
1 Minggu berlalu dan hari ini Feli sudah kedatangan tamu dan berbagai hadiah yang sangat banyak. Saking banyak nya, satu kamar penuh oleh kado dari Keluarga, teman dan para Karyawan Natakusuma.
Arya tidak pernah jauh dari sang Adik, bahkan ia sangat posesif.
"Bunda, Adik nya kok belum di kasih nama?" tanya Arya dengan bingung.
"Tuh tanya sama Ayah saja, Bang" jawab Feli tersenyum.
"Kaneisha Enzi Aradea, Baby Ara" ucap Denis dengan mencubit pelan pipi Ara yang sudah agak gembul.
"Wah sangat indah, hai Baby Ara" ucap Bu Maya seraya mengambil tubuh mungil tersebut dari pangkuan Bunda nya.
"Nenek" rajuk Arya yang sedang asyik bermain dengan sang Adik.
"Hehe, Nenek pinjam sebentar sayang" ucap Bu Maya terkekeh.
Sedangkan Arya, dia hanya cemberut saja.
"Assalamualaikum" ucap Bunda Sonia.
"Waalaikumsallam" balas Feli dan yang lainnya
"Wah Nenek yang satu ini baru nengok aku, kemana aja Son?" tanya Bu Maya
"Biasa kerjaan Mas Adnan tidak bisa di tinggalkan" jawab Bu Sonia terkekeh.
Feli hanya tersenyum saja, ia masih menenangkan Putra nya yang sedang merajuk.
"Loh kenapa ini anak tampan cemberut saja" ucap Adnan dengan tersenyum.
"Tuh gara-gara Nenek ambil Adik Ara" jawab Arya mengkrucutkan bibir nya.
"Wah Abang yang posesif" goda Bu Sonia dengan tawa renyah nya.
Arya semakin kesal, bahkan ia sudah berkaca-kaca. Feli langsung saja memeluk Putra sulung nya dengan sayang.
__ADS_1
"Iya Abang itu akan jadi Abang yang sangat menyayangi Ara, menjaga Ara dan pokoknya semua demi kebaikan Ara Abang lakukan. Apalagi nanti kalau ada Pria yang mau mendekati Ara, akan Abang hajar" ucap Arya dengan suara yang menggemaskan.
"Iyaa, kamu dan Ayah yang akan menjadi super hero nya Bunda dan Ara" hibur Feli dengan tersenyum.
Arya mengangguk dan memeluk tubuh Feli dengan erat, lalu ia menatap kembali Ara yang berada di gendongan Bu Sonia.
Sedangkan Denis, ia sudah pergi ke ruang keluarga bersama dengan Ayah Adnan.
Oek.. Oek. Oek.
"Kayak nya dia haus, Fel" ucap Bu Sonia sambil memberikan Baby Ara.
"Ishh Nenek malah di jahatin Adek Ara nya kan jadi nangis" omel Arya dengan kesal.
Sedangkan Bu Sonia hanya terkekeh dan mengecup gemas pipi Arya.
Mereka kumpul disana hingga jam makan malam tiba, Feli merasa beruntung sekali bertemu dengan orang-orang baik seperti mereka.
"Bunda tidak menginap saja disini?" tanya Feli sendu.
"Kapan-kapan kalian juga kesana dan jangan lupa bawa Baby Ara dan Arya" timpal Ayah Adnan.
"Iyaa Ayah, Bunda. Kalian hati-hati di jalan dan salam buat Mbak Raisa dan Bang Izik" ucap Feli lembut.
Bu Sonia menganggukan kepala, setelah itu mereka pergi dari mansion tersebut.
Setelah kepergian Bu Sonia, Feli dan Denis langsung saja masuk ke dalam mansion.
"Dimana Baby Ara, Mas?" tanya Feli
"Sudah di kamar bersama dengan Abang-Nya" jawab Denis lembut.
Lalu Feli dan Denis berjalan ke arah kamar anak-anak yang masih terhubung dengan kamar mereka.
"Sudah pules ternyata" ucap Feli terkekeh dengan membenarkan selimut Arya.
__ADS_1
Setelah melihat Putra dan Putri nya, Feli langsung saja masuk ke kamar nya.
"Mas" panggil Feli
"Di balkon, sayang" jawab Denis
Feli langsung saja melangkah ke arah balkon kamar, ia melihat Denis yang sedang berdiri di pinggir balkon.
Feli tersenyum dan langsung memeluk tubuh Suami nya dari belakang.
"Kenapa, Mas?" tanya Feli lembut.
"Tidak apa, Sayang. Mas hanya sedang bahagia saja, sejak pertama kali kita bertemu dan mengenalmu hingga saat ini bersama, semua nya masih terasa mimpi dan aku tidak percaya. Aku bahagia sekali, kehidupan yang aku idam-idam kan kini aku merasakannya juga, mempunyai Istri yang baik, cantik dan pengertian. Di tambah dengan Putra dan Putri kita yang sangat menggemaskan" jawab Denis dengan menatap ke arah langit.
Feli melepaskan pelukannya dan berdiri di samping Suami nya.
"Aku juga sangat bahagia, Mas. Bisa mengenal mu dan memiliki mu seperti saat ini. Aku bersyukur sekali, dulu kehidupan ku sangat jauh dari kata baik, hingga akhir nya aku bertemu dengan mu , menikah dengan mu dan mempunyai buah hati yang sangat indah. Aku mencintai-Mu Mas" ucap Feli dengan menatap wajah Denis dengan intens.
"Aku juga mencintai-Mu, Istri ku" balas Denis lembut.
Lalu Denis mengecap bi*ir manis milik Feli. Di temani dengan gemerlap nya bintang dan terang nya cahaya bulan.
Mereka terus saja menyalurkan rasa bahagia dan syukur nya dengan saling memeluk.
-TAMAT-
****
Terimakasih untuk semuanya, maaf bila cerita nya tidak bagus dan masih banyak typo ataupun monoton.
Untuk season 2 insya allah akan tetap di Novel ini ya.
Jangan di Unfav ya.
Salam Hangat Hnislstiwti.
__ADS_1