Istriku Anak Jendral

Istriku Anak Jendral
Ekstra part 6


__ADS_3

Merasa masih kurang nyaman, Yanju pamit untuk istirahat sejenak pada sang istri, tentu saja Aisyah mengizinkan. Wanita itu membantu Yanju untuk berbaring menata bantal agar lebih nyaman.


"Dek, jangan pergi. Disini saja temani aku," ucap Pria itu meraih tangan Aisyah.


"Tapi, Mas, aku mau masak sebentar. Kamu istirahat saja ya. Nanti kalau sudah beres aku bangunin kamu," jelas wanita itu yang tak mau meninggalkan pekerjaannya sedang terbengkalai.


"Aku tidak selera makan, Sayang, aku hanya ingin kamu disini temani aku," balas Pria itu kembali.


Aisyah jadi bingung melihat tingkah suaminya yang mendadak jadi manja. Kasihan juga bila diabaikan. Akhirnya Ais mengalah ia kembali menyimpan bahan masakannya kedalam lemari pendingin.


"Sayang!" panggil Yanju dari dalam kamar bak anak kecil yang tidak mau ditinggalkan oleh ibunya barang sebentar saja.


"Iya, sebentar, Mas!" seru Aisyah segera buru-buru menyimpan bahan masakan itu, dan segera kembali ke kamar.


"Kenapa lama sekali Sayang?" tanya Pria itu segera meraih pinggang Ais agar segera ikut berbaring dengannya.


"Mana ada lama, Mas, kamu kenapa sih, Kok manja banget?" tanya Ais mengusap wajah tampan sang suami yang tak lekang oleh waktu, semakin lama kadar ketampanannya semakin bertambah.


"Aku tidak manja, Dek, hanya ingin ditemani sama kamu," ujar Pria itu memeluk tubuh sang istri mengendus leher dan dadanya untuk mencari kenyamanan.


Ais hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan suaminya yang tetiba aneh tapi nyata. Semoga saja ini bukan bertanda buruk yang akan terjadi. Ais bergumam Do'a semoga rumah tangganya selalu dalam lindungan Allah.


***


Pagi ini Yanju izin tidak bertugas lantaran tubuhnya merasa sangat lemas, karena sudah dua hari ini ia selalu muntah di tengah malam dan pagi hari.


Aisyah sudah semakin cemas melihat kondisi sang suami semakin menurun. Wanita itu mengajak Yanju untuk berobat, tetapi Pria itu selalu menolak. Akhirnya Ais menghubungi sang ayah mertua.


"Assalamualaikum, Nak. Ada apa?" tanya ayah Yandra di seberang telpon.


"Wa'alaikumsalam Yah, itu, Ais ingin minta tolong sama ayah," ucap wanita itu masih sungkan.


"Apa itu? Katakan, Nak?"


" Mas Yanju, Yah."


"Kenapa dengan Yanju?"


"Ais tidak tahu sudah dua hari ini kondisinya menurun, dia selalu muntah setiap malam dan pagi hari. Ais ingin membawanya periksa ke RS tetapi dia tidak mau," jelas wanita itu pada sang Ayah mertua yang seorang Dokter Obgyn itu.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu cemas, nanti Ayah dan ibu kesana sekalian ingin berkunjung kerumah kalian," ucap ayah tampak tenang seperti tak ada kecemasan.


"Ah baiklah, Yah."


"Yasudah, ayah tutup telponnya ya. Wassalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam..."


Setelah menghubungi Ayah mertuanya, Ais membuatkan secangkir teh madu untuk Yanju, semoga setelah minum teh buatannya sedikit mengurangi rasa mualnya.


"Mas, ayo minum tehnya mumpung masih hangat," ujar Aisyah membantu sang suami yang tampak begitu lemah.


Yanju menerima dan segera menyesapnya hingga setengah, tenggorokannya terasa lebih segar. Pria itu duduk bersandar di kepala ranjang.


"Kamu mau sarapan apa, Mas?" tanya Ais.


"Aku tidak ingin sarapan apapun, Dek, nanti saja jika rasa mualku sudah reda," jawab Pria itu tak minat apapun.


"Yaudah, kamu istirahat lagi ya, aku mau berberes dulu."


Yanju hanya mengangguk dan kembali merebah. Sekitar satu jam lebih, Ayah dan Ibu sudah tiba di kediaman mereka.


"Mari masuk Yah, Bu," ucap wanita itu. Ayah dan ibu menatap Ais sedikit terpana membuat wanita itu menjadi sedikit kurang nyaman.


"Ada apa, Bu?" tanya Ais pada sang ibu mertua.


"Kamu memang terlihat gemukan sekarang, Nak," ujar Ibu memperhatikan sang menantu lebih detail.


"Emang kenapa, Bu?" tanya Fatimah tidak paham arah pembicaraan sang Ibu.


"Seperti dugaan Ayah, mungkin saja suamimu itu sedang mengalami hamil simpatik. Yaitu sindrom couvade. Kamu yang hamil tapi suamimu yang merasakan mabuknya," jelas ibu yang membuat Ais melongo mendengar penjelasan sang Ibu mertua.


"Yasudah, ayo sekarang Ayah periksa suamimu dulu, sekalian sama kamu," ujar ayah segera berjalan menuju kamar dimana putranya yang sedang berbaring.


"Ibu, Ayah!" seru Yanju kaget melihat kehadiran kedua orangtuanya secara tiba-tiba.


"Kenapa kamu, Bang?" tanya Ayah yang segera duduk di bibir ranjang sembari meletakkan telapak tangannya di dahi sang Putra.


"Nggak tahu, Yah, sudah dua hari ini Abang tidak enak badan. Sering mual secara tiba-tiba," jelas Yanju pada ayahnya.

__ADS_1


Ayah segera mengeluarkan stetoskop dari saku celananya dan segera memeriksa. Pria baya itu memeriksa secara seksama, tidak ada yang serius, hanya asam lambung sedikit naik akibat terganggunya selera makan.


"Tidak ada yang serius, Bang, semuanya bagus. Seperti yang Ayah duga, mungkin masalahnya ada pada Aisyah," jelas ayah yang membuat Yanju mengernyitkan dahinya.


"Maksud Ayah?" tanya Yanju tidak paham.


"Sepertinya Aisyah sedang hamil, maka kamu yang merasakan mual dan mabuknya. Itu yang dinamakan hamil simpatik, disebabkan karena suami terlalu menyayangi dan rasa cemas berlebihan pada sang istri, maka dialah yang merasakan, sementara itu istri terbebas dari yang dinamakan mabuk hamil."


Ayah menerangkan apa yang di alami oleh sang Putra. Yanju masih belum paham sepenuhnya, tetapi apa yang diucapkan Ayah memang benar adanya, Pria itu begitu menyayangi sang istri dan selalu memikirkan wanita itu saat dimanapun dia berada.


"Ayo, Ais, periksa sekalian sama ayah," ujar Ibu meminta menantunya untuk sekalian diperiksa. Wanita itu sudah tak sabar mendengarkan kabar bahagia itu.


"Ayo sini baring, Dek," ucap Yanju meminta sang istri berbaring disampingnya. Aisyah segera menurut patuh.


"Maaf, ayah periksa ya," ucap ayah meminta izin pada anak menantunya. Aisyah hanya mengangguk.


Ayah Yandra segera memeriksa menantunya untuk mengetahui benar atau tidak bila wanita itu sedang hamil.


"Ini sudah lebih dari tiga bulan kehamilan kamu, Ais," ujar Ayah yang membuat anak dan menantunya terkesiap.


"Hah! Benaran Bang?" tanya Fatimah pada suaminya, rasa bahagia begitu terpancar diwajahnya saat membuktikan bahwa sebentar lagi mereka akan mempunyai cucu.


"Iya, coba mana Fetal Doppler punya Ayah," ujar Yandra meminta alat pendeteksi detak jantung janin.


Fatimah segera merogoh tas hitam tempat yang tadi mereka bawa dari rumah. Dan segera memberikan alat itu suaminya.


Yandra segera mencari frekuensi dimana letak detak jantung janin. Seketika Aisyah menitikkan air mata saat mendengar begitu jelas detak jantung malaikat kecil yang sudah bersarang dalam rahimnya.


Yanju yang semula hanya berbaring disamping sang istri, ia segera menegakkan tubuhnya, lalu memeluk Aisyah dan menghadiahi kecupan seluruh wajahnya.


"Alhamdulillah, akhirnya sebentar lagi kita akan mempunyai anak, Sayang," ujar Yanju begitu bahagia.


Aisyah mengangguk sembari menghapus air matanya. "Alhamdulillah, iya, Mas. Aku sangat bahagia."


"Tentu Ibu dan ayah lebih bahagia lagi, karena sebentar lagi akan segera menimang cucu," sambung Ibu.


Ekstra part 6


Happy reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2