Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 92 Skandal Terpanas


__ADS_3

Pagi ini, bukan ketenangan yang datang di hari-hari setelah kematian Nyonya Besar. Seluruh orang di mansion sedang sibuk dengan berita terbaru yang beredar di media cetak, televisi, surat kabar dan media sosial.


"Nyonya! Tuan! Gawat!!! " Rosa tampak tegesa mengetuk kamar Lukas dan Emma, karena, berita mengejutkan tentang keluarga Kim sedang membahana di luar sana.


"Ada apa Rosa? Kau menakutiku!" Emma langsung membuka pintu. Lukas juga baru saja bangun dengan raut wajah yang kebingungan.


"Tu--tuan.. di berita.... Akh!" Rosa tidak dapat melanjutkan perkataannya, ia langsung menyodorkan sebuah tablet dengan ringkasan berita terpanas hari ini, sampai menjadi topik teratas di mesin pencarian internet.


...Skandal terpanas abad ini, bocor video S3kkss konglomerat ternama dengan seorang wanita....


Begitu yang tertera di judul beberapa situs web gosip, dan media-media lainnya. Banyak hujatan di media sosial tentang sosok pengusaha LK yang tidak bermoral. Ada juga petisi yang mengajak boikot massal pembelian produk perumahan dan apartemen yang dirilis oleh K-Group setelah skandal ini mencuat.


Emma tidak bisa berkata-kata. Ia memilih untuk melihat sendiri video yang sedang beredar di internet.


"Sa--sayang!" Emma terperanjat. Ia sedang melihat aksi pers3tubuh4n Lukas dan Sarah untuk kali kedua, setelah beberapa waktu yang lalu berhasil minggat ke hotel, dan bertemu dengan Ryan. Tentu saja Emma tahu bahwa Lukas adalah korban di sini, bukan pelaku, seperti yang diberitakan.


Namun, satu hal yang janggal. Bagaimana bisa video itu beredar di internet? Dengan bentuk wajah si wanita yang diblur. Darimana pihak akun gosip memiliki video ini?


Lukas yang baru saja bangun, segera bergabung dengan Rosa dan istrinya untuk mengecek kehebohan yang sedang terjadi. Ia juga terkejut bagaimana seseorang begitu lancang menyebarkan video ini di internet.


"Wah, cari mati!" tukasnya dengan sarkas. Ia langsung menghubungi Roy untuk mengurus masalah ini, sambil bersiap menuju ke kantor pusat. Waktu berkabung telah usai, sekarang, saatnya Lukas harus kembali menjalani kewajibannya sebagai pimpinan K-Group.


...****************...


Sesampainya di kantor pusat, para dewan direksi mengadakan rapat. Lukas baru saja tiba, dan ia langsung bergabung dengan mereka.


"Jelaskan situasi saat ini!" perintahnya pada Roy, sang ajudan, yang sedari tadi telah mengurusi banyak permintaan wawancara dari media untuk mengkonfirmasi kabar yang beredar.


"Sebetulnya, itu hanya berita asal, Bos. Namun, karena citra positif kita menangani banjir tempo lalu, banyak rival yang menggorengnya dan memanfaatkan situasi. LK yang anonim sudah dipusatkan pada anda," jelas Roy menyimpulkan.


"Sudah kau telusuri dari mana kabar itu beredar?" tanya Lukas tak sabar. Beraninya orang-orang tak berkepentingan ini mengusiknya yang sedang dilanda waktu sulit setelah kehilangan sang nenek?


"Sedang diperiksa oleh Askara. Anda tidak perlu khawatir," ucap Roy meyakinkan.


"Baiklah, aku percaya padamu,"


Lukas dan Roy yang berdiam sejenak, kali ini melangkahkan kaki memasuki ruang rapat. Jajaran direksi semuanya memasang tampang tegang, dan menuntut penjelasan. Namun, tidak satu pun dari mereka yang berani bertanya.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskannya. Ini semua salah paham," Lukas memulai pembicaraan. Dan, saat ini, fokus utama mereka adalah menangkal berita yang beredar. Supaya efeknya tidak semakin besar, Lukas sedang memikirkan cara untuk melakukan konferensi pers bersama sang korban yang diyakini wanita simpanan.


Padahal, wanita itu adalah Sarah, yang telah memperkosanya seiring waktu. Baru kali ini ada kasus pemerkosaan wanita terhadap pria, dan Sarah lah orang gila tersebut. Lukas yang mempercayakan perawatan impotensinya pada Sarah, malah berakhir ditipu mentah-mentah.


Namun, Lukas masih belum bisa memastikan, siapa yang telah merekam dan menyebarkan video asusila tersebut. Satu hal yang pasti, pelaku yang telah mengakibatkan skandal ini, akan menghilang tanpa jejak dari bumi.


...****************...


"Bagaimana hasilnya?" tanya Lucy pada orang suruhannya yang telah dibayar untuk menyebarkan skandal tentang Lukas, melalui sambungan telepon.


"Bagus, Nona. Sesuai perkiraan anda. Berita ini meledak!" ujarnya dengan senyum mengembang. Lalu lintas websitenya sangat tinggi, sehingga, konversi dollar untuk iklan yang tayang sungguh menggiurkan.


Jika ditambah dengan kompensasi dari Lucy, tentu, penghasilannya saat ini melebihi pendapatannya selama lebih dari 5 tahun. Pria itu hanya bekerja di website gosip dan tidak memiliki pekerjaan lain. Tentu saja, permintaan Lucy adalah suatu jackpot baginya.


"Sungguh melegakan," ucap Lucy, kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.


"Nona presdir, apakah Tuan Lukas tidak akan menangkap kita?" tanya Kian khawatir, karena, mengusik Lukas, artinya sedang membangunkan singa yang sedang tidur.


"Menurutmu, apa aku tidak memperhitungkannya?" tanya Lucy licik.


Kian tidak mengerti. Namun, ia mencoba mempercayai siasat bosnya itu, karena Kian sendiri tidak memiliki rencana cadangan.


"Semoga saja sesuai dengan rencana anda, Nona," Kian tersenyum getir, tidak ingin menambah beban hidupnya yang telah berat.


...****************...


"Apakah sudah ketemu?" tanya Roy pada Askara, yang saat ini sedang online di grup percakapan game mereka.


"Aku sedang melacak IP-nya. Dia sangat cerdas, tapi, sebentar lagi aku aku akan menangkapnya," jelas Askara dengan kepercayaan diri tinggi.


Tentara bayaran dengan skill di atas rata-rata seperti dirinya, tentu saja tidak akan mudah dikalahkan oleh keadaan. Askara akan memastikan bahwa pelaku ini akan mendapat pelajaran karena telah mengusik Bos kebanggaan mereka.


"Baiklah, aku tunggu kabar baikmu," ucap Roy, kemudian mengakhiri percakapan. Berkomunikasi secara anonim di situs game seperti ini memudahkan mereka untuk menghilangkan jejak, jika terjadi siasat yang kejam dan juga menuntut pertanggungjawaban.


Roy lalu menyusul Lukas yang telah menunggunya di mobil. Rapat dewan hari ini, dilanjutkan dengan tinjauan pembangunan apartemen La Marie yang hampir jadi, meski belum tahap penyempurnaan.


Saat ini, tim konstruksi apartemen telah berhasil menyelesaikan konstruksi fisik bangunan utama, termasuk struktur dinding, dan lantai. Masih ada waktu beberapa bulan ke depan untuk memperbaiki sistem kelistrikan, ledeng dan juga persoalan interior serta pemasangan furnitur-furnitur di setiap unitnya.

__ADS_1


Meski belum sampai pada tahap akhir, penjualan unit apartemen ini cukup bagus. Bahkan dari 100 unit termasuk apartemen medium dan griya tawang, 60 persennya telah habis terjual.


Namun, skandal yang sedang terjadi, cukup menyulitkan tim pemasaran. Media sosial mereka diserang dan mengakibatkan reputasi Apartemen La Marie, termasuk K-Group merosot tajam.


Jika saja Nyonya Besar masih ada, tentu ia bisa mengalami serangan jantung, karena, skandal ini benar-benar mempermalukan K-Group secara menyeluruh.


...****************...


"Tim Alpha bergerak ke utara, Tim Beta akan membantu dari arah sebaliknya,"


Terdengar percakapan radio dari sebuah tim operasi gabungan dari anak buah Askara dengan Tim S.W.A.T setempat. Saat ini, mereka sedang melakukan penggerebekan di sebuah pondok tua di tengah hutan Kamboja.


Askara tidak mengira, bahwa, serangan baliknya akan mental, dan membutuhkan upaya manual untuk melumpuhkan server akun gosip yang menjadi awal mula merebaknya skandal bos mereka.


Penggerebekan saat ini sudah seperti operasi pelumpuhan *******, karena, tim S.W.A.T juga bekerja sama dalam pemusnahan jaringan kejahatan siber seperti ini.


"Clear!"


"Clear!"


Satu regu penembak merangsek masuk, ketika situasi telah dinilai aman. Mereka datang berderap, dengan senjata lengkap.


BRAK!


Salah seorang anggota mendobrak pintu utama.


"Situasi nol, Letnan. Tidak ada tanda-tanda kehadiran siapapun di sini," laporan seorang anggota tim melalui komunikator.


Letnan Jimmy, sang komandan operasi, mengernyitkan dahi, mencoba mencari penjelasan atas kekosongan ini. Ia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan meminta anggota timnya untuk memeriksa setiap sudut pondok dengan cermat.


Sementara itu, Askara juga tampak kebingungan. Tidak ada tanda-tanda aktivitas atau keberadaan seseorang yang dapat mereka temukan di sana.


Belum selesai mereka memecahkan misteri ini, panggilan seluler masuk ke ponsel Askara.


"Askara! Pulang sekarang! Nyonya menghilang!" teriak Roy dengan nada penuh kecemasan. Sontak, Askara meminta Letnan Jimmy untuk menarik mundur pasukan, dan mereka membatalkan operasi kali ini.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...



__ADS_2