
Setelah selesai acara makan malam, Denis membawa Feli jalan-jalan dulu di danau.
Feli begitu menikmati suasana yang sejuk dan juga damai di sana. Bahkan ia tersenyum bahagia menikmati nya.
"Apa kamu bahagia?" tanya Denis lembut.
"Ya, disini sangat damai dan sejuk" jawab Feli tersenyum.
Denis memeluk tubuh Feli dan meletakan dagu nya di atas pundak Feli.
Deg.
"Tu tuan" lirih Feli
"Biarkan seperti ini dulu saja sebentar, sayang" ucap Denis dengan lembut.
Sedangkan Feli, ia sudah merasa sangat tegang dan kaku. Ia hanya bida diam dan ikut menikmati nya.
***
Di sepanjang perjalanan Denis terus saja menggenggam tangan Feli. Bahkan sesekali ia mencium nya dengan lembut.
"Tuan---
"Ck, panggil Mas, sayang" gerutu Denis memotong ucapan Feli.
"Hmmm ya, Mas. Apakah Bu Maya tahu kalau Mas menyatakan perasaan sama saya? Dan apakah Bu Maya tidak akan marah?" tanya Feli dengan gugup.
"Mommy tahu kok, bahkan dia mendukung Mas. Kami memang keluarga terpandang dan kaya, tetapi kami juga tidak membeda-bedakan orang lain. Jadi kamu tidak usah merasa takut" jawab Denis lembut.
Feli kembali menatap ke arah luar jendela, suasana malam semakin ramai dan memadatkan hingga mengakibat kan macet.
"Oh iya, bagaimana dengan kuliah?" tanya Denis
"Baik-baik saja, mungkin tinggal beberapa bulan lagi aku di wisuda" jawab Feli semangat.
"Kau memang pintar sayang" bangga Denis dengan mengusap lembut kepala Feli.
"Mau mampir kemana lagi?" tanya Denis lembut.
"Tidak, Mas. Kaaihan Arya di tinggal sudah lama dan lagi pula ini sudah hampir jam 10 malam" jawab Feli dengan cepat.
__ADS_1
"Baik lah, kita akan langsung pulang" pasrah Denis tersenyum.
Lalu Feli memilih memejamkan mata nya karena merasa sangat lelah. Hingga tak terasa dia terlelap dengan pulas.
Denis menepi sebentar dan membenarkan cara tidur Feli. Lalu ia mengecup sebentar kening wanita nya.
"Terimakasih, karena kamu sudah menerima ku. Kau tau aku sangat bahagia Fel" batin Denis tersenyum.
Denis kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Tangannya terus saja menggenggam tangan Feli.
***
Di Mansion, Arya agak rewel karena tidak biasa tertidur tanpa di temani dulu Feli. Sekarang ia sangat gelisah karena sang Bunda dan Ayah belum juga pulang.
Arya memilih memejamkan mata nya kembali dengan memeluk poto Feli dan diri nya. Sedangkan Bi Iyem di buat geleng-geleng oleh Tuan kecil nya.
"Semoga saja Feli dan Tuan muda segera menikah, pasti Tuan Arya akan sangat bahagia" gumam Bi Iyem tersenyum.
Lalu Bi Iyem memilih keluar kamar setelah mengecek bahwa Arya sudah benar-benar tertidur.
Tak lama kemudian, Feli dan Denis datang. Denis membopong tubuh Feli yang masih tertidur.
"Tuan, Nona kenapa?" tanya Bi Iyem khawatir.
Bi Iyem mengangguk dengan bernafas lega. Ya, memang pelayan disana sangat menyukai ke pribadian Feli yang sangat baik dan hangat, bahkan mereka juga selalu menggoda nya jika selesai menyiapkan keperluan sang majikan.
Feli di bawa masuk ke kamar Denis, ia akan menidurkannya disana.
Denis meletakan nya dengan sangat hati-hati, lalu setelah itu Denis mengecup kening nya lembut.
Denis memutuskan untuk berganti pakaian terlebih dulu sebelum menyusul Feli untuk tidur.
Setelah selesai, Denis langsung berbaring di samping Feli dan langsung memeluk nya. Tanpa sadar , Feli juga balik memeluk nya dan mencari ke nyamanan disana.
"Ahhhh hangat nya" gumam Denis saat pelukannya di balas.
Mereka tertidur dengan lelap dengan memeluk satu sama lainnya. Bahkan Denis menyusupkan wajah nya di leher jenjang Feli.
***
Pagi hari nya, Fatwa dan Rehan sudah siap untuk berangkat sekolah.
__ADS_1
Sedangkan Azri, akan membereskan Caffe. Dan untuk Celin dan Tari mereka akan pergi belanja ke tempat biasa.
Fatwa sudah membeli mobil untuk urusan Cafe nya, bahkan mereka berniat akan mencari ruko yang lebih besar untuk Caffe nya.
"Ayo aku antar dulu ke supermarket, baru nanti aku ke sekolah" ajak Fatwa pada Celin.
Celin mengangguk dan masuk ke dalam mobil, Rehan dan Tari duduk di belakang sedangkan Celin menemani Fatwa.
"Kak Feli kenapa gak pulang, Bang?" tanya Celin.
"Dia sedang menginap di tempat majikannya, karena Nyonya besar nya sedang berkunjung ke luar negeri" jawab Fatwa santai.
"Ohh iya, bulan depan kita akan libur selama 5 hari. Kita akan berlibur terlebi dulu" ucap Fatwa tersenyum.
"Maksudnya kami juga ikut, Bang?" tanya Tari.
"Iyaa, bulan depan adalah ulangtahun Kak Feli. Dan aku, Bang Denis serta keluarga Kak Raisa akan berlibur ke Paris, ke Negara impian Kak Feli" jawab Fatwa.
"Wahhhh luar Negeri" decak Tari dengan tersenyum.
"Ya makannya kita harus kerja extra agar bonus nya gedeee" ucap Rehan mencubit gemas hidung Tari.
"Ck, sakit tau Bang" gerutu Tari dengan kesal.
Lalu mereka berhenti di depan toko yang biasa mereka belanja , Tari dan Rehan keluar terlebih dulu.
"Hati-hati dan jangan bandel" ucap Fatwa mengecup kening Celin lembut.
Celin langsung mengangguk dengan wajah yang bersemu merah.
"Abang juga" cicit Celin.
"Iyaa, pergilah. Abang akan sekolah dulu" balas Fatwa lembut.
Celin keluar dan masuklah Rehan, mereka lalu melajukan mobil ke sekolahan nya.
Rehan dan Fatwa mengambil jalur pintar, jadi mereka akan segera lulus karena ke pintaran mereka di atas rata-rata.
.
.
__ADS_1
.