Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 87 Lukas Kecil & Prostitusi


__ADS_3

"Jadi, kamu sudah tahu, sayang?" tanya Emma, ketika Lukas memeluknya dari belakang, dan membisikkan tentang rencana jahat Lucy untuk menghancurkan pernikahan mereka.


"Ya, Sayang. Kamu pikir aku laki-laki bodoh? Aku sudah memaafkan nenek, setelau sekian lama," ucap Lukas sendu, sambil menenggelamkan wajahnya di balik tengkuk Emma.


Pembicaraan rahasia yang disadap oleh informan Lucy, ternyata bukanlah ancaman seperti yang dikhawatirkan oleh Emma.


"Lucy tidak akan berhasil, sayang," bisik Lukas dengan tegas. "Kita akan melawan segala siasat mereka dan mempertahankan pernikahan kita. Cinta kita lebih kuat daripada segala ujian yang datang, percayalah."


Emma merasakan kekuatan dan keyakinan dalam kata-kata Lukas. Meskipun ada kegelisahan dalam hatinya, namun ia merasakan semangat perlawanan yang mulai tumbuh. Mereka berdua akan bersatu dan menghadapi tantangan untuk menjaga pernikahan mereka.


......................


Jauh sebelum Nyonya Han Eun Sook dikonfrontasi oleh Ny. Liem soal masa lalu Lukas dan sang ibunda, sebetulnya, Angela-- Ibu Lukas sudah menceritakan perihal kekejaman keluarga ayahanda kepada mereka.


"Lukas, puteraku. Jika saja ayahmu memiliki keyakinan pada kita barang sedikit, tentu, hidup kita akan lebih baik," ucap ibunya suatu kali, ketika Lukas bertanya mengapa sang ibu memilih untuk menjadi pelacur yang penuh siksaan seperti ini. Lukas kecil hanya terdiam. Ia begitu marah pada ayahnya. Ia sangat mendendam dan tidak ingin melihat ibunya menderita kembali.


Kepiluan hatinya dirongrong setiap hari, tatkala sang ibu selalu mendapat siksaan dari para pelanggannya. Mereka tidak segan-segan memukulinya jika pelayanan s33ksnya tidak memuaskan. Terkadang, bukan salah sang ibu yang melayani dengan ala kadar. Namun, keserakahan mucikari yang menjadi penyebab awal para pelacur tidak bisa bekerja dengan benar. Jadwal padat, ditambah tidak adanya akses kesehatan yang memadai, membuat para pelacur menjadi kelelahan, mereka bahkan kadang pingsan ketika bersama pelanggan. Hal ini menjadi kelalaian sepihak, sehingga upah mereka pun dipotong.


Ketika ibunya terus-menerus mengalami perlakuan kejam seperti itu, Lukas yang bersembunyi di lemari, hanya bisa menahan tangis dalam diam. Amarahnya menggelora. Keputusasaan menguasai sanubarinya. Sampai-sampai, ia bahkan rela jika harus menggantikan sang ibunda melayani para tamu, sehingga ibunya bisa bebas dari kerja paksa seperti itu. Keputusan Lukas itu dibuat saat dirinya baru berumur 6 tahun.

__ADS_1


Ibunya yang mendengar keputusan absurd tersebut tentu sangat marah. Ia rela menahan perih seberat apapun, kecuali perih melihat anak yang sangat disayanginya diperlakukan seperti hewan. Ia tidak rela. Sejak saat itu, Lukas diusir ke luar kamar. Ia tidak pernah melihat lagi perlakuan keji dari pelanggan sang ibu sehingga tidak mengutuki nasibnya sendiri.


Awal mula Angela membiarkan Lukas bersembunyi di balik lemari adalah, karena keadaan rumah bordil yang berbahaya. Lebih baik ia aman dalam penjagaan sang ibu, daripada berkeliaran di luar sana tanpa pengawasan. Namun, beberapa waktu terakhir, banyak ibu yang berprofesi seperti Angela juga memiliki anak. Ada taman publik juga yang yang dibangun di kawasan lokalisasi, dan ini memudahkan anak-anak pelacur untuk bermain dengan aman, tanpa takut ditangkap dan dijual sebagai budak *33** anak-anak di bawah umur.


Dalam dunia prostitusi yang gelap dan penuh dengan penderitaan, kehidupan para pekerja *33** seringkali dipenuhi dengan kisah tragis dan kesulitan yang sulit diungkapkan. Di balik pintu-pintu tertutup di lokalisasi atau di bawah panggung cahaya neon, terdapat realitas yang memilukan.


Para pekerja *33** sering kali terjebak dalam lingkaran kemiskinan, penganiayaan, dan eksploitasi. Mereka mungkin telah terjerat oleh kemiskinan, perdagangan manusia, atau bahkan karena terpaksa mengikuti jalan yang sulit untuk menghidupi diri sendiri atau keluarga mereka.


Dalam dunia prostitusi, sering kali kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi menjadi kenyataan yang menghantui para pekerja *33**. Mereka mungkin dipaksa melakukan tindakan yang tidak mereka inginkan, tanpa memiliki kendali atas tubuh dan hak-hak mereka. Terkadang, pelanggan yang berkuasa memperlakukan mereka dengan tidak manusiawi, dan mereka terjebak dalam situasi yang tidak aman.


Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi perhatian serius dalam dunia prostitusi. Para pekerja *33** berisiko terkena penyakit menular s33ksual, kekerasan fisik, atau masalah kesehatan mental akibat tekanan dan trauma yang mereka alami.


Seram dan nelangsanya kehidupan di dunia prostitusinya menjadi fokus Lukas untuk menyelesaikannya, kala telah menjadi bos K-Group. Ia kerap membeli pelacur-pelacur yang ada di kawasan bisnis gelapnya, dan menyalurkan mereka menjadi pekerja normal di panti pijat, bar, dan anak usaha lain di bawah naungan K-Finance.


Pertemuan pertama dengan sang nenek terjadi ketika Lukas berusia tujuh tahun. Saat itu, ibunya dalam keadaan kritis dan mereka tinggal di sebuah rumah sewa kecil yang terletak tak jauh dari rumah bordil. Di tengah situasi yang penuh keputusasaan, Lukas menyebutkan sebuah sumpah yang menjadi titik balik kehidupannya yang seperti sampah, menjadi seorang tuan muda kaya raya namun, dengan bara amarah dalam dirinya.


"Dengan segala yang kuat dalam diriku, aku bersumpah," ucap Lukas kecil dengan suara lirih, sambil menatap wajah lelah sang ibu yang terbaring rapuh di tempat tidur.


"Jika ada seseorang yang datang dan menolong kita dari keadaan ini, aku akan mengabdikan diriku untuknya seumur hidupku. Aku akan berjanji untuk membayar budi dan melakukan segala yang terbaik bagi mereka."

__ADS_1


Mata sang ibunda berkaca-kaca saat mendengar sumpah yang diucapkan oleh Lukas. Ia merasakan keberanian dan tekad yang membara dalam kata-katanya, namun, siapa yang bisa menolong mereka dalam keadaan genting seperti ini jika bukan mukjizat nyata yang datang?


Dalam keadaan genting, sumpah itu menjadi tanda harapan dan tekad Lukas untuk menyelamatkan nyawa ibunya dengan segala cara. Lukas tidak akan pilih-pilih majikan. Ia akan mengabdikan diri sepenuhnya jika sang ibu dapat diselamatkan.


Luka fisik dan luka batin yang diderita ibunda, tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Bekas aniaya, cakaran, pukulan, tamparan, caci-maki, semua menumpuk jadi satu di dalam tubuh kecilnya setelah dibuang oleh keluarga Kim, terutama oleh sang nenek, Han Eun Sook.


Lukas mengetahui fakta itu lebih dari siapapun. Meski, sang nenek tidak menyadarinya. Namun, sumpah yang diikrarkan oleh Lukas, membasuh perih di hatinya.


Kala itu, sang nenek tiba-tiba datang. Sang nenek yang telah menjerumuskan mereka dalam lubang kenistaan, ironisnya, juga menyelamatkan mereka dan membawa Lukas beserta sang ibu keluar dari kota terkutuk itu dan lepas dari jerat prostitusi.


Sebelum ayah Lukas meninggal, ia mewasiatkan pada ibunya agar mengambil kembali Lukas, dalam detik-detik nafas terakhirnya. Sebuah alamat di pelosok Korea menjadi petunjuk utama. Dengan pencarian yang cukup lama dan rumit, Lukas dan sang ibu akhirnya ditemukan.


Sejak saat itu, sumpah yang diikrarkan oleh Lukas menjadi semacam tali kekang atas amarah yang merajai hati selama ini. Lukas merasa berhutang budi pada sang nenek karena telah menyembuhkan ibunya dan memberi kehidupan yang layak meskipun tidak lama. Sang ibu akhirnya menghembuskan nafas terakhir, beberapa hari setelah diselamatkan oleh Nyonya Han Eun Sook, musuh, sekaligus penolongnya.


...****************...


...Bersambung...


__ADS_1


__ADS_2