
Sehari setelah kericuhan di kampung Sinar Bersemi, agenda pembebasan lahan akhirnya menemukan titik terang. Meski presdir K-Group sedang sibuk mengurus istri, namun, kepala legal dan juga divisi terkait dapat segera mengeksekusi langkah awal supaya jadwal mereka kembali seperti sediakala.
"Syukurlah, rencana peletakan batu pertama tidak akan molor lagi," ucap Pak Pras-- kepala legak K-Group, dengan hati gembira.
"Betul, Pak. Alhamdulillah," sahut Pak Gery, anak buahnya, dengan wajah yang lega. Ia sudah pusing selama berbulan-bulan akibat kemandegan proyek yang entah kapan dapat dilanjutkan.
Tak hanya divisi legal yang bersyukur, semua karyawan K-Group bersuka-cita dengan menghilangnya gangguan yang berlarut-larut ini. Akhirnya kedamaian dapat dirasakan juga oleh mereka. Jadwal pembangunan apartemen menjadi tidak molor terlalu lama, back on track.
Para warga juga senang, karena mereka menerima ganti rugi pembebasan lahan secara bertahap, dengan dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah setempat untuk relokasi.
Warga sangat bersyukur, akhirnya mendapat kejelasan soal status penggusuran mereka. Tidak ada lagi yang melakukan protes seperti sebelumnya, karena mereka sudah gembira dengan hasil penjualan rumah yang tinggi.
Pak RT dan Bu RT, misalnya. Mereka sudah berencana kembali ke kampung halaman dan membuka peternakan sapi dengan uang ganti rugi sebesar 1,5 Milyar rupiah. Uang sebanyak itu sudah cukup sebagai modal hidup makmur di desa sampai hari tua.
Vita dan Ibunya, berencana pindah ke daerah Bogor yang cukup dingin. Mereka berencana membeli rumah tingkat yang mirip seperti tempat tinggal asalnya. Panti asuhan milik keluarga Vita juga sudah terdaftar di dinas sosial setempat, dan berkesempatan untuk menerima bantuan berkala demi kesejahteraan anak-anak asuh mereka.
Tentu saja masih banyak cerita lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu, karena setiap warga memiliki rencana yang berbeda. Namun, satu hal yang pasti, mereka bisa pindah tanpa drama dan kerusuhan seperti sebelumnya.
"Kita harus berterima kasih ya sama @EmmaJkt. Berkat dia, kebusukan-kebusukan musuh kita terkuliti satu per satu," gumam Pak Pras yang tak mengenali istri presdirnya.
__ADS_1
"Benar... Kita undang aja nanti pas syukuran pembukaan apartemen, biar nge-MC lagi. Cantik dan lincah orangnya," sahut Bu Dewi, staff legal yang jadi pengikut sosial media Emma. Semua orang setuju dengan ide tersebut. Namun, tidak ada satu orang pun yang akan mengira bahwa @EmmaJkt adalah nyonya kecil mereka.
......................
"Bagaimana situasinya?" tanya Lukas sambil meminum secangkir kopi panas tanpa beranjak dari sisi Emma.
"Aman, Bos. Pak wali dan pak gub sudah membubarkan posko jadi-jadian itu. Orang legal juga sudah mulai mendistribusikan ganti rugi. Wah, nyonya kita memang hebat!" puji Roy, yang dicuri dengar oleh Emma. Gadis itu tampak malu-malu namun masih berniat untuk pura-pura tidur karena tak ingin bicara dengan suaminya.
"Nggak rugi dikuliahin mahal-mahal," seloroh Lukas bercanda, namun, terdengar seperti menghina.
Roy yang sedang memakan roti, hampir saja memuntahkannya. Ia mengkode bosnya supaya diam saja, agar tak menimbulkan masalah. Lukas mengangkat bahu, tak menyadari kesalahannya. Ia kan sedang bercanda. Namun, tidak terdengar seperti itu bagi Emma. Gadis itu akhirnya berencana untuk mengembalikan uang kuliah full padanya, setelah wisuda kelulusan.
......................
Tok Tok
"Hm.... "
"Nyo--nyonya, gawat!"
__ADS_1
"Ya, aku sudah tau,"
"Ta--tapi, bagaimana bisa,"
"Ya, akulah yang memasangnya di homepage kita. Hm? Lelaki tua itu memang sudah waktunya punah. Persiapkan rapat dewan, kita harus segera memecatnya," ujar wanita bernama Nyonya Liem itu tanpa ragu. Ia adalah istri tuan Gautam, pemilik RCTV, sekaligus pemegang saham utama group MNGTV.
Nyonya Liem-- ibunda Ryan, terkenal berdarah dingin dan sangat fokus. Ia sudah menyerahkan kepemimpinan pada suaminya selama dua dekade, namun, sepertinya, kali ini harus diambil alih kembali. Keluarga nyonya Liem tak hanya memiliki rantai bisnis rumah sakit internasional, namun juga penyandang dana terbesar di MNGTV. Secara teknis, ia sangat berkuasa, namun menolak untuk tampil di depan layar.
Kali ini, karena kebodohan suaminya, nyonya Liem harus menanggung malu dan kehilangan kekayaan akibat anjloknya saham. Foto perselingkuhan suaminya sampai pada surelnya dari seorang anonim. Ia sendiri yang memasangnya di website perusahaan agar skandal tersebut terbongkar.
Tidak ada yang bisa mengira, betapa ngerinya kemarahan seseorang yang tak pernah mengeluarkan ekspresi, seperti dirinya. Tidak ada yang berani macam-macam dengan nyonya Liem jika ia tak ingin mati secara sia-sia. Tentu saja, bukan kematian harfiah seperti meregang nyawa, namun, kematian reputasi dan juga kesempatan untuk berbisnis di mana saja. Nyonya Liem adalah salah satu mafia yang mengendalikan rantai usaha para konglomerat di Indonesia.
"Kenapa kau masih berdiri di situ? Cepatlah, segera kumpulkan para dewan. Kita mulai rapat dalam 3 jam. Biarkan aku menyelesaikan lukisan ini terlebih dahulu," ucapnya penuh makna.
"Ba--baik, Nyonya," sahut ajudannya dengan sigap dan segera beranjak untuk menghubungi para anggota dewan.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1
...****************...