
Malam hari nya, Feli langsung ke kamar nya setelah menidurkan sang Putra.
"Hufh baru semalam sudah sepi gini" gumam Feli lirih.
Lalu Feli memilih ganti pakaian dan langsung tidur. Tetapi baru saja akan memejamkan mata nya, ponsel nya berbunyi.
"Halo, Masss" pekik Feli dengan wajah bahagia saat mengangkat VidioCall dari Denis.
"Sedang apa, sayang?" tanya Denis
"Mau tidur, Mas udah sampai?" tanya Feli balik
"Sudah, ini baru selesai mandi. Kenapa wajah nya di tekuk" ucap Denis lembut
"Sepi, biasa nya berdua" rengek Feli
Denis terkekeh dan merebahkan tubuh nya di ranjang Hotel tersebut.
"Sabar ya, cuma 3 hari kok. Aku usahakan secepat nya pulang" ucap Denis lembut.
Feli mengangguk dengan berkaca-kaca. Selama 2 minggu menikah ia selalu saja bersama dengan suami nya.
"Jangan nangis dong, nanti aku kerja nya gak fokus" ucap Denis.
"Iya enggak kok, yaudah sekarang Mas tidur saja udah malam juga" balas Feli tersenyum.
Denis mengangguk dan mematikan panggilan nya.
Feli langsung saja memejamkan mata nya dengan lega, karena Denis sudah ada kabar dan baik-baik saja.
***
Pagi ini Feli bangun sedikit lesu, bahkan ia bangun agak siang karena semalaman bukannya terlelap ia malah gelisah karena Rindu akan suami nya.
"Bunda kenapa?" tanya Arya
"Tidak apa sayang" jawab Feli lembut.
Arya menganggukan kepala dan kembali makan sarapan nya. Hari ini, Feli dan Arya akan di antarkan oleh sopir pribadi Denis.
__ADS_1
"Ayo sayang" ajak Feli tersenyum.
Arya berjalan dengan sangat semangat, mereka lalu masuk ke dalam mobil yang sudah siap.
"Pak, nanti pulang dulu saja. Kalau sudah akan pulanh nanti saya kabarin" ucap Feli.
"Baik Nyonya" balas sang sopir.
Sesampai nya di sekolah, Feli dan Arya langsung keluar. Amora sudah menunggu mereka di gerbang sekolah.
***
Sedangkan di kota M, Denis sedang marah besar karena kerugian dan penggelapan dana nya bukan sedikit.
"Saya tidak mau tau, sekarang berikan laporan keuangan nya" ucap Denis dengan dingin.
Kepala keuangan pun memberikan laporan tersebut dengan tangan gemetar.
Denis membuka dan mengecek nya.
Brak.
Semua yang ada disana bergetar ketakutan, meski ada yang tidak tahu sama sekali.
"Raka" panggil Denis.
"Siap Tuan" balas Raka lalu ia keluar ruangan dan tak lama masuk kembali.
"Kalian kembali bekerja" ucap Deni datar.
Mereka mengangguk kepala dan langsung keluar dari kandang singa itu.
Denis menyenderkan kepala nya dan memijit pelipis nya.
"Berani sekali mereka bermain dengan ku, kau harus menemukan mereka" tekan Denis.
"Mereka sudah di tangan anak buah kita, Tuan" lapor Raka.
"Bagus, berikan mereka pelajaran. Dan ganti semua bahan yang ada di proyek disini" ucap Denis.
__ADS_1
Lalu Denis melangkahkan kaki nya keluar ruangan meeting dan di ikuti oleh Raka.
Mereka akan meninjau proyek nya terlebih dulu, baru besok akan melihat cabang perusahaan yang lainnya.
Denis menatap poto dirinya , Feli dan Arya.
"Ah aku merindukan kalian" gumam Denis tersenyum.
"Aku harus selesaikan urusan disini secepat nya" gumam nya lagi dengan semangat.
🍄
Sore hari nya, Denis dan Raka baru saja pulang dari proyek. Mereka langsung masuk ke kamar nya masing-masing.
Denis langsung saja membersihkan dirinya yang sangat lengket dan lelah.
"Ah aku merindukan kamu, Feli" gumam Denis.
Biasanya lelah akan pekerjaannya akan hilang saat melihat senyuman manis di bibir sang istri dan putra nya.
Setelah selesai membersihkan diri, Denis merebahkan tubuh nya yang lelah tersebut, dan tak lama kemudian dia pun tertidur.
🍄
Berbeda dengan Denis, saat ini Feli dan Arya sedang melakukan berenang bersama. Feli sejenak melupakan suami nya yang sedang sibuk bekerja.
"Sayang udah yuk" ajak Feli
"Bentar lagi, Bun" balas Arya dengan memelas.
"Yaudah, jangan lama-lama" pasrah Feli.
Arya mengangguk dan kembali bermain air, mereka sangat menikmati nya.
Setelah dirasa puas, mereka akhirnya membersihkan diri dan Feli langsung saja menyiapkan untuk makan malam.
.
.
__ADS_1
.