Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Luar Kota


__ADS_3

Fatwa dan yang lainnya menginap di mansion Denis, karena selesai pesta kecil nya hampir tengah malam.


Celin memilih tidur bersama dengan Arya, sedangkan Fatwa ia tidur sendiri.


"Mas, sudah ya aku lelah" rengek Feli saat Denis tidak mau berhenti bermain olahraga.


"Sekali lagi ya, tanggung sayang" bujuk Denis.


Feli mengangguk dan mereka menikmati surga dunia nya bersama.


Setelah selesai Denis langsung ambruk di atas tubuh istri nya.


"Terimakasih" ucap Denis mengecup lembut kening Feli.


Feli mengangguk tersenyum, lalu Denis pindah ke samping sang istri dan memeluk nya dengan erat.


Feli langsung tidur dengan nyenyak sambil memeluk tubuh sang suami.


***


Kesokan pagi nya, Denis bangun lebih dulu. Ia tersenyum saat melihat istri nya yang masih terlelap karena kelelahan.


Cup


Denis mengecup lembut kening Feli, lalu ia melangkahkan kaki nya ke kamar mandi.


Dengan iseng nya Denis membuka gorden dan cahaya matahari otomatis langsung masuk.


Feli menggeliatkan tubuh nya dan membuka perlahan mata nya.


"Eumm yaampun siang" ucap Feli melihat jam sudah di angka 07 pagi.


Ceklek.


Denis keluar dan mengeryit meilhat tak ada sang istri di ranjang nya.


Tak lama kemudian Feli keluar dari kamar ganti.


"Aku sudah siapkan pakaiannya, Mas" ucap Feli tersenyum.


Lalu Feli melesat ke kamar mandi karena ia tidak ingin suami nya yang mesum berbuat sesuatu.


"Ck, lucu sekali dia itu" gumam Denis terkekeh.


Setelah selesai, Denis langsung duduk dan berniat akan menunggu sang istri.


Tak lama kemudian Feli datang dengan menggunakan handuk sebatas paha nya. Ia tidak menyapa Denis dan langsung saja melesat ke kamar ganti.


"Cepet reaksi nya sekali padahal hanya melihat tubuh nya saja" gerutu Denis.


Setelah selesai, mereka langsung saja berjalan menuju ke ruang makan.

__ADS_1


Disana semua nya sudah menunggu, bahkan Arya sudah makan lebih dulu.


Setelah Denis duduk mereka langsung saja melakukan sarapan pagi dengan tenang.


Setelah selesai sarapan, mereka semua pergi dengan mobil masing-masing. Denis mengantarkan dulu Arya dan Feli ke sekolah.


"Bunda, aku punya temen cewe gapapa?" tanya Arya dengan malu-malu.


Denis langsung mengulum senyum saat sang Putra terlihat malu-malu.


"Boleh kok, asal Abang nya jangan nyakitin temen cewek" balas Feli tersenyum.


"Gak kok Bun, dia itu cantik seperti Bunda tapi lebih cantikkan Bunda" ucap Arya kembali.


"Anak Ayah sudah tau yang cantik nih" goda Denis.


Arya langsung memeluk sang Bunda karena malu dengan olokan sang Ayah.


Feli tersenyum geli melihat wajah Arya yang memerah malu.


"Sudah sampai" ucap Denis.


Feli mengangguk dan menyalami Denis, begitupun dengan Arya, ia juga ikut menyalami sang Ayah.


"Hati-hati, Ayah" ucap Feli mengecup pipi sang suami.


Denis mengangguk sambil tersenyum. Lalu ia melajukan mobil nya ke perusahaan.


"Alyaaaaa" panggil anak perempuan itu dengan cadel.


Arya tersrnyum dan melambaikan tangan pada anak tersebut.


"Siapa itu, Bang?" tanya Feli tersenyum.


"Dia Amora, Bun" jawab Arya tersenyum malu.


Feli menggelengkan kepala nya dan terkekeh melihat tingkah anak nya.


"Hai Amora" sapa Arya.


"Hai Alya, ayo masuk" ajak Amora.


Amora memandang Feli lalu ia menyalami Feli dengan tersenyum.


Lalu Arya berpamitan pada Feli dan ia langsung masuk dengan Amora, sahabatnya.


***


Sedangkan di perusahaan, Denis dan Raka sedang melakukan meeting dengan beberapa klien.


"Untuk lebih lanjut nya lagi nanti Asisten saya yang akan menghubungi kalian" ucap Denis.

__ADS_1


Para klien mengangguk dan permisi keluar dari ruangan.


"Tuan, seperti nya kita harus ke luar kota" ucap Raka


Denis menghentikan langkah nya dan menatap Raka.


"Cabang perusahaan di Kota M sedang bermasalah dan itu harus anda sendiri yang menangani nya" jelas Raka


Denis menghela nafas dan langsung masuk ke ruangannya.


"Masalah apa hingga aku yang harus turun tangan, Rak?" tanya Denis.


"Dana pembangunan yang ada disana ada yang menggelapkan" jawab Raka.


Denis menganggukan kepala dan menyuruh Raka untuk kembali bekerja.


Denis lalu menelpon Feli agar langsung pulang dan menyiapkan semua keperluannya buat nanti sore ke luar kota.


Denis bekerja hingga waktu pulang tiba, Raka mengantarkan Denis lebih dulu.


"Ayah" panggil Arya saat Denis keluar dari mobil.


"Hai jagoan Ayah" ucap Denis menggendong Arya.


Feli mengambil tas kerja nya dan menyalami sang Suami.


"Berapa lama di luar kota nya, Mas?" tanya Feli lirih


"Hanya 3 hari sayang, apa kalian mau ikut saja?" tanya Denis.


"Tidak usah, Mas. Arya kan sekolah" jawab Feli.


"Yaudah, Mas janji akan secepat nya pulanh kok" ucap Denis.


Lalu Denis membersihkan diri karena sebentar lagi ia akan berangkat.


Raka sudah menunggu nya di ruang keluarga bersama dengan Arya. Sedangkan Feli dan Denis baru saja turun dari kamar


"Hati-hati di rumah, kalau ada apa-apa langsung hubungi, Mas" ucap Denis sebelum masuk ke dalam mobil nya.


"Kamu juga hati-hati, jangan telat makan" balas Feli lembut.


Denis menganggukan kepala nya dan mengecup sekilas bibir Feli, lalu ia memeluk nua erat. Setelah itu langsung memeluk sang Putra.


Feli dan Arya melambaikan tangannya saat mobil sang Ayah sudah pergi dari halaman Mansionnya.


Setelah mobil Denis pergi, Arya dan Feli langsung masuk ke dalam mansion.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2