Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 57 Pengakuan Sarah


__ADS_3

Keesokan paginya, Sarah terbangun dalam keadaan yang lebih baik, meski kepalanya masih terasa berat. Sarah tidak bisa mengingat dengan jelas bagaimana ia bisa berpindah ke sebuah klinik setelah tertidur di mobil Askara. Sarah hanya mengingat, ia tertidur pulas setelah meneguk air dalam botol yang disodorkan oleh Askara. "Sial.. sepertinya dia membiusku," rutuk Sarah sambil bergumam. Saat ini, ia kembali waspada dengan keberadaan Askara. Sarah tidak tahu apakah ia benar-benar kawan, ataukah lawan yang sedang menyamar.


Klang!


Sarah baru saja sadar bahwa kaki dan tangannya terikat dengan rantai besi di atas ranjang. Ia tidak bisa pergi ataupun melarikan diri secara tiba-tiba. "Apa-apaan ini?" tanyanya dalam hati. Ruangan itu begitu sepi, tanpa ada seorang pun yang bisa menjawab rasa penasaran Sarah sejak tadi.


"Bagaimana rasanya bangun dan merasa bingung? Penjahat?!!!!" Lukas tiba-tiba muncul dari luar pintu kamar sambil berteriak.


"Lu--Lukas??? Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Sarah dengan ketakutan. Askara berdiri di belakang Lukas, dengan tangan terlipat di depan dadanya.


"Sekarang, akui dosa-dosamu padaku!!! Atau aku tak segan melemparkanmu ke dalam lubang buaya!" seru Lukas dengan amarah. Askara menarik sebagian jas bosnya, seakan mengingatkannya bahwa Sarah adalah seorang wanita. Mereka memiliki prinsip untuk tidak menyakiti wanita ataupun anak-anak, kecuali dalam keadaan darurat. Saat ini, Sarah masih menjadi pasien karena menderita malnutrisi hebat. Bahkan, ia sampai diborgol agar tidak melarikan diri seperti ketika berada di dalam penjara milik Lucy.

__ADS_1


"Lukas, aku minta maaf," ucap Sarah perlahan sambil menundukkan kepalanya. Ia merasa sangat malu untuk mengakui dosa-dosanya kepada Lukas. Saat masih menjalani terapis, Sarah memang sering membuat Lukas tertidur dengan obat bius, sehingga membuatnya bingung dan sulit membedakan antara siang dan malam. Sarah bahkan memanipulasi urgensi terapi skin to skin untuk memuaskan hasrat s*ksualnya pada Lukas. Tanpa disadari, selama ini Sarah terus menerus memp*rkosa Lukas, karena, pria itu sama sekali tidak menikmati adegan bercinta dengannya. Bagaimana mungkin bisa menikmati? Jika batangnya saja tidak bisa berdiri? Tentu saja, Sarah, secara sepihak, yang mendapat kepuasan bercinta dengannya.


"Aku mengakui kesalahan-kesalahanku. Sebagai gantinya, kau boleh menghukumku," tutur Sarah kembali normal. Selama ini, ia terjebak dengan rasa takut dan dendam, sehingga kepribadiannya menjadi berantakan. "Lucy memerintahkan sesuatu yang buruk padaku, agar menyakitimu. Maaf, karena aku tidak bisa menolaknya," lanjutnya dengan sendu.


Lukas menarik napasnya dengan kasar. "Maaf? Enteng sekali kata itu keluar dari mulutmu!" sahut Lukas tidak terima, karena selama ini telah dipermainkan oleh Sarah. Ia mencengkeram dagu Sarah dengan mata memerah. "Dengar! Aku akan memaafkanmu, jika kau bisa membuat obat penawarnya. Mengerti?"


Sarah merasakan tubuhnya gemetar ketakutan saat Lukas melontarkan ancamannya dengan penuh kebencian. Air matanya tertahan, tak sempat mengalir, akibat syok yang mendadak menyerang. Cengkeraman Lukas yang kuat pada dagu Sarah membuatnya kesulitan memberi jawaban. Sarah hanya bisa mengangguk pelan, dan menyerah pada situasi yang memaksa. Sarah merasa terjebak dalam keadaan yang mencekam, tanpa bisa membela diri ataupun bernegosiasi.


Sarah mendapatkan tugas untuk memberi teh herbal segara berkala, sehingga Lukas menderita impotensi. Tujuan mengkondisikan Lukas seperti itu adalah, agar Lukas tidak menikah dengan siapapun selain Lucy. Wanita itu memiliki niat untuk mengunci kisah asmara Lukas agar ia dapat kembali padanya kapan saja, saat suaminya telah tiada. Lucy ingin menjalin hubungan dengan Lukas yang didasari oleh rasa cinta, bukan hanya harta semata. Namun, rupanya, cinta Lucy terhadap Lukas tidaklah murni, melainkan sekadar obsesi. Bagaimana mungkin seseorang yang mencintai kita akan membuat celaka? Lukas menjadi sangat menderita akibat intrik yang dibuat oleh Lucy dan Sarah.


Teh herbal yang diberikan oleh Sarah-- pion Lucy, merusak kesehatan Lukas dan semakin memburuknya kondisinya. Lukas mulai mengalami gangguan tidur dan detak jantungnya meningkat secara tidak normal saat ia berhenti mengonsumsi teh tersebut. Lukas seakan mengalami gejala kecanduan dan terpaksa harus terus mengonsumsinya, meskipun menyadari bahwa hal itu dapat membahayakan syaraf-syarafnya, terutama syaraf s**sual. Lukas merasa marah dan tertekan karena tidak memiliki pilihan. Kondisinya semakin memburuk, dan keputusasaan semakin menghimpitnya.

__ADS_1


"Ingatlah janjimu! Aku akan kembali setelah kau sembuh!" ucap Lukas nada yang tajam, kemudian pergi meninggalkannnya. Lukas menyerahkan penjagaan Sarah kepada Askara, tangan kanannya. Ia menepuk bahu Askara sebagai tanda kepercayaan bahwa Askara harus terus memantau perkembangan kesehatan Sarah dan membantunya pulih seperti sediakala, supaya Sarah dapat meracik obat penawar untuknya.


"Roger!" jawab Askara sigap dan meminta bosnya agar tidak khawatir.


...****************...


...Bersambung...


...****************...


__ADS_1


__ADS_2