Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Kedatangan Mommy dan Arya


__ADS_3

Denis langsung saja berpakaian dan setelah itu ia akan membujuk Feli, Denis yakin Feli merajuk karena ia pulang telat.


"Sayang" panggil Denis mengusap lembut pundak Feli


"Apa sih, Mas. Sana kalau mau makan, aku udah kenyang" ketus Feli dengan menepis tangan Denis.


Kruyuk Kruyuk


Denis langsung menahan tawa nya, ia lalu memalingkan wajah nya agar tidak semakin membuat Feli merajuk.


Sedangkan Feli, ia sudah bersemu merah karena malu.


"Sayang, Dede bayi nya kata nya mau makan lagi" ucap Denis se biasa mungkin.


"Yaudah kalau kamu maksa" balas Feli dengan menyingkapkan selimut nya.


Denis hanya terkekeh geli, ingin rasanya ia tertawa tetapi itu pasti akan membuat Feli semakin merajuk.


Denis merangkul pinggang Feli dengan posesif, lalu mereka berjalan ke ruang makan dengan beriringan.


Setelah sampai disana, senyum Feli langsung saja merekah dengan sangat sempurna.


"Mommmmmmmm" pekik Feli dengan semangat, bahkan ia sampai berlari menghampiri Bu Maya.


"Jangan lari-lari, Nak" ucap Bu Maya dengan tegas.


Feli langsung berhenti dan mengkrucutkan mulutnya. Ia lalu menghampiri Bu Maya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Hiks, Mommy kenapa lama sekali disana, aku jadi kesepian disini" ucap Feli dengan terisak.


"Maaf ya, Nak. Mommy kangen juga sama Adik ipar dan keponakan mu. Sekarang jangan nangis ya, kan sudah ada Mommy" balas Bu Maya mengusap lembut punggung menantu nya.


"Ehh mana Arya, Mom?" tanya Feli dengan melepaskan pelukannya pada Bu Maya.


"Tuhhh" tunjuk Bu Maya pada Arya yang sedang berkacak pinggang.


Feli langsung cengengesan dan menghampiri sang Putra. Setelah itu, Feli langsung saja mengecup seluruh wajah Arya yang marah.

__ADS_1


"Uhhh" lenguh Feli saat akan bangun dari menunduknya.


Dengan sigap Denis langsung membantu dan mendudukan Feli di kursi.


"Kenapa sayang?" tanya Denis khawatir.


"Tidak apa, Mas. Hanya saja pinggang aku agak nyeri dan si Dede nendang" jawab Feli lembut.


Arya langsung menghampiri Bunda nya dan mengusap lembut perut buncit Feli.


"Dedek, apa kabar? Gak boleh nakal ya dan jangan buat Bunda sakit" ucap Arya dengan polos.


Feli tersenyum dan mengusap lembut kepala Putra nya.


"Dedek nya bahagia karena ketemu Abang" jawab Feli dengan suara anak kecil.


Arya mendongkak dan menatap wajah Feli dengan sendu.


"Maaf ya, Bun. Abang lama ya pergi nya?" tanya Arya dengan sendu.


"Makan dulu ya, Bang. Kasihan Bunda nya kelaparan" gurau Denis dengan terkekeh.


Arya mengangguk dan langsung kembali duduk di samping Bunda nya. Sedangkan Bu Maya, ia tersenyum melihat keluarga kecil tersebut.


Lalu mereka makan malam dengan sangat hangat, apalagi dengan celotehan Arya yang sedang bercerita dengan sang Bunda-Nya.


Sedangkan Denis dan Bu Maya hanya akan menimpali sesekali saja.


"Besok kita akan pesta kecil-kecilan ya, mumpung ada Fatwa dan Om Akbar" ucap Denis.


Feli mengeryit kan dahi nya, ia tidak tahu bahwa Fatwa ada di kota ini.


"Memang nya Fatwa ada disini, Mas?" tanya Feli


"Iya, tadi sore mereka baru sampai dan langsung ke Hotel. Mas ajak kemari tapi mereka tidak mau" jawab Denis tersenyum.


"Ck, anak itu minta aku marahi kayak nya" kesal Feli dengan wajah yang menggemaskan bagi Denis.

__ADS_1


"Besok saja kamu omeli, Fel. Mommy juga akan mengomeli Adik mu itu, kenapa mereka tidak disini saja" gerutu Bu Maya dengan sama kesal nya.


"Iya besok kita omeli, Mom" balas Feli dengan menggertakan gigi nya.


Denis dan Arya hanya tertawa saja melihat Feli dan Bu Maya yang merasa kesal.


Bahkan Denis sudah membayangkan bagaimana wajah Fatwa besok saat menghadapi kedua wanita ini.


Setelah selesai dengan makan malam nya, mereka langsung duduk di ruang tamu. Mereka akan mengobrol terlebih dulu sebelum tidur.


"Nak" panggil Bu Maya saat Arya sudah pergi bersama Mbak.


"Kenapa, Mom?" tanya Feli.


"Apa kamu sudah sehat? Kalian kenapa tidak memberitahu Mom, mungkin Mom akan langsung saja pulang" jawab Bu Maya dengan kesal.


"Mom aku tidak apa-apa" elak Feli yang di angguki Denis.


"Kalian jangan bohong, kalau saja Mom tidak mendesak Dokter keluarga mungkin dia tidak akan memberitahu mu yang hampir saja kehilangan nyawa-mu dan bayi mu" protes Bu Maya dengan tatapan tajam.


Denis menghela nafas, lalu ia menceritakan semua nya yang terjadi pada Mommy-Nya. Bu Maya mendengarkan dengan seksama tanpa mau memotong ucapan Denis.


Bu Maya sudah berkaca-kaca bahkan ia memeluk Feli dengan sayang, ia sangat menyesal karena tahu nya belakangan.


"Kenapa kalian tidak memberitahu, Mommy. Kalian tega sekali" ucap Bu Maya dengan kesal.


Feli tersenyum dan mengusap lembut tangan sang mertua.


"Kami tidak ingin membuat Mommy khawatir" balas Feli tersenyum lembut.


Bu Maya membuang nafas kasar dan kembali memeluk menantu nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2