Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Sadar


__ADS_3

Sudah hampir 5 jam tetapi Denis belum juga sadarkan diri. Feli bahkan tidak beranjak sedetik pun dari sana.


Bu Maya pulang dulu karena khawatir dengan Cucu nya. Ia juga akan membawa makanan serta baju ganti untuk sang menantu.


"Mas, lihat anak mu ingin di usap-usap" ucap Feli dengan tersenyum.


"Bangun yuk, sayang. Aku rindu ocehan dan pelukan mu" lirih Feli dengan kembali meneteskan air mata.


Feli merebahkan kepala nya di dekat lengan sang Suami, ia terus saja menggenggam tangan suami nya dengan erat.


Hingga tidak terasa dia terlelap dengan posisi duduk.


Feli tertidur sangat pules karena memang dia lelah seharian ini.


Kelopak mata Denis bergerak, bahkan mengerjap-ngerjap kan. Dan tak lama kemudian mata Denis terbuka.


"Eunghhh" lenguh Denis dengan melirik kesana kemari.


Lalu ia melihat ke bawah dan tersenyum melihat istri nya yang memegang tangannya erat.


"Maaf sudah membuat mu khawatir" gumam Denis mengusap lembut kepala Feli.


Denis meringis melihat bagaimana posisi tidur Feli dan melihat wajah nya yang sangat lelah.


Ceklek.


Pintu terbuka dan nampak lah Dokter dengan perawat nya. Denis mengisyaratkan agar diam agar tidak mengganggu Feli.


Dokter mengangguk dengan tersenyum, lalu ia memeriksa Denis ke seluruhan.


"Sudah lebih baik, hanya tinggal beberapa hari saja disini dan semua nya akan baik" ucap Dokter dengan pelan.


Denis hanya menganggukan kepala dengan wajah datar nya. Lalu Dokter tersebut permisi dan segera keluar setelah di jawab anggukan oleh Denis.


"Sayang" ucap Denis pelan.


Feli menggeliat dan perlahan membuka mata nya. Ia lalu melotot tak percaya bahwa suami nya sudah sadar dan sedang tersenyum.

__ADS_1


"Ishh aku pasti lagi mimpi" cetuk Feli dengan mencubit lengannya.


"Ahhh sakit, berarti tidak mimpi" gumam Feli lalu menghambur memeluk Denis.


"Hiks Massss" ucap Feli dengan tangis nya yang bahagia.


"Hei, jangan menangis" ucap Denis dengan lembut.


"Kenapa lama sekali tidur nya, dan kau tahu kau hampir saja membuat ku terpuruk kembali" balas Feli dengan terisak.


"Sudah tidak apa, aku sekarang baik-baik saja dan kamu jangan nangis lagi, oke" ucap Denis melepaskan pelukannya.


Lalu Denis menghapus air mata Feli dengan lembut. Lalu Denis mengecup kening Feli dengan penuh kasih sayang.


"Hai sayang, bagaimana keadaanmu? Baik-baik ya, jangan buat Bunda lelah" ucap Denis mengusap lembut perut Feli.


"Aku baik-baik saja, Ayah" balas Feli dengan suara anak kecil.


"Boleh minta minum, sayang?" tanya Denis tersenyum.


Feli mengangguk dan mengambilkan minum untuk suami nya. Lalu Feli membantu Denis untuk meminum-Nya.


"Mommy sedang pulang dulu, mungkin sebentar lagi akan sampai bersama dengan Arya" jawab Feli tersenyum.


Lalu Feli menggenggam tangan Denis dengan erat.


"Terimakasih telah kuat dan berjuang, aku merasa sangat takut saat kau tak bangun-bangun" ucap Feli dengan lirih.


"Aku akan selalu kuat dan akan selalu melindungi kalian, jadi kamu jangan khawatir ya" balas Denis tersenyum.


Feli memeluk kembali Denis dan merebahkan kepala nya di dada bidang Denis.


"Aku bersyukur dapat Suami seperti-mu, Mas. Kamu adalah pelindung, sahabat, Kakak, Suami dan segala nya bagi-ku" ucap Feli.


"Aku juga bersyukur sayang dapat kamu, udah baik, cantik, manja pulaaaa" kekeh Denis dengan mencubit hidung Feli dengan gemas.


"Ihhh Mas sakit" rajuk Feli dengan mengkrucutkan bibir nya

__ADS_1


Denis tertawa pelan dan merentangkan tangannya kembali. Feli dengan senang hati langsung saja masuk ke dalam dekapan sang Suami.


"I Love You, My Wife" bisik Denis dengan lembut.


"I Love You To, My Husband" balas Feli tersenyum.


Mereka menikmati pelukan satu sama lainnya. Hingga tek terasa Feli kembali tertidur di samping Denis dalam dekapan Denis.


"Kamu pasti lelah ya, sayang" gumam Denis sambil merapihkan anak rambut Feli.


"Maaf ya udah buat kamu seperti ini" gumam nya lagi dengan sedih.


Lalu Denis mengecup kening Feli dengan lembut dan ia pun membiarkan Istri nya tertidur.


***


Sedangkan di Loby Rumah sakit, Bu Maya dan Arya bertemu dengan Fatwa dan Celin. Fatwa langsung saja ke Kota J saat mendengar bahwa Abang Ipar nya kecelakaan.


"Momm" pekik Celin dengan bahagia.


"Yaampun ini Bumil satu, bagaimana keadaan kalian?" tanya Bu Maya sambil memeluk Celin.


"Baik Mom, hai ganteng" ucap Celin dengan mengecup pipi Arya.


"Hai Onty, Uncle" balas Arya tersenyum.


"Mau ke ruangan Kak Denis, Mom?" tanya Fatwa.


"Iyaa Nak, kalian juga sama kan? Ayo sekalian saja" jawab Bu Maya


Fatwa mengangguk dan mereka berjalan beriringan menuju ke ruangan Denis.


Para perawat disana menunduk Hormat saat Bu Maya berpas-pas'an dengan mereka. Sedangkan Bu Maya hanya membalas nya dengan tersenyum saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2