagaimana bisa kamu membayar Rumah sakit jika tidak punya uang. Kamu sudah mulai berani membangkang hah" teriak Bi Laura dengan kasar.


"Cukup Bu, Kak Feli di bayar sama Mbak Sonia dan kalian harus nya menjaga Kak Feli bukan malah meneriaki nya begini" bentak Fatwa


Plak


Paman Akbar langsung menampar Fatwa dengan kuat.


"Tampar lagi saja, Pak. Kalian sangat egois" teriak Fatwa dengan membawa pergi Feli ke kamar nya


Sedangkan Paman dan Bibi Feli hanya mendengus saja. Mereka dengan tidak tahu malu nya langsung pergi saja ke kamar.


Feli menangis memeluk tubuh Adik nya.


"Maafkan Kakak, jangan membantu Kakak lagi ya. Kakak takut kamu kenapa-napa, Dek" ucap Feli dengan mengusap lembut pipi merah Fatwa


"Terimakasih, karena kamu Kakak jadi kuat dan karena kamu juga Kakak bisa semangat" ucap Feli dengan tersenyum.


"Yaudah Kakak sekarang istirahat saja dulu, aku akan latihan ke depan" izin Fatwa.


Feli menganggukan kepala nya tanda setuju. Ia lalu merebahkan tubuh nya di atas ranjang.


Sedangkan Fatwa, ia langsung bergegas pergi untuk latihan bela diri di lapang depan bersama dengan yang lainnya.


***


Sore hari nya, Paman dan Bibi Feli pergi lagi entah kemana. Bahkan mereka tidak berpamitan ataupun hanya sekedar bertegur dengan Feli.


"Mau kemana lagi mereka" gumam Feli saat melihat mobil yang di bawa Paman nya pergi.


"Apa sebenarnya yang mereka lakukan di ljar sana" gumam nya kembali dengan penasaran.


Lalu Feli memutuskan untuk pergi ke dapur, ia akan memasak untuk makan malam bersama Fatwa.


Feli terus saja berkutat di dapur, hingga ia tidak menyadari Fatwa sudah ada di sana sejak tadi.

__ADS_1


"Kak" panggil Fatwa


Prang, panci yang di pegang Feli seketika langsung melorot ke bawah.


"Yaampun Dek, kenapa ngagetin sih" kesal Feli dengan mengambil panci yang di bawah.


"Hehehe maaf. Oh iya, kemana Bapak dan Ibu?" tanya Fatwa.


"Pergi entah kemana, Kakak juga tidak tahu" jawab Feli


"Yaudah sana mandi dulu, nanti kita makan malam bersama" ucap Feli dengan mendorong pelan Fatwa.


"Iyaa ini juga mau mandi" dengus Fatwa


Sedangkan Feli, ia kembali membereskan bekas memasak.


"Uang tabunganku tinggal sedikit, sedangkan gajihan masih lama. Apalagi kemarin aku libur pasti di potong gajih nya" batin Feli tersenyum miris.


Lalu Feli pergi masuk ke kamar nya sendiri. Ia juga akan membersihkan tubuh nya.


Jam makan malam pun tiba, Feli dan Fatwa makan malam dengan menu sederhana. Fatwa tidak mempermasalahkan menu makannya ia tetap saja makan dengan lahap.


"Kak, minggu besok aku sudah mulai sekolah" ucap Fatwa.


"Iyaa, makannya kamu harus rajin belajar biar tambah pintar" balas Feli tersenyum.


"Itu sudah pasti, aku akan sukses dan membawa ke-bahagian untuk Kakak. Do'a kan aku terus ya" ucap Fatwa tersenyum lembut.


"Aminn, semoga selalu lancar dan berkah" balas Feli lembut.


Mereka makan kembali dengan tenang. Feli selalu saja mengajarkan apa arti sederhana, Feli tidak mau nanti nya Fatwa akan sombong.


Setelah selesai makan malam, mereka memutuskan untuk nonton tv terlebih dulu.


Mereka selalu saja bersama, Fatwa sudah menganggap Feli seperti Ibu nya sendiri.


"Ayo istirahat dulu, besok Kakak harus kerja" ajak Feli.


"Pergi saja duluan Kak, aku masih mau menonton" balas Fatwa tersenyum.


"Yaudah, tapi jangan lama-lama ya" ucap Feli mengingatkan.


"Iyaaa Kak" balas Fatwa.


Lalu Feli masuk ke kamar nya, ia sudah sangat mengantuk dan lagian besok ia akan bekerja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2