Istriku Anak Jendral

Istriku Anak Jendral
Ungkapan perasaan


__ADS_3

"Mas, kenapa kamu bicara seperti itu? Apakah kamu sudah lelah merawatku, atau kamu sudah mempunyai wanita lain yang sempurna dan jauh lebih baik dari Ais?" tanya Aisyah terisak.


"Semua dugaan kamu itu tidak benar sama sekali, Ais. Aku tidak pernah mengatakan lelah, aku masih selalu ingin menjaga dirimu. Tetapi aku tidak bisa membuatmu bahagia. Sudah hampir satu tahun kita menikah, tetapi aku tidak pernah melihat kamu tersenyum bahagia bersamaku. Tetap saja Pria itu yang mampu membuatmu tersenyum dan tertawa!" jelas Yanju dengan segala kekecewaannya.


"Mas, maafkan Ais. Maaf bila tadi Ais sudah mengecewakan kamu. Ta-tapi, Ais tidak ada..."


"Sudahlah, Ais. Kamu tidak perlu mengorbankan perasaanmu lagi. Aku tidak akan egois untuk memenjarakan hatimu. Setelah kamu bisa melihat, kamu bisa berbahagia dengan Pria yang kamu cintai."


"Tidak, Mas! Ais tidak menginginkan hal itu terjadi. Ais tidak ingin berpisah denganmu! Kenapa kamu jahat sekali memaksaku? Hiks..." tangis wanita itu pecah.


Aisyah berdiri dan berjalan dengan menggunakan tongkat yang selalu di tangannya, ia meninggalkan Yanju yang masih duduk termenung. Pria itu tidak mengerti apa maunya sang istri.


"Aisyah! Tunggu Aisyah!" teriak Yanju mengejar langkah wanita tunanetra itu.


Aisyah tak menghiraukan panggilan dari Yanju, ia meraba-raba dengan tongkatnya dan berjalan menghadang lautan luas. Yanju yang melihat itu segera berlari mengejar dan menggendong tubuh sang istri yang hendak masuk kedalam lautan itu.


"Mas Yanju turunkan Ais!" pekik wanita itu meronta-ronta.


"Tidak! Jangan bodoh kamu Ais!" sentak Yanju Kesal.


"Lepas, Mas! Kamu yang sudah membuat Ais bodoh. Ais benci sama kamu. Ais tahu kamu tidak benar-benar mencintai Ais!" pekiknya sembari memukul punggung Yanju.


Yanju terdiam sejenak dan menurunkan wanita itu dari gendongannya. Pria itu menatap Aisyah dengan tidak mengerti. Apa maksud dari ucapannya.


"Ais, apa yang kamu bicarakan? apa maksud dari kata-katamu?" tanya Yanju tidak paham.


"Kamu tidak perlu berbohong lagi pada Ais, Mas. Ais sudah tahu semuanya. Asal kamu tahu, sikap diam Ais selama ini tak terlepas dari rasa kecewa terhadapmu!" ungkap Aisyah masih dengan tangisan.

__ADS_1


Yanju semakin tidak mengerti, rasanya tidak ada hal yang menyakiti perasaan wanita itu, tetapi ia harus tahu apa yang membuat Aisyah kecewa.


"Ayo kita bicarakan hal ini." Yanju membimbing Aisyah untuk kembali duduk di pondok.


Wanita itu hanya mengikuti, tidak lagi menolak dan membantah. Aisyah duduk tetapi air matanya belum bisa berhenti.


"Aisyah, katakan. Apa yang membuat kamu kecewa denganku?" tanya Yusuf lembut.


"Ais rasa Mas Yanju sudah tahu."


"Sungguh aku tidak tahu, Dek."


"Mas, kenapa kamu menyembunyikan identitas kamu sebagai seorang anggota polisi pada Ais, bahkan kamu meminta agar semua orang tidak mengatakan. Dan kamu juga tidak pernah membahas kapan resepsi pernikahan kita akan diadakan, apakah karena Ais seorang tunanetra sehingga Mas Yanju malu untuk mengakui Ais sebagai istri kamu Mas? Ya, Ais tahu bahwa kita memang tidak sepadan. Maka dari itu Ais menjaga perasaan ini agar tak tumbuh terlalu dalam. Kamu tidak akan Sudi memperkenalkan Ais dengan teman-temanmu apalagi sesama jajaranmu di kepolisian. Maka dari itu 'kan, kamu ingin melepaskan Ais. Baiklah, Ais akan terima jika memang itu keputusan yang terbaik untuk kamu, Mas."


Yanju tersentak saat mendengar penjelasan Aisyah, ternyata dia sudah tahu tentang pekerjaannya yang sebenarnya. Dan wanita itu begitu kecewa dan terluka. Padahal niatnya tidak seperti itu. Yanju hanya ingin memberi kejutan untuk Aisyah disaat sudah bisa melihat nanti.


"Apanya yang salah paham, Mas? toh sekarang kamu ingin melepaskan Ais. Jika kamu ingin melepaskan Ais, maka tidak perlu menunggu Ais bisa melihat. Lebih baik Ais tidak melihat wajah kamu, Mas, agar Ais mudah melupakan kamu," ucap wanita itu masih dengan tangisan.


Yanju yang tadi duduk menjarak, kini Pria itu menggeser duduknya hingga merapat pada sang istri. Yanju mengusap air mata Aisyah dengan lembut.


"Jangan menangis, Dek. Apakah kamu tahu bagaimana sakitnya perasaanku saat wanita yang aku cintai bisa tersenyum dan tertawa dengan Pria lain. Aku merasa tidak berguna sebagai seorang suami. Aku juga merasa telah gagal meraih hatimu." Kini giliran Yanju yang menumpahkan segala kekecewaannya.


"Mas, demi Allah, Ais sudah tak berminat untuk kembali lagi dengan Mas Reno. Ais hanya menganggapnya sebagai teman. Kenapa Ais bisa tersenyum, itu karena Ais ingin melupakan perasaan ini sesaat tentang dirimu. Ais merasa Mas Yanju tidak mencintai Ais."


Yanju segera meraih tubuh wanita itu untuk masuk kedalam pelukannya. Aisyah membalas pelukan sang suami yang sudah lama ia harapkan, tetapi hatinya tidak mempunyai keberanian untuk memintanya.


"Apakah diantara kita saling salah paham?" tanya Yanju mengusap kepala gadis berhijab itu dengan lembut, dan mengecup puncak kepalanya berulang kali.

__ADS_1


"Kamu yang salah paham dengan Ais, Mas," jawab Ais tangisnya masih belum reda, entah kenapa ia merasa begitu nyaman dengan Pria yang ada dalam pelukannya saat ini, meskipun belum pernah melihat sama sekali wajahnya, tetapi Aisyah sudah jatuh cinta dari segala perlakuan baik dan penyabar Yanju selama ini.


"Terus, apakah dirimu terhadapku tidak salah paham?" tanya Yanju melerai pelukannya dan merangkum kedua pipi Aisyah.


"Ya, Ais rasa Mas Yanju memang tidak mencintai Ais," jawabnya membuat Yanju gemas.


"Darimana kamu tahu?"


"Karena seperti alasan yang Ais kemukakan tadi. Kamu tidak berniat untuk memberitahukan semua orang tentang pernikahan kita. Kamu juga ingin melepaskan aku."


"Apakah kamu mencintai aku?" tanya Yanju.


"Kenapa Mas tanyakan hal itu? Mas sengaja mengalihkan pembicaraan 'kan?"


"Tidak, jawab dulu, baru aku jelaskan semuanya," ucap Yanju yang ingin mendengar pengakuan dari sang istri.


"Ais tidak mau! Mas dulu yang kasih tahu, apakah mas Yanju memang tidak mempunyai perasaan apapun pada Ais?" tanya wanita itu tak mau kalah.


Yanju tersenyum sembari menarik hidung mancung wanita yang menggemaskan itu.


"Aisyah Sayang, dengarkan ungkapan perasaan aku. Sebenarnya aku sangat mencintai kamu. Soal kenapa aku menyembunyikan segalanya darimu, karena aku ingin memberi kejutan disaat kamu sudah bisa melihatku. Aku tidak berniat untuk menyembunyikan apapun darimu. Dan bahkan jauh-jauh hari aku sudah membicarakan tentang resepsi pernikahan kita pada seluruh keluarga. Tapi kami harus menunggu kamu selesai menjalani operasi."


Yanju menjelaskan semuanya, dan sudah tidak ada lagi yang di tutup dari sang istri. Aisyah meraba-raba wajah Pria itu dan menangkup kedua pipinya.


"Mas, apakah semua yang kamu katakan memang benar?" tanya Aisyah meminta kepastian sekali lagi.


Bersambung....

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2