Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Desa


__ADS_3

Siang hari nya mereka berhenti dulu untuk makan siang. Fatwa menghentikan mobil di tempat yang sejuk dan damai.


"Apa sudah sampai?" tanya Denis yang baru bangun.


"Belum Kak, kita makan dulu saja" jawab Fatwa.


Denis membangunkan Feli, ia tersenyum melihat wajah menggemaskan Feli saat tertidur.


"Sayang bangun, kita makan siang dulu" ucap Denis mengusap lembut pipi Feli.


"Eummm" lenguh Feli dengan mengerjapkan mata nya.


"Kita dimana, Mas?" tanya Feli.


"Kita istirahat dulu, makan siang dulu" jawab Denis lembut.


Lalu mereka turun dan menghampiri Fatwa, Celin dan Arya. Mereka makan siang dengan sedikit canda dan tawa.


"Bunda, nanti aku duduk sama Bunda ya" ucap Arya


"Iyaa sayang" balas Feli tersenyum.


Setelah makan, mereka tidak langsung pergi melainkan menikmati pemandangan dan udara disana terlebih dahulu.


"Sejuk sekali" gumam Feli tersenyum.


Lama menikmati suasana disana, mereka lalu melanjutkan perjalanan kembali. Kali ini, Denis yang akan mengemudi nya.


Feli dan Arya duduk di samping Denis, Arya duduk di pangkuan sang Bunda.


"Ayah, Bunda kapan aku masuk sekolah?" tanya Arya.


"Sebentar lagi, Nak" jawab Feli lembut.


Arya mengangguk dan kembali bercerita pada Feli. Denis tersenyum melihat bagaimana sang Putra yang sangat lengket dengan Bunda nya.


Sedangkan Fatwa dan Celin, mereka sudah terlelap karena memang mengantuk.


Feli dan Denis di buat tersenyum selalu dengan ocehan Arya.


"Bunda, kalau Bunda dan Ayah sudah tinggal bersama aku ingin Adik ya" ucap Arya dengan polos.


"Iya sayang, mau berapa Adik nya?" tanya Denis semangat.


"Eummmm 3 saja, Ayah" jawab Arya antusias

__ADS_1


"Tanya Bunda nya sayang" ucap Denis mengulum senyum.


"Bunda boleh kan?" tanya Arya dengan wajah polos nya.


Feli melirik Denis yang sedang tertawa pelan. Lalu Feli mendelik Denis dengan kesal.


"Boleh kan, Bunnnn" rengek Arya.


"Iya sayang boleh" pasrah Feli dengan tersenyum.


"Yeayyy, Abang Arya" ucap Arya dengan penuh bahagia.


***


Sore hari nya, mobil yang di tumpangi Feli sampai juga di Desa. Mereka langsung saja keluar dari mobil.


"Nak Feli" panggil Bu Halim.


Feli menengok dan tersenyum melihat wanita paruh baya tersebut.


Feli langsung menghampiri dan memeluk Bu Halim dengan lembut.


"Apa kabar, Bu?" tanya Feli


"Baik, Nak. Bagaimana kabar mu?" tanya Bu Halim kembali.


"Buuuuu" teriak Fatwa dengan menghampiri mereka.


"Yaampun Fatwa, kamu sudah besar dan semakin tampan" ucap Bu Halim terkekeh.


Fatwa lalu memeluk Bu Halim dengan erat. Ia merasa sangat rindu dengan wanita yang selalu membantu nya.


"Ayo masuk dulu, Ibu sudah siapkan makanan di dalam" ucap Bu Halim lembut.


Mereka lalu masuk ke dalam Rumah, Denis dan Fatwa membawa masuk semua barang-barang yang mereka bawa.


"Mau berapa lama kalian disini?" tanya Bu Halim


"3 hari, Bu. Karena Fatwa dan Mas Denis harus bekerja" jawab Feli


Mereka akan makan malam di belakang dengan menggelar tikar. Bu Halim, Feli dan Celin langsung menata dan menyiapkan semua nya.


Sedangkan Denis sedang membersihkan diri nya bersama Arya, dan untuk Fatwa ia sedang mengundang Bu Rt dan Pak Rt untuk makan malam bersama.


Ceklek.

__ADS_1


Feli masuk ke dalam kamar nya dan tidak melihat siapa-siapa disana. Lalu Feli menyiapkan pakaian Arya dan Denis.


"Bunda , Ayah jahil" ucap Arya dengan berlari ke arah Feli.


"Eh jangan lari-lari nanti jatuh sayang" tegur Feli


Arya dan Denis langsung saja cengengesan. Denis langsung membawa pakaian ganti nya ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Feli, ia langsung saja memakaikan baju pada Arya.


Setelah selesai, Arya langsung keluar karena sudah tak sabar ingin jalan-jalan.


Denis keluar kamar mandi sudah rapih. Ia menghampiri Feli yang sedang menata pakaian mereka di lemari.


"Sana mandi dulu, biar Mas yang nata nya" ucap Denis tersenyum.


"Maaf Rumah nya kecil ya, Mas" ucap Feli tak enak.


"Tidak apa, disini enak udara nya sejuk dan damai" balas Denis lembut.


Feli mengangguk dan berlalu ke kamar mandi. Sebelum acara makan malam nya , mereka akan berkumpul dengan mengobrol santai.


🍄


Setelah semua nya kumpul, mereka melepas rindu dengan bercengkrama dan canda tawa.


"Oh iyaa Fel, ini siapa?" tanya Bu Halim menunjuk Celin.


"Dia calon nya, Fatwa" jawab Feli tersenyum.


"Wah kamu jago juga ya, Fat. Calonnya cantik bener" goda Pak Halim.


"Iya dong, Pak. Nanti kalian kesana saat kami menikah" ucap Fatwa terkekeh.


"Haha siaplahh" balas Pak Halim.


Jam makan malam pun tiba, mereka langsung saja memulai nya. Celin menyiapkan makanan untuk Fatwa.


Sedangkan Feli, ia harus menyiapkan makanan untuk Arya dan Denis. Tetapi ia tidak merasa risih ataupun apapun, yang ada Feli malah merasa sangat bahagia.


Makan malam pun terlewati dengan sangat hangat, bahkan tawa dan canda tidak pernah lepas disana.


Denis merasakan ke hangatan yang sangat ia rasakan dulu saat ada sang Ayah. Ia ikut tersenyum saat Pak Halim dan Pak Rt menggoda Putra nya, Arya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2