Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 40 Menghindari Emma


__ADS_3

Beberapa hari setelah insiden ciuman tanggung antara Lukas dan Emma, hubungan keduanya kembali memburuk. Sudah beberapa waktu ini, Lukas menghindari Emma. Tidak biasanya ia pergi ke kantor saat pagi buta, bahkan seakan sedang berlomba dengan kokok si jago yang sering hampir disembelih oleh Sarah karena selalu mengganggu tidurnya.


'Hhhhh.... Gila, sangat memalukan!' batin Lukas sambil menangkup wajah dengan kedua telapaknya. Ia begitu malu dan terhina, karena, barang pusaka miliknya tidak bereaksi meski sudah digelorakan oleh ciuman dahsyat bersama istrinya.


Sudah beberapa hari ini, Emma dan Lukas bahkan tidak bertegur sapa. Lukas merasa malu dan minder untuk berhadapan dengan istrinya karena belum bisa memberikan nafkah batin seperti yang diharapkan.


Lukas dapat membaca pikiran Emma, meski ia sendiri tidak mengatakannya. Lukas tahu bahwa hormon wanita itu bereaksi secara menggebu ketika sedang menikmati ci-uman dalam yang diluncurkan olehnya. Aroma dan suhu tubuh Emma memberi informasi bahwa ia mengidamkan keperkasaan Lukas dan ingin segera dijamah olehnya.


Hal ini tentu menakutkan bagi Lukas. Ia langsung mengakhiri ciuman itu begitu saja, dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Lukas merasa seperti narapidana yang melarikan diri dari penjara cinta Emma.


''Maafkan aku, Emma,' batin Lukas setiap kali teringat istrinya.


Lukas merasa menyesal dan bersalah karena telah menghindari Emma tanpa alasan yang jelas. Ia menyadari bahwa tindakannya dapat menyakiti Emma dan merusak hubungan mereka. Namun, Lukas tak punya pilihan lain. Ia tak bisa menahan diri untuk terus merengkuh gadis itu jika berada di dekatnya. Dan, hal itu dapat menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam lubang kehinaan karena tak dapat memberi sentuhan kejantanan setelahnya.


Lukas menyembunyikan masalah impotensinya dari Emma karena merasa khawatir akan dianggap lemah atau dihakimi olehnya. Lukas masih ragu untuk jujur karena ia juga merasa bahwa Emma mungkin tidak mencintainya sepenuh hati.


Pernikahan Lukas dan Emma hanya didasarkan atas kontrak, dan bukan atas cinta sejati. Lukas tidak ingin menghadapi risiko bahwa Emma mungkin akan mengungkapkan rahasia tersebut kepada orang lain. Hal itu tentu dapat mengguncang harga dirinya dan berimbas pada saham K-Group secara tidak langsung.


'Hhhh.... Kapan ya aku bisa bicara terus terang pada Emma? Hhhh.... ' Lukas membatin dengan perasaan yang gamang. Ia menyadari bahwa tidak bisa terus-terusan bersembunyi. Suatu saat, Lukas harus berani menghadapi kenyataan dan membicarakan masalah ini dengan Emma. Namun, sebelum itu terjadi, Lukas harus yakin bahwa perasaan Emma padanya sudah berkembang menjadi cinta yang tulus, bukan hubungan sesaat saja seperti yang mereka teken dalam kontrak.


Bagi Lukas, kepercayaan dan keyakinan dalam cinta Emma menjadi faktor penting sebelum ia memutuskan untuk berbagi masalah yang sensitif ini.


......................

__ADS_1


...[Penjara Bawah Tanah dekat K-Tower]...


DRRRRRRTTT...


Ponsel Lukas berbunyi, ketika ia sedang menunggu dua buronan yang hendak diantarkan oleh Askara dan Roy ke penjara rahasia miliknya.



"Astaga, Emma. Ada apa ini?" gumam Lukas setelah mengecek notifikasi pesan pada ponselnya.


'Maafkan aku, Emma. Mungkin lebih baik kita tidak bertemu terlebih dahulu. Aku belum bisa memuaskan hasratmu' batinnya. Setelah menimbang-nimbang keputusannya, Lukas akhirnya mengirim pesan balasan.



[sent]


......................


...[Sel Penjara Rahasia]...


"Lama tak berjumpa, cecunguk sialan," sapa Lukas dengan senyum yang mengerikan.


Terlihat suasana kontras yang terjadi dalam paginya hari ini. Baru saja Lukas tenggelam dalam penyesalan yang mendalam atas perbuatannya pada istrinya, merasa terjebak dalam kesalahan yang tak dapat diperbaiki. Namun, kali ini, Lukas kembali memasang topengnya sebagai gangster kejam yang tak segan-segan menghabisi musuh-musuhnya tanpa belas kasihan.

__ADS_1


"Bo--os, Lukas. Tolong ampuni kami," pinta Jaka dan Yuki hampir bersamaan, dalam keadaan tangan terikat dan pakaian lusuh yang penuh dengan bau anyir samudera.


Askara dan Roy sebelumnya telah memandikan mereka dengan air laut sebagai hukuman, sebelum akhirnya mengangkut dua tahanan itu menggunakan helikopter pribadi milik K-Group untuk kembali ke ibukota.


"Ampuni? Kalau aku bisa mengampuni tahanan, buat apa aku membuat penjara rahasia ini?" cetus Lukas dengan senyuman sinis yang membuat Jaka dan Yuki menciut tanpa berani berkata-kata kembali.


Mata Lukas menatap mereka dengan tajam dan tanpa perasaan. Beberapa rencana jahat tengah terlintas dalam pikirannya. Jaka dan Yuki merasakan ketakutan yang mendalam, menyadari bahwa mereka berada di hadapan seorang penghukum yang tak kenal belas kasihan.


BRUAAAK!!


"Aaaarrrrrgggghhhh!!!!!"


Sebuah balok kayu telah patah menjadi dua, menghasilkan suara gemuruh yang mengerikan. Fragmen kayu terbang ke segala arah, mengirimkan serpihan-serpihan kecil ke udara.


Askara dan Roy, dengan tatapan takut dan kaget, mematung di tempat, berusaha menyembunyikan kegusaran yang menyeruak tiba-tiba. Mereka dapat berasumsi bahwa suasana hati bos Lukas sedang sangat buruk.


Di sisi lain, Jaka dan Yuki tampak terkapar tak berdaya, dengan beberapa jejak darah yang menodai lantai penjara. Tubuh mereka terasa lemah dan luka-luka yang mereka derita begitu nyata. Lukas berdiri di dekat mereka dengan tatapan penuh kekejaman, mengepalkan tangannya dengan kuat, seolah-olah menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan.


Bagaimanakah nasib Jaka dan Yuki selanjutnya?


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


...****************...



__ADS_2