Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
H-1


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dengan cepat, bahkan seprti tidak terasa saja dan besok adalah pernikahan Denis dan Feli.


Semua persiapan sudah sempurna, bahkan Denis menempatkan beberapa anak buah nya di lokasi dan luar lokasi.


Undangan sudah tersebar , bahkan media juga sudah siap meliput acara sakral Tuan Muda Natakusuma yang di kenal dengan Raja Bisnis terkejam.


"Ayah, besok Bunda sudah tinggal bersama kita?" tanya Arya saat sebelum tidur.


"Iya sayang, apa kamu bahagia?" tanya Denis balik.


"Bahagia banget dong, apalagi kalau ada Adik bayi" ceplos Arya dengan berbinar.


Lalu Denis membisikan sesuatu pada Arya, dan Arya menganggukan kepala dengan tersenyum.


"Nak, jika nanti Ibu kandungmu datang bagaimana?" tanya Denis perlahan.


"Tidak apa, Ayah. Aku akan menerima nya, aku tidak benci hanya saja kecewa. Meski aku kecil, tetapi aku merasa kecewa dengan Ibu karena meninggalkan aku begitu saja" jawab Arya dengan datar.


"Kata Bunda Feli, bagaimana pun dia itu tetap Ibu kandung Arya" ucap nya lagi.


Denis memeluk nya dengan sayang, lalu ia mengecup kepala Arya berkali-kali.


"Sekarang waktu nya tidur ya, Ayah akan melihat Nenek dulu" ucap Denis lembut.


"Iyaa Ayah" balas Arya.


Denis membenarkan letak selimut pada tubuh sang Putra. Lalu ia keluar dari kamar nya dan menuju ke ruangan keluarga.


"Mom" panggil Denis.


"Iyaa, Nak" balas Bu Maya tersenyum.


"Apa semua nya sudah siap? Tidak ada yang ketinggalan kan" tanya Denis.


"Sudah, semua nya lengkap dan sudah di antarkan ke Hotel" jawab Bu Maya tersenyum.


"Maaf merepotkan Mommy" ucap Denis sendu.

__ADS_1


"Hei tidak apa, Mommy justru sangat bahagia" balas Bu Maya terkekeh.


Denis mengangguk dan menyuruh sang Mommy untuk istirahat dulu.


***


Sedangkan di Hotel , Azri dan Rehan sedang memeriksa semua nya kembali bersama dengan anak buah Denis.


Mereka tidak ingin ada kesalahan apapun, apalagi kesalahan dengan sengaja.


"Semua nya aman, dan kalian tetap waspada serta penjagaan harus ketat" ucap Azri.


"Baik Tuan" balas salah satu anak buah Denis.


Azri mengangguk dan langsung keluar dari Hotel. Mereka akan ke Rumah Feli, karena disana sudah berkumpul semua nya.


Rencana nya mereka akan ke Hotel nanti malam, dan ini baru juga sore.


"Hahh melelahkan sekali" gerutu Rehan.


"Iyaa, tapi demi Kak Feli dan Tuan Muda" balas Azri terkekeh.


"Kau benar, Han. Aku pun sangat bangga pada Kak Feli. Ia bahkan sanggup menyekolahkan Fatwa sampai segini besar nya" balas Azri dengan tawa pelan.


Mereka terus saja mengobrol selama di perjalan, hingga mereka sampai di depan Rumah Feli.


Disana banyak sekali orang, keluarga Dokter Adnan, keluarga Budhe dan ada warga Desa yang ikut serta menghadiri acara pernikahan Feli.


"Fat, rame bener. Mana calon bini gue?" tanya Azri


"Noh lagi di kelonin sama jantan lain" jawab Fatwa santai.


"Si*alan loh" kesal Azri dengan melemparkan makanan ke arah Fatwa.


Sedangkan Fatwa, ia sudah tertawa dengan terbahak disana.


"Mereka lagi ngumpul di kamar Kak Feli" ucap Fatwa dengan sisa tawa nya.

__ADS_1


"Kapan kalian akan nikah?" tanya Fatwa serius.


"Lo dulu, nanti Azri dan baru gue. Gue sih nunggu lulus doang" jawab Rehan.


"Gue 1 bulan abis lo" jawab Azri yakin.


Fatwa hanya mengangguk dan kembali membantu yang lainnya lagi.


🍄


Malam hari nya semua orang sudah berangkat ke Hotel. Mereka di sana di siapkan kamar oleh Denis, bahkan mereka di perlakukan seperti ratu saja.


Anak buah Denis selalu mengawasi nya dari kejauhan dan bahkan ada juga yang memang di utus untuk menjaga mereka semua dan mengawal nya ke Hotel.


Feli duduk dengan gugup, ia menatap ke arah luar jendela mobil.


"Ayah, Ibu. Do'akan aku ya, besok Feli akan menikah dengan pria yang jadi pilihan Feli. Semoga saja dia adalah pria yang tepat untuk Feli" batin Feli lirih.


"Jangan melamun sayang" tegur Bunda Sonia.


Feli melirik dan tersenyum lembut.


"Tidak kok, Bun. Hanya saja merasa gugup" balas Feli tersenyum kikuk.


"Rilexs saja, Nak" ucap Bu Rt mengusap lembut punggung tangan Feli.


Felo menganggukan kepala nya dan tersenyum ke arah Bu Rt.


Selama di perjalanan , Feli mendapatkan banyak petuah dari Bu Rt dan Bunda Sonia. Mereka menasehati Feli, memberitahu nya dan mengajari nya.


Feli mendengarkan nya dengan sangat serius, ia bersyukur mendapatkan pemahaman dari mereka berdua.


Hingga tak terasa mobil yang membawa mereka sampai di Hotel. Feli dan yang lainnya langsung di bawa ke kamar masing-masing oleh pengawal dan pegawai Hotel.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2