Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Pernikahan


__ADS_3

Segala sesuatu untuk pernikahan Fatwa pun sudah selesai di siapkan, tinggal menunggu hari esok saja melangsungkan acara nya.


Feli pamitan pada sang suami untuk ke kamar Celin dan yang lainnya.


"Bunda mau ke kamar Onty Celin, Abang mau ikut?" tanya Feli pada Arya.


"Gak Bunda, aku mau disini sama Ayah saja" jawab Arya tersenyum.


Feli mengangguk dan meninggalkan kamar tersebut, lalu Feli menghampiri kamar pengantin.


Ceklek.


"Hai" sapa Feli pada ke tiga wanita di hadapannya.


"Kak" pekik ke tiga nya bahagia.


Lalu mereka langsung menghambur memeluk Feli dengan erat.


"Uhuk uhuk, bengek nih" ucap Feli dengan menyingkirkan ke tiga nya.


"Hehe, Maaf" balas Celin cengengesan.


Mereka lalu duduk di sofa yang ada disana.


Celin memeluk Feli seakan mencari ketenangan disana.


"Kenapa?" tanya Feli lembut.


"Aku deg-degan Kak" jawab Tari dengan nada menggoda.


Plak.


"Ishh kau ini galak sekali calon manten" cebik Tari karena tangannya di tabok oleh Celin.


"Tenanglah, semuanya akan berjalan lancar" ucap Feli mengelus lembut tangan Celin.


Celin menganggukan kepala saja. Lalu mereka mengobrol dengan seru, bahkan Monica bertingkah layak nya anak kecil dan itu berhasil membuat suasana jadi tidak tegang.


Tok Tok


"Bundaaaaa" teriak Arya dari luar.


Feli terperanjat dan langsung berjalan ke arah pintu.


Ceklek.


"Bunda ayo mandi" rengek Arya yang ada di gendongan Denis.

__ADS_1


"Sebentar Bunda pamitan dulu sama Onty-Onty" balas Feli tersenyum.


Lalu Feli kembali masuk dan tak lama kemudian ia kembali keluar.


Keluarga kecil Denis pun langsung saja masuk ke kamar nya. Arya langsung membawa sang Bunda ke kamar mandi.


"Ayah tunggu dulu jangan ikut masuk" ucap Arya.


"Baiklah" balas Denis pasrah.


Sedangkan Feli hanya menggelengkan kepala saja melihat kelakuan mereka.


Setelah Arya selesai dan bahkan sudah rapih, ia minta di antarkan ke kamar Bunda Sonia.


Denis mengangguk dan mengantarkan sang Putra pada Orangtua, Rizik.


Setelah itu, Denis masuk kembali ke kamar dan tak mendapatkan sang istri disana. Lalu Denis mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, Denis tersenyum miring dan langsung saja membuka seluruh pakaiannya.


Nasib baik berpihak pada Denis, pasalnya pintu kamar mandi tidak di kunci sama sekali.


Denis langsung masuk dan memeluk tubuh polos sang istri yang sedang berdiri di bawah shower.


"Mas" kaget Feli.


Denis membalikan tubuh sang istri dan tanpa menunggu lama lagi ia langsung melahap candu nya.


Arya tidak kembali lagi ke kamar Ayah nya, karena ia ingin tidur bersama dengan Om nya, Fatwa.


Denis mengangguk dengan antusias dan berbinar, sedangkan Feli hanya mencebikan bibir saja.


"Hehe di bawa kan baju nya sayang" cengengesan Denis pada Feli.


"Buat apa sih, nanti juga robek" ketus Feli


Denis tertawa pelan dan memeluk tubuh sang Istri dengan hangat.


Setelah jam makan lewat, Denis dan Feli melakukan kembali olahraga nya. Bahkan mereka berdua sangat bersemangat dan hampir saja 2 jam baru selesai.


***


Semburat cahaya matahari membangunkan para penghuni Hotel yang sedang terlelep.


Hari ini begitu cerah dan sangat indah, semua bangun dan bersiap untuk acara pagi ini.


Celin sudah sejak tadi di hias sedemikian rupa oleh MUA ternama yang ada disana.


Aula Hotel yang semula hanya kosong kini sudah di sulap dengan sangat cantiknya. Walaupun sederhana tetapi tetap saja sangat elegant dan berkelas.

__ADS_1


Keluarga kecil Feli pun sudah siap, mereka menggunakan baju dengan warna senada yaitu, biru tua.


Feli terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan dress yang menjulang ke belakang, dengan tatanan mutiara di dada nya.


Rambutnya yang di gerai dengan aksesoris mahkota kecil di kepala nya yang menambah kesan cantik nya.


🍄


Acara demi acara sudah di mulai, dan sekarang adalah acara utama nya yaitu, Ijab Qobul.


Fatwa duduk berhadapan dengan penghulu, di samping nya ada Pak Akbar dan Denis.


"Sudah siap, Tuan?" tanya Penghulu


"Siap, Pak" jawab Fatwa tegas.


Lalu penghulu menjabat tangan Fatwa dan mulai melantunkan kata-kata nya.


Begitu Penghulu selesai, Fatwa langsung menjawab nya dengan begitu lantang dan tegas.


'SAH'


Hingga kata SAH terdengar dari mulut para saksi dan beberapa orang disana.


Fatwa bernafas lega dan tersenyum pada sang Bapak.


Lalu Fatwa menandatangi beberapa berkas dan yang lainnya.


Hingga penghulu menyuruh membawa sang pengantin wanita keluar.


Fatwa begitu tertegun saat melihat Celin yang di gandeng oleh Feli dan Bunda Sonia.


Celin begitu sangat cantik dengan balutan kebaya putih yang menjuntai panjang ke belakang, bahkan kebaya tersebut sangat pas di tubuh nya yang indah.


Celin duduk di sebelah Fatwa dan menandatangi berkas yang di berikan oleh penghulu.


Setelah selesai, mereka langsung bertukar cincin. Fatwa mengecup kening Celin dengan sangat lembut.


Baru setelah itu mereka ke atas pelaminan yang sudah di hias se cantik mungkin.


Feli tersenyum senang saat melihat wajah bahagia Adik nya. Ia merasa tidak percaya bahwa Adik kecil nya kini sudah memiliki, Istri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2