
Hari berganti dengan cepat, bahkan tidak merasa bahwa ia sudah mulai kuliah dari 2 bulan yang lalu.
Hari ini, tepat Feli dan Fatwa 7 bulan tinggal di Ibu Kota. Bahkan Feli sudah sangat nyaman bekerja dengan Denis.
Feli dengan biasa selalu datang pagi-pagi, karena Feli juga harus menyiapkan bekal makanan untuk Denis.
Hubungan ke dua nya semakin dekat saja, tetapi Feli tidak pernah memikirkan perasaannya yang kian hari semakin merasa nyaman dengan Denis.
"Bundaaa" teriak Arya dengan bahagia.
"Hai jagoan, sedang apa disini?" tanya Feli dengan membawa Arya ke dalam.
"Nungguin kamu, dia tidak akan masuk kalau kamu belum datang" jawab Denis terkekeh.
"Selamat Pagi, Tuan" sapa Feli tersenyum.
Denis hanya menganggukan kepala dan mengikuti mereka ke ruang makan.
Seperti biasa, Feli mengambil makanan untuk Denis dan Arya. Baru setelah itu ia akan menyiapkan makanan untuk bekal Denis.
"Ayah" panggil Arya saat Feli pergi ke dapur.
"Ada apa son?" tanya Denis
"Kemarin di kampus Bunda, aku melihat ada banyak lelaki yang menatap Bunda dengan kagum. Dan ada satu lelaki yang selalu mendekati Bunda" adu Arya dengan serius.
Denis langsung saja menghentikan makan nya dan menatap Arya dengan instens.
"Kamu harus menjaga Bunda dari lelaki itu dan jangan biarkan dia mendekati Bunda" ucap Denis dengan tegas.
"Makannya cepat bergerak, kan sudah ada yang mau nikung" ledek Bu Maya dengan santai.
"Mommmm" ucap Denis kesal.
__ADS_1
"Apa? Mommy benar kan, kalau kamu makin lama dia akan segera di rebut lelaki lain" ucap Bu Maya serius.
"Iyaa Ayah, aku juga mau Bunda Feli jadi Bunda aku beneran dan tinggal disini bersama kami" ucap Arya.
Denis langsung tersenyum mengangguk, mereka kembali fokus pada makanan nya karena Feli juga sudah kembali kesana.
"Tuan, Bu. Saya hari ini izin membawa Arya ke Caffe ya, mumpung saya libur kuliah" izin Feli dengan menunduk.
"Bersiaplah, kalian akan berangkat bersama dengan ku" ucap Denis yang berdiri karena sudah selesai makannya.
"Ayo Ayah, aku sudah siap bahkan sudah ingin kesana" ucap Arya semangat.
"Apa Ibu mau ikut?" tanya Feli lembut
"Tidak Nak, Ibu akan pergi ke luar Negeri hari ini untuk mengunjungi keluarga disana" jawab Bu Maya lembut.
"Yaudah kalau begitu kami berangkat dulu ya" pamit Feli sambil mencium punggung tangan Bu Maya.
Feli menatap Denis , Denis dan Arya langsung saja menganggukan kepala nya. Feli juga menganggukan kepala.
Setelah itu, Feli dan Denis langsung saja pergi dari sana. Sedangkan Bu Maya akan di antarkan oleh sopir pribadi nya.
Di sepanjang jalan, Arya hanya menempel pada Feli, ia sudah sangat lengket sekali pada Feli.
Ting.
Ponsel Feli berbunyi, dan dengan segera Feli mengambil serta melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
Feli tersenyum melihat isi pesan tersebut, bahkan dengan sangat lincah ia membalas nya.
Denis mendelik dengan tajam, ia merasa sangat penasaran dengan siapa Feli bertukar pesan.
"Ck, siapa yang sudah mengirim pesan pada Feli, hingga membuat Feli tersenyum begitu" batin Denis dongkol.
__ADS_1
Sedangkan Feli, tidak menyadari sikap Denis, ia masih saja membalas pesan yang masuk ke ponsel. Arya hanya diam dengan memainkan mainan yang ia bawa dari Rumah.
Sesampai nya di Caffe, Feli dan Arya langsung saja turun setelah berpamitan pada Denis. Feli langsung masuk ke dalam Caffe.
"Ahhh sama siapa dia berbalas pesan. Tidak bisa di biarkan" gerutu Denis dengan kesal.
Denis langsung melajukan mobil nya ke arah perusahaan. Ia masih saja gelisah memikirkan Feli yang tersenyum saat ada pesan masuk.
Sesampai nya di perusahaan, Denis langsung masuk dengan wajah semakin dingin dan datar.
"Kenapa tuh, Bos. Mukanya dingin amat" bisik Resepsionis di depan.
"Iyaa, udah ah jangan di bahas takut kena omel" balas temannya dengan bergedik ngeri.
Denis langsung menghempaskan tubuh nya di kursi kebesaran nya. Ia memijit kening nya yang berdenyut pusing.
"Hahhhh aku harus segera menyatakan nya pada Feli, aku takut Feli keburu sama lelaki lain" gumam Denis dengan yakin.
Denis memilih bekerja dan melupakan kejadian tadi, tetapi ia tetap saja gelisah memikirkan Feli, sampai-sampai ia tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja.
***
Sedangkan di Caffe, Feli terkikik saat membaca pesan dari Raisa. Ya yang tadi mengirim pesan pada nya adalah Raisa, Bumil itu mengajak Feli bertemu di Caffe Fatwa.
Arya langsung saja duduk dan memesan beberapa Cake pada Celin. Ia akan selalu anteng kalau bersama dengan Feli, mau Feli sedang kuliah sekalipun.
Arya tidak akan menganggu Feli kalau bukan hal yang sangat mendesak.
.
.
.
__ADS_1