Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Menyatakan


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Denis dan Feli berangkat. Feli di paksa memakai dress yang sangat cantik oleh Arya.


"Kenapa? Seperti gelisah?" tanya Denis


"Tidak apa, saya tidak nyaman dengan pakaiannya" jawab Feli dengan lirih.


"Kau terlihat cantik, Fel" ucap Denis tulus.


Feli hanya menunduk dan menyembunyikan wajah merah nya. Lalu pandangannya kini beralih ke luar jendela yang menampilkan pemandangan malam hari.


Denis menghentikan mobil nya di tepi jalan, lalu ia melihat Feli.


"Pakai ini dulu ya" ucap Denis memakaikan kain supaya menutup mata Feli.


"Untuk apa, Tuan?" tanya Feli takut.


"Jangan takut, aku punya sesuatu untukmu" jawab Denis lembut.


Feli hanya mengangguk menurut saja, padahal ia merasa takut apalagi mata nya di tutup.


Denis melajukan kembali mobil nya, ia sesekali menatap Feli yang terlihat gelisah.


Sesampai nya di tempat tujuan, Denis langsung keluar dan membukakan pintu untuk Feli.


"Ayo ikuti aku, aku akan pegang tangan-mu" ucap Denis lembut.


Lalu Feli mengikuti langkah Denis, ia merasa sangat berdebar entah mengapa ia merasa jantung nya berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Tuan, anda tidak akan membuang saya kan" ucap Feli takut.


"Ck, tidak lah masa iya saya membuang kamu" balas Denis.


Lalu Denis berhenti dan otomatis Feli pun ikut berhenti disana.


"Apa sudah sampai?" tanya Feli


"Iyaa, sebentar aku buka dulu kain nya" jawab Denis.

__ADS_1


Lalu Denis membuka kain tersebut dan membiarkan Feli mengerjapkan mata nya.


Feli langsung menutup mulut nya dengan tangan, ia tidak percaya bahwa dia di bawa ke tengah taman yang sudah di hias dengan sangat cantik.


Mereka berada di tengah-tengah , di pinggur nya banyak kelopak bunga, lilin yang sangat indah. Dan terlihat di dekat danau ada tulisan 'WIL YOU MARRY ME'.


"Tuan , ini" ucap Feli dengan perasaan yang sulit di artikan.


"Ya , aku membuat semua ini untuk-mu. Apa kamu suka?" tanya Denis lembut.


Feli lalu membalikan tubuh nya dan menatap Denis yang sedang tersenyum lembut pada diri nya.


Denis lalu bersimpuh dengan membuka sebuah tempat cincin yang sangat indah.


"Fel, aku mungkin bukan lelaki lajang yang romantis. Bahkan aku sudah memiliki mantan istri dan juga seorang Putra, tetapi aku disini akan menyatakan sesuatu yang selalu mengusik-ku, menghantui dan bahkan membuat ku gelisah.


Felisya Rahma, aku akui bahwa selama ini aku sangat menyukai mu, cinta padamu dan sangat menginginkan mu. Tetapi aku tidak menyadari nya , bahkan aku terkesan cuek. Tapi, saat aku melihat mu dekat dengan lelaki lain, bahkan tersenyum dengan lelaki lain , hati ku sakit, dan membuat aku gelisah" Denis menjeda ucapannya.


"Felisya Rahma , maukan menjadi Istri-ku , Ibu dari anak-anak ku kelak dan menua bersamaku?" ungkap Denis dengan lantang.


Feli mengangguk dengan air mata yang masih menetes.


Denis langsung bangkit dan memeluk Feli dengan bahagia. Ia sangat bahagia karena wanita yang ia cintai menerima nya.


Lalu Denis memakaikan cincin indah tersebut di jari manis Feli.


"Apa kamu siap jika secepatnya kita menikah?" tanya Denis lembut.


"Aku terserah padamu saja, Tuan" jawab Feli dengan menunduk malu.


Denis kemudian mencium kening Feli dengan lembut, Feli memejamkan mata nya menikmati kehangatan ciuman tersebut.


"Terimakasih, aku akan membuat-mu bahagia dan aku mohon tetaplah bersama-ku apapun keadaannya" ucap Denis menatap manik mata Feli lembut.


"Tuan pun harus begitu" balas Feli tersenyum.


Lalu mereka saling berpelukan , menyalurkan rasa bahagia nya.

__ADS_1


"Ayo makan dulu" ajak Denis mengajak Feli duduk.


Lalu Denis dan Feli duduk di kursi sudah di sediakan, makanan tertata rapih di meja tersebut.


Dengan telaten Feli mengambilkan makanan untuk Denis, baru setelah itu mereka memulai makan.


****


Berbeda dengan sang Kakak, saat ini Fatwa sedang membantu Celin membuat Cake di dapur.


"Yaampun kenapa susah sekali sih" gerutu Fatwa yang sudah penuh dengan terigu.


"Biar aku saja, Bang. Duduk saja disana" ucap Celin dengan lembut.


"Ck, aku ini mau bantuin ya bukan mau lihatin" balas Fatwa kesal.


"Yaudah sini aku ajarin" ucap Celin.


Lalu Celin mengajarkan Fatwa bagaimana membuat adonan dengan mixer.


Canda tawa terdengar dengan sangat indah saat mereka saling menggoda dan mencolek wajah dengan tepung.


Rehan dan Azri geleng-geleng kepala melihat Sahabat yang menggaji nya sedang tertawa lepas dengan Celin.


"Ck, mereka malah pacarann" gerutu Rehan.


"Biarin saja, toh sudah biasa mereka seperti itu" balas Tari terkekeh.


"Iya juga ya" kekeh Rehan.


Sedangkan Azri hanya menepuk jidat nya melihat kelakuan mereka semua.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2