Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Tamu Jauh.


__ADS_3

Mentari pagi baru saja menampakan diri nya, bahkan sudah sejak tadi Fatwa terjaga dari tidur.


"Nyenyak sekali dan tumben jam segini belum bangun" gumam Fatwa sambil merapihkan anak rambut Celin.


Sedangkan Celin menggeliat karena merasa terganggu dengan kegiatan tidur nya.


"Eummmm" lenguh Celin dengan mengerjapkan mata nya.


"Selamat pagi, Sayang" ucap Fatwa tersenyum.


Celin membalas nya dengan tersenyum juga, lalu ia beringsut bangun karena melihat matahari yang sudah naik.


"Aku kesiangan" pekik nya dan langsung berdiri.


"Jangan lari, sayang" tegur Fatwa dengan tegas.


"Maaf, lupa" kekeh Celin. Lalu Celin berjalan ke arah kamar mandi.


Sedangkan Fatwa juga ikut mengekor di belakangnya. Mereka akan mandi bersama untuk menghemat waktu.


Setelah selesai semuanya, Fatwa membawa Celin turun, mereka akan langsung ke Rumah sakit tanpa sarapan.


"Sarapan dulu, Nak" ucap Pak Akbar.


"Tidak Pak, kami akan langsung pergi karena sudah siang" balas Fatwa menyalami Pak Akbar.


Pak Akbar hanya mengangguk dengan tersenyum, lalu ia memilih untuk kembali ke halaman belakang.


Disini lah Pak Akbar, di halaman belakang dengan kebun yang kecil tetapi banyak sekali sayuran dan buah-buahan.


"Laura, bagaimana kabarmu sekarang? Aku sangat kecewa karena kamu tidak bersedia kembali padaku. Tetapi aku juga bersyukur, karena kamu aku jadi melupakan keponakan dan putra ku, sekarang aku bahagia dengan mereka Laura. Aku berdoa semoga kamu juga bisa lebih baik lagi" gumam Pak Akbar sambil memandang jauh ke depan.


"Maaf, Tuan. Mana sayuran yang sudah di petik?" tanya Bi Iyem.


"Ini Bi, sekarang kita akan kedatangan tamu jauh jadi Bibi nanti masak agak banyak ya" jawab Pak Akbar.


Mereka tinggal disana ber 4 dengan pembantu 1. Awalnya Celin menolak memakai jasa pembantu, tetapi ia tidak tega jika harus menolak Bi iyem.


Bi Iyem langsung saja membawa masuk sayuran yang masih segar ke dalam. Mereka memang jarang sekali membeli sayuran ke luar, hanya membeli ikan dan daging saja, karena sayurannya sangat banyak di halaman belakang.

__ADS_1


Setelah hampir 1 jam pergi, akhirnya Fatwa dan Celin kembali pulang dengan wajah penuh kebahagian.


"Tuan, Nyonya" sapa Bi iyem.


"Bi buatkan minuman dan antarkan ke ruang tamu, ya" ucap Celin dengan ramah.


"Baik Nyonya" balas Bi Iyem.


Lalu Celin dan Fatwa melangkah ke ruang tamu, disana sang Bapak sudah menunggu sambil membaca koran.


"Pak" panggil Fatwa dan Celin.


Pak Akbar mendongkak dan langsung menyimpan kembali koran yang sedang di baca nya.


"Bagaimana hasilnya, Nak?" tanya Pak Akbar.


"Positif, Bapak akan jadi Kakek" jawab Celin dengan semangat.


"Wah Tuan, Nyonya selamat ya" ucap Bi iyem yang baru saja tiba.


Celin menganggukan kepala dengan wajah berseri. Lalu mereka mengobrol terlebih dulu disana.


Celin berdiri dan akan menyiapkan makanan untuk nanti makan siang.


"Jangan sayang, kamu denger kan tadi apa kata Dokter" larang Fatwa dengan lembut.


"Aku gak akan ke cape'an kok, Mas. Aku hanya akan membantu sedikit saja selebihnya biar Bi Iyem" bujuk Celin dengan tatapan polos nya.


"Baiklah, awas jangan kesana kemari" peringat Fatwa.


Celin tersenyum dan berlalu ke arah dapur. Disana Bi Iyem sedang mencuci bahan-bahan yang akan di masak.


Bi Iyem hanya memperbolehkan Nyonya nya untuk mengupas dan memotong sayuran saja. Karena ia juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan kandungan sang Nyonya.


*


Siang hari nya, Keluarga Denis pun sudah sampai. Bahkan Feli sudah merebahkan diri nya karena lelah selama perjalanan.


Arya, dia sudah bergelayut manja di lengan Fatwa, padahal ia baru-baru ini ke tempat Fatwa.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Cel?" tanya Feli.


"Gapapa, Kak. Hanya lelah saja" jawab Celin tersenyum.


"Apa ada sesuatu?" tanya Feli menatap Fatwa.


Fatwa tekekeh dan duduk dengan benar.


"Iyaa, aku punya kabar bahagia. Karena sebentar lagi aku akan jadi Ayah, Kak" ucap Fatwa dengan berbinar.


"Wahhh benarkah? Selamat ya sayang" ucap Feli dengan antusias dan memeluk tubuh Celin.


"Terimakasih, Kak" balas Celin


"Berarti Om juga akan punya Bayi?" tanya Arya polos.


"Iyaa sayang" jawab Feli.


Denis memeluk Adik ipar nya dan mengucapkan selamat pada nya.


"Ayo makan siang dulu, semuanya sudah siap" ajak Pak Akbar.


"Ahh iya, ayo Kak" timpal Celin.


Lalu mereka berjalan ke arah ruang makan. Disana sudah banyak sekali makanan yang tersaji dengan rapih.


"Jadi ngeropotin ya" ucap Feli tak enak.


"Gapapa Kak, gak tiap hari ini" balas Fatwa terkekeh.


Feli mencebik dan mengambilkan makanan untuk Denis dan Arya.


Mereka makan siang dengan tenang, tetapi ada saja celetukan dari Arya dan Fatwa yang membuat mereka tertawa.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2