
"Udah dong Sayang, jangan marah lagi, aku benar-benar minta maaf," ucap Yanju masih berusaha merayu sang istri.
Aisyah masih diam, sebenarnya hatinya sudah tidak marah lagi, namanya juga lupa, tentu saja dia dapat memaklumi, lantaran banyaknya pekerjaan sehingga tak sengaja lupa dengan janji yang telah dibuat.
"Udah ya, jangan marah lagi, please!" Yanju memohon.
"Baiklah, tapi sebagai gantinya kamu harus masakin buat Ais, Mas," ujar Aisyah memberi syarat.
"Siap komandan!" seru Pria itu sembari menirukan gaya hormatnya pada sang komandan.
Aisyah hanya tersenyum dengan gelengan kepala melihat tingkah suaminya. Yanju segera mendekat dan mencuri kecupan di pipi istrinya yang sedang serius memilih bahan masakan di lemari pendingin.
"Kamu mau aku masakin apa, Sayang?" tanya Yanju
"Aku pengen buat cumi balado, Mas, tapi cuminya jangan digoreng nanti alot," jelas wanita itu.
"Kalau tidak digoreng, gimana cara masaknya? Di gulai?" tanya Yanju tidak paham.
"Bukan, ya di masak balado. Tapi masak cuminya bersamaan waktu kita goreng cabenya. Nanti masaknya lembut."
"Aku tidak tahu yang begituan, Sayang," ujar Yanju sangat jujur.
"Nanti Ais yang ajarin kamu, Mas, lebih tepatnya kita masak berdua," sahut wanita itu sembari mengeluarkan bahan-bahan yang akan dieksekusi.
__ADS_1
"Oke, Sayangku." Yanju nemplok di punggung wanita yang selalu membuatnya candu dan memenuhi hati dan pikirannya bila berada dimanapun. .
"Mas, awas aku mau potong bahan-bahannya dulu, kamu sana bantu aku ngulek cabenya," titah wanita itu ingin lepas dari dekapan sang suami dari belakang.
"Kenapa di ulek, Dek? Kenapa tidak menggunakan chopper aja?" tanya Yanju yang sedikit keberatan.
"Kurang mantap kalau di Chopper, Mas. Lebih berasa kalau di ulek. Kalau untuk bumbu sayur atau gulai tidak apa-apa menggunakan itu," jelas Aisyah, wanita itu memang sudah terbiasa dirumah orangtuanya masak menggunakan ulekan. Karena sang Ibuk tidak suka menggunakan blender.
Yanju tak ingin membantah. Dia segera mengikuti perintah Ibu Kapolda. Saat Yanju sedang fokus dengan pekerjaannya. Tiba-tiba perutnya mual saat aroma cumi-cumi yang sedang di bersihkan oleh Aisyah.
"Huueek! Huueek!" Yanju segera lari ke kamar mandi yang ada di dapur. Pria itu mengeluarkan sisa makanan yang ada di perutnya.
"Mas, kamu kenapa?" tanya Aisyah yang segera menghampiri suaminya lantaran cemas.
"Hah? Eh, iya. Yaudah Ais cuci tangan dulu." Ais segera mencuci tangannya dengan sabun sampai bersih. Sementara Yanju masih bersandar lemah di pintu kamar mandi.
"Gimana, Mas, Masih mual?" tanya Ais kembali ingin mengusap keringat dingin Pria itu bercucuran di dahinya.
"Eh, kamu mau ngapain, Dek?" tanya Yanju menjauhkan wajahnya dari jangkauan sang istri. Pria itu mendadak jadi sensitif.
"Kamu kenapa sih, Mas?" tanya Aisyah bingung sendiri melihat tingkah suaminya.
"Aku tidak suka bau aroma tangan kamu. Pasti masih nempel bau cumi disana," jelas Yanju.
__ADS_1
Aisyah mengendus kedua telapak tangannya, rasanya sudah tak ada lagi bau yang menempel.
"Enggak ada, Mas, udah wangi kok tangan Ais. Lagian kenapa kamu sekarang tidak suka bau aroma cumi, padahal itu seafood kesukaan kamu," ujar Aisyah semakin tak mengerti.
"Aih! Udah ah, pokoknya aku tidak mau menu itu malam ini, tukar saja, Dek, sungguh aku tidak tahan bau aromanya," ucap Yanju sudah tidak mood lagi dengan menu masakan mereka tadi.
"Yaudah, kita masak ikan sinangin saja ya. Gimana, mau?" tanya Aisyah menawarkan.
"Boleh, kalau itu nggak pa-pa."
"Yaudah, Mas duduk saja, biar Ais yang masak," ujar Aisyah tak tega melihat wajah pucat suaminya yang baru saja mengeluarkan semua cairan di lambungnya.
"Kamu serius, Dek? Tapi tadi kita sudah sepakat untuk masak bareng, Dek," balas Yanju merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, Mas, mungkin kamu kecapean, masuk angin. Duduk saja, biar Ais buatin teh jahe hangat ya," ujar wanita itu sangat perhatian.
Yanju hanya menurut, lagipula tubuhnya memang kurang nyaman sejak tadi saat masih di kantor. Mungkin benar yang dikatakan sang istri bahwa dirinya sedang tak enak badan dan masuk angin.
"Ini teh hangatnya, Mas." Aisyah menghidangkan secangkir teh jahe.
"Makasih, Sayang."
Ekstra part 5
__ADS_1
Happy reading 🥰