Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Ricuh


__ADS_3

Setelah selesai berdansa, Feli mengajak Denis untuk duduk kembali. Feli ingin menikmati malam tersebut disana.


"Mau pulang atau disini dulu?" tanya Denis.


"Aku ingin disini dulu sebentar, tapi aku ingat Arya di mansion" jawab Feli menghela nafas berat.


"Arya sedang berkunjung ke Kota S, dia ingin bertemu Om dan Tante nya" ucap Denis lembut.


Feli langsung melotot kaget, pasalnya ia tidak tahu sama sekali dengan rencana sang Putra.


"Kok gak bilang sama aku" keluh Feli sendu.


Denis memberikan ponsel nya yang sedang terhubung dengan panggilan Vidio dari Arya.


"Bunda jangan nangis, aku hanya 2 hari saja. Bunda sama Ayah dulu ya, jangan sedih begitu" ucap Arya tersenyum ceria.


"Kok Abang gak bilang Bunda dulu, kan Bunda bisa siapin semua kebutuhan Abang" balas Feli cemberut.


"Tidak perlu, Nak. Semua nya sudah Mommy siapkan. Kamu bersenang-senanglah bersama Ayah nya anak-anak" timpal Bu Maya terkekeh.


"Ah Mommy sangat pengertia sekali" pekik Denis dengan girang.


"Ishhh Mommy" gerutu Feli dengan cemberut.


Arya dan Bu Maya langsung melambaikan tangannya dan mematikan panggilan ponsel nya.


"Pulang yuk, Mas" ajak Feli lesu.


"Hei kata Arya juga jangan sedih, dia ingin memberikan waktu berdua buat kita, sayang" ucap Denis lembut.


Feli memgangguk tersenyum, lalu ia bangkit dan memeluk lengan suami nya posesif.


"Ngantuk" rengek Feli degan wajah gemas nya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo pulang Nyonya Natakusuma" ucap Denis sambil mengecup bibir Feli gemas.


"Menggemaskan sekali sih istri aku ini" kekeh Denis dengan tersenyum.


"Isshhhhh Mas" kesal Feli mengkrucutkan bibir nya.


"Hehe iya ayo sayang" ucap Denis melangkah bersama dengan Feli.


Sedangkan di bawah sedang sangat ricuh, bahkan banyak sekali keamanan yang turun tangan langsung.


Bahkan anak buah Denis pun ikut membereskan nya.


"Nona, anda jangan ngotot ingin ke atas karena di sana sudah di sewa oleh seseorang" tegas Manager disana.


"Siapa sih yang nyewa nya, aku ingin makan disana. Aku juga bayar disini dan biarkan saya ke atas" teriak Zia dengan keras.


Ya yang membuat ricuh disana adalah Zia, dia ngotot ingin naik ke lantai atas karena ia tahu bahwa Denis ada di sana.


Tetapi ia malah di tahan oleh keamanan dan anak buah Denis. Bahkan dia sempat akan di seret dari sana.


"Silahkan jika anda ingin ke atas, Nona" ucap nya lagi datar.


Zia tersenyum kesenangan dan kaki nya sudah akan melangkah ke tangga. Tetapi belum sampai dia menapakan kaki nya di tangga, suara anak buah Denis terdengar kembali dan membuatnya menciut.


"Jika anda ke atas maka siap-siap saja anda tidak akan melihat matahari terbit besok pagi" ucap anak buah Denis dingin.


Glek.


"Memang siapa sih yang ada di atas, kenapa sampai kalian melarang saya untuk ke atas" geram Zia dengan lantang.


"Saya" ucap Denis yang sedang menuruni tangga dengan merangkul pinggang sang Istri.


"Ah hai Mas Denis, mereka semua melarangku masuk ke atas" adu Zia dengan centil.

__ADS_1


"Memang tidak boleh ada yang naik, karena itu akan menganggu kami" cetuk Feli dengan santai.


"Cih" desis Zia dengan kesal.


"Benar apa kata istri-ku, karena itu akan menganggu kami yang sedang Dinner Romantis. Dan ingat batasan anda Nona Zia, panggil saya dengan semesti nya" bentak Denis penuh penekanan.


Feli memeluk pinggang Denis dengan manja, ia ingin melihatkan bahwa Denis adalah milik nya.


"Mas" rengek Feli


"Ayo sayang kita pulang, dan kamu urus wanita tak tahu malu itu" ucap Denis dingin.


Orang kepercayaan Denis mengangguk dan mempersilahkan Tuan serta Nyonya nya pergi dari sana.


Zia yang ingin memegang Denis pun langsung di seret oleh anak buah Denis.


"Jangan lancang kau wanita re**ah" bentak anak buah Denis.


"Hei jaga bicara mu, sia*an" teriak Zia dengan geram.


Plak.


"Ini peringatan untuk-mu, Nona. Jangan berani sekali lagi mendekati Tuan dan Nyonya" ucap Roy, tangan kanan Raka dan Denis.


Zia hanya meringis dan langsung pergi dari sana. Semua pengunjung hanya pura-pura tidak tahu dan tidak terjadi apa-apa, karena mereka tahu bagaimana resiko nya bila berurusan dengan Natakusuma.


"Lihat saja kalian, aku akan membalas nya" batin Zia dengan penuh emosi.


Lalu Zia pergi ke Apart, dia sudah gagal kembali dengan mendekati Denis. Bahkan Zia merasa sangat kesal dengan istri Denis.


"Aku akan merebut Denis kembali. Sial, aku bahkan sangat susah untuk sekedar mendekati anal sia*lan itu" gerutu Zia selama perjalanan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2