Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 16 Salah Kirim


__ADS_3

Emma terhenyak mendapati ada anak kecil yang terseok-seok untuk dapat kembali ke kursi rodanya. Kakinya tak dapat menopang sempurna, salah satunya bengkok, sepertinya terkena polio. Tanpa pikir panjang, Emma menghampiri anak itu dan membantunya agar sampai ke kursinya lebih cepat.


Anehnya, anak itu menepis tangan Emma. Ia tak mau ditolong. Emma gugup dan terkejut.


"Pergilah!!!" usir anak itu kasar pada Emma.


"Adik kecil, kenapa kamu kasar sekali? Kakak cuma mau membantu," tukas Emma menolak untuk diusir. Ia serius ingin membantu anak itu. Sekarang, giliran anak itu yang terkejut, melihat kegigihan Emma. Biasanya, dengan sikap kasarnya itu, orang-orang akan mundur sehingga ia bisa kembali ke dunianya yang penuh kesendirian.


"Udah lah, gausah ditolong, anak cacat begitu! Buahahaha.... " ledek Kasandra, salah seorang mahasiswa yang sekelas dengan Emma tadi.


"Cacat jelek, kok ada di kampus kita ya? Sial sekali," tukas yang lain menimpali.


Anak itu tertunduk mendengar kata-kata sumbang dari orang yang lebih tua darinya. Kegarangannya mendadak hilang seperti mangsa yang mudah diterkam.


"Eh nenek sihir. Kalau ngomong dijaga. Kalau itu adikmu, memangnya kamu bakal ledek begitu? Dasar rendahan!" hardik Emma, lalu mendorong pergi anak kecil yang berusia sekitar 9 tahun itu, menjauh dari area tangga kantin.


Kasandra dan teman-temannya tampak kesal. Baru saja mereka hendak mengejar Emma dan membuat perhitungan, sekelompok pria berjas dengan seorang pemuda tampan mendekat ke sana.


"Dek!! Kamu kemana aja????" tanyanya khawatir, menghampiri anak kecil yang ada di kursi roda itu. Emma tersenyum setelah mengetahui akhirnya, keluarga anak itu datang.


"Maaf, Kak. Tadi aku berjalan-jalan sedikit," ujar anak itu sambil tersenyum paksa.


"Eh.. Eh!?! Kak Ryan gais! Omaygat!!!! Masa itu adeknya? Mampus deh.... " gumam Kasandra pada teman-temannya yang masih mematung di belakang Ryan dan Emma.


Para gadis yang ikut meledek anak itu juga gigit jari setelah mengetahui identitas keluarganya. Mereka telah merundung anak yang salah. Ryan adalah salah satu pangeran kampus yang tampan, ramah dan kaya-raya. Ryan adalah calon pewaris stasiun televisi terkemuka di Indonesia, RCTV. Tentu saja, dia adalah boyfriend material banget bagi para mahasiswi Adi Luhung.


"Saya ambil alih ya, makasih sudah jagain adik sepupu saya ini," ucap Ryan sopan, namun melirik ketiga gadis yang ada di belakangnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Iya, nggak papa. Sudah sepantasnya sesama manusia saling bantu. Dek, kakak duluan ya.. Jangan galak-galak ya manis... " sahut Emma lalu berpamitan sambil mencubit pipi Tama--anak berkursi roda itu-- dengan gemas. Tama tampak merona dan malu, Ryan menahan tawa. Baru kali ini ada yang berani mencubit pipi tuan muda Hanggara dengan begitu ceroboh.


"Emma ya, menarik.... " gumam Ryan dengan senyum tersungging manis. Ia lantas mencubit pipi Tama seperti yang Emma lakukan. "Dasar anak nakal!" hardik Ryan bercanda. Tama uring-uringan. "Beraninya kau mencubit tuan muda Hanggara!!! Kak Ryan! Kemari kau!"


................


Tring!


Ponsel Lukas berdenting.




Lukas kaget tak percaya. Mengapa Emma mengirimkan foto padanya?


Tak lama kemudian...


<"Maaf, salah kirim">


Begitu bunyi pesan berikutnya.


"APA WANITA INI GILA??"


Lukas mengamuk. Padahal, baru saja ia senyum-senyum melihat foto Emma yang begitu cantik dan segar di tengah-tengah rapat yang menjemukan. Roy--ajudannya sampai bingung dengan gelagat bosnya yang tak seperti biasanya.


"Pak Lukas, mohon fokus dulu," ucap Pak Gubernur sopan, tak ingin menyinggung singa yang sedang rebahan.

__ADS_1


"Maaf, Pak. Tadi istri saya WA," ujarnya sekilas.


Mereka lantas kembali meneruskan rapat tentang pembebasan lahan yang ditentang warga. Isu yang beredar juga menyudutkan pihak K-Group, padahal kompensasi yang diberikan cukup besar dan sepadan. Entah apa masalahnya, proyek pembangunan apartemen padahal sudah harus berjalan bulan ini.


Suasana hati Lukas benar-benar kacau. Siapa orang yang dikirimi foto oleh istrinya? Kenapa gadis itu malah menghapus foto yang sudah terkirim?


"Sial!" gumam Lukas kesal.


................


Tak tik tak tik


'Hari pertama kuliah'


to: Luv Galih, (kepencet) Lukas.


"Astaga!! Bodoh! Kenapa malah kekirim ke malaikat maut?? Ya ampun. Hapus.. Hapus.. Keburu diomelin.... " gumam Emma gugup karena telah salah mengirim pesan yang seharusnya ditujukan untuk ibu dan adiknya di kampung.


Tak selang beberapa lama, Pak Hendro datang menjemput Emma. Hari pertamanya di kampus begitu menyenangkan dan berkesan.


Emma tak tahu,


Ada seseorang dengan hati terbakar yang akan membuat perhitungan dengannya di mansion, malam nanti.


****************


Bersambung

__ADS_1


****************



__ADS_2