Istriku Anak Jendral

Istriku Anak Jendral
Bisa melihat kembali


__ADS_3

Kini semua keluarga sudah berada diruang rawat, dimana Dokter mata itu akan membuka perban Aisyah. Jangan ditanya bagaimana perasaan wanita itu. Ais benar-benar nervous menghadapi hal ini.


"Ibu Aisyah, apakah anda sudah siap?" tanya sang Dokter.


"Ya, saya siap, Dok." Jawab Aisyah yakin.


"Baiklah, kita buka sekarang."


Dengan perlahan Dokter membuka lilitan kain kasa yang cukup tebal itu. Sementara Yanju dan Khenzi sudah berdiri dihadapan Aisyah. Aisyah begitu nervous saat Dokter membuka lilitan terakhir yang menutupi matanya.


"Sekarang coba buka mata anda dengan perlahan sekali. Jangan terburu-buru," intrupsi Dokter mata itu.


Asiyah membuka kelopak matanya sangat hati-hati, masih terasa perih dan tiba-tiba terlihat cahaya silau menusuk Indra pengelihatannya. Aisyah mengedip berulang kali untuk memastikan bahwa kini ia sudah bisa melihat ruangan yang terang itu.


"Bagaimana? Apakah anda bisa melihat dengan jelas?" tanya sang Dokter.


Aisyah segera mencari suara yang diyakini adalah Dokter yang menanganinya. Aisyah mengangguk yakin karena ia bisa melihat jelas wajah Dokter setengah abad dengan perawakan orang Asia, karena matanya yang sipit dan hidungnya sedikit pesek.


"Alhamdulillah, saya bisa melihat dengan jelas, Dok," ucapnya.


"Siapa orang yang ingin anda lihat terlebih dahulu?" tanya sang Dokter.


"Suami saya, Dok."


"Kenapa dia? Bukankah sebelum anda mengalami kecelakaan Sudah melihatnya?" tanya Dokter sedikit kepo.


"Belum, Dok. Saat saya menikah Sudah tak bisa melihat, jadi saya belum tahu dengan wajahnya."


"Wow! Cukup menarik. Sebuah kejutan jika anda belum melihat Pria itu," seloroh dokter mata itu. "Ayo coba anda lihat diantara kedua Pria ini, siapakah suami anda?"


Aisyah segera menatap dua Pria yang berdiri dengan gagah dihadapannya. Wanita itu menatap Yanju dan Khenzi saling bergantian.


Khen tersenyum melihat Kakak iparnya masih bingung meyakini mana suaminya. Yanju juga tak bisa menyembunyikan senyumnya.


Cukup lama Aisyah menatap mereka sehingga membuat semua keluarga ikut tertawa melihat hal itu.


"Mas Yanju!" seru Aisyah memanggil nama sang suami.

__ADS_1


Khenzi menunjuk dirinya dengan bahasa isyarat.


"Bukan," jawab Aisyah sembari menggelengkan kepalanya. Matanya tak terlepas dari Yanju.


Yanju menunjuk dirinya sendiri. Dan disambut dengan anggukan pasti tanpa ragu. Ternyata ikatan batin seorang istri tak bisa dibohongi.


"Ya, kamu. Aku yakin kamu suamiku," ucap Aisyah masih menatap lekat wajah tampan itu. Ternyata apa yang dia bayangkan benar adanya bahwa suaminya adalah seorang Pria tampan. Darah wanita itu berdesir hebat saat menatap wajah lelaki yang bahkan telah pernah menanam benih dirahimnya.


Yanju masih mengerjai sang istri dengan menggelengkan kepalanya, agar Aisyah ragu. Tetapi wanita itu menatap dengan kesal.


"Hei, jangan mengerjai Ais lagi. Atau Ais akan adukan pada Papa segala kelakkuan kamu Mas, selama menemani Ais disini, biar kamu dimutasi karena telah melakukan tindak asusila!" ancam Ais begitu gemas.


"Hahaha... Sadis amad ancaman kamu, Dek, ada gitu seorang suami dilaporkan karena menyentuh istri sendiri?" tanya Yanju dengan terkekeh mendengar celotehan istrinya yang selama ini ia kenal sangat pendiam, tetapi sekarang kenapa bar-bar sekali.


"Mas!" Panggil wanita itu merentangkan kedua tangannya dengan mata berkaca-kaca.


"Ya, Sayang, Alhamdulillah kamu sudah bisa melihat kembali. Bagaimana perasaan kamu, Sayang?" tanya Yanju mendekap penuh rasa syukur dan bahagia.


"Alhamdulillah Ais sangat bahagia, Mas. Kenapa kamu setampan ini. Aku hampir tak percaya. Hiks..." Wanita itu bergumam dengan tangis bahagia.


"Shhhtt, jangan keras-keras mengatakan aku Tampan, nanti ada yang merasa tersaingi," balas Yanju menatap Khenzi, ternyata Pria itu kembali ingin mencari gara-gara.


"Bapak, Ibuk." Aisyah turun dengan perlahan dari bad pasien, dan segera menyongsong mereka.


"Alhamdulillah, Nak, akhirnya kamu sudah bisa melihat kembali, Ibuk sangat bahagia," wanita baya itu memeluk putrinya secara bergantian dengan suaminya.


"Alhamdulillah, Buk, Ais kangen banget melihat wajah Ibuk dan Bapak." Aisyah membalas pelukan kedua orangtuanya.


Setelah itu Ais kembali menghampiri semua orangtua suaminya. Mereka masih diam tak mengeluarkan suara, sepertinya mereka masih ingin memberi tugas pada menantunya untuk menebak agar tak salah.


Aisyah menghampiri Ayah Yandra dan Ibu Fatimah. Wanita itu menyalami kedua orangtua suaminya.


"Apakah ini Papa?" tanya Ais, kali ini tebakannya salah.


"Bukan, Nak," jawab Ayah.


"Ah, Ayah! maaf Ais salah. Habisnya pada diam semua, Ais bingung nih!" Rengek wanita itu.

__ADS_1


"Kalau ini Ayah, sudah pasti ini Ibu Fatimah," ucap Ais, segera memeluk ibu mertuanya.


"Iya, Sayang. Selamat ya, akhirnya kamu sudah bisa melihat," ucap Ibu.


"Terimakasih, Bu."


Hanya tersisa pasangan baya yang belum ia sapa. Ais segera menghampiri Papa Arman dan Bunda Lyra.


"Kalau itu Ayah dan Ibu, tentu saja ini tak lain adalah Papa dan Bunda," ujar Aisyah menyalami tangan mereka.


"Yah, sudah tak bisa mengelak lagi. Hehe..." Papa mengusap kepala menantu pertamanya itu. "Alhamdulillah, Papa sangat bersyukur kamu sudah bisa melihat kembali. Selamat ya, Nak."


"Terimakasih,Pa."


"Bunda." Aisyah segera memeluk wanita yang telah melahirkan suaminya itu.


"Ya, Sayang, selamat ya, Bunda ikut bahagia."


Kini hanya tinggal satu orang Pria yang belum ia sapa. Kali ini Khenzi yang menghampiri sang Kakak ipar.


"Apakah sudah bisa menebak siapa aku?" tanya Khen menyalami tangan Aisyah.


"Khenzi, 'kan?" tanya Ais memastikan.


"Kurang lebih begitu. Siapa sih yang tidak mengenali suara Pria cool seperti aku. Hahaha..." Pria itu mengguraui Kakak iparnya.


"Hihi... Iya, percaya. Tapi Ais lebih terpesona dengan Mas Yanju. Maaf hatiku sudah tak bisa ditawar atau di colek lagi, karena sudah ada penghuninya. Yaitu dia, ya dia Pria Tampan itu," balas Aisyah membalas gurauan adik iparnya.


"Dengar sendiri kan, bahwa yang paling tampan tetaplah Yanju S," timpal Yanju pada sang adik.


"Ya iyalah, karena dia istrimu, Bang. Coba kalau aku tanyain ke Arumi, tentu saja aku Pria Tampan dari segala penjuru dunia," sahut Khen tak terima.


"Sudah, sudah! Kenapa jadi menyombongkan diri seperti ini? Biar kata kalian masih muda, tetapi belum tentu bisa mengalahkan ketampanan Ayah, kalau tidak percaya tanya saja pada Ibu kalian," sambung Ayah Yandra tak mau kalah dengan anak-anaknya, yang memang dialah tampangnya, dan sangat terkenal ketampanannya dulu.


"Iya, benar. Tapi Papa juga Tampan," ucap Aisyah menimpali. "Maaf, sebenarnya Mas Yanju anak Papa atau Ayah?" tanya Aisyah yang tiba-tiba membuat semua orang diruangan itu terdiam. Sebenarnya pertanyaan itu sudah lama ingin ia kemukakan, namun ia selalu lupa, hingga saat ini baru teringat untuk menanyakan hal itu.


Mungkin Aisyah dan keluarganya tidak tahu tentang persoalan hubungan mereka dulu, karena itu Aisyah jadi penasaran siapa sebenarnya ayah kandung dari suaminya.

__ADS_1


Bersambung....


Happy reading 🥰


__ADS_2