Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 25 Hit & Run


__ADS_3

"Emma! Cepat!!" Vita berteriak seperti orang kesurupan karena para preman yang mengejar mereka sudah sangat dekat.


"Ih.. Ya!!!" Emma masih sempat menjawab meski tengah berlari tertatih-tatih karena sepatu hak-nya dilepas begitu saja. Ia berlari dengan kaki telanjang, sehingga pergerakannya menjadi tak terlalu kencang. Emma sungguh tak menyangka akan ada adegan kejar-kejaran seperti film holiwud di tengah acara kuisnya.


Emma dan Vita berlarian dengan sekuat tenaga, sehingga dapat memimpin di depan. Sedangkan para preman yang cukup tua dan berbadan gempal itu tampak kesulitan bernafas sehingga tak bisa berlari kencang. Para preman tertinggal agak jauh dari Emma dan Vita yang cenderung masih di usia prima mereka.


"Kejaaar!!!" teriak salah seorang diantara lima pria yang mengejar Emma dan Vita. Para gadis tetap berlari tanpa menghiraukan keributan di belakangnya.


Pelarian Emma dan Vita akhirnya sampai pada persimpangan kereta. Tak jauh dari sana, akan ada pos jaga polisi yang dapat diandalkan dan bisa mengusir preman-preman pasar yang dari tadi membuat mereka kesulitan.


"Ayo!!!" Vita segera memacu langkahnya, karena bunyi portal kereta sudah berdenting-denting dan menggema di udara. Portal itu akan menutup jika gerbong-gerbong kereta sudah mendekat lalu melaju kencang di atas rel yang mereka jaga. Vita berlari lebih cepat agar dapat mendahului kereta yang hendak tiba, namun sayangnya, Emma tidak bisa.


"Heeegghhhh!!!" Vita akhirnya berhasil melewati palang rel kereta yang belum menutup sempurna. Ia telah sampai di seberang perlintasan kereta komuter yang menghubungkan jalanan Jakarta hingga ke Bogor sana.


"Emm-------"


Gujes gujes gujes gujes...


Belum sempat suara Vita sampai ke telinga Emma, kereta api sudah menyambar di hadapan mereka. Vita dan Emma terpisah. Mereka tak dapat meneruskan pelarian bersama-sama.


"Hiks.. Hiks... Emma... " Vita menangisi nasib Emma yang tentu saja tertangkap para preman bayaran Pak Toni. Suara tangisnya tak terdengar, semua teredam oleh deru besi yang sedang berjalan seperti ular. Vita segera menghapus air matanya, dan melangkah pergi ke pos jaga yang tak jauh dari sana. Lebih baik Vita segera melaporkan penculikan Emma, ketimbang harus berdiam dan melakukan perlawanan yang sia-sia.


......................


<"Halo?">


<"Papah?! Apa-apaan? Kenapa papa bikin skandal lagi seperti itu? MEMALUKAN!">


<"Ryan! Papa bisa jelaskan!">


<"Sudahlah! Dimana markas orang suruhan papa itu? Aku mau mencari temanku!">


<"Ryan!??! Jadi dia temanmu??? Berani-beraninya anak itu!!!">


<"Sudahlah! Segera kirim lokasi markas mereka! Sebelum foto papa dan pelakor itu tersebar secara nasional!">

__ADS_1


TUT.


Ryan tampak menggeram dan hampir membanting ponselnya, ketika mengetahui berita perselingkuhan papanya yang berkaitan dengan proyek pembebasan lahan K-Group ini.


Dalih pihak RCTV yang selalu memonopoli pemberitaan di lahan sengketa adalah demi warga yang diperlakukan tidak adil, rupanya, itu semua bohong belaka. Lahan itu nantinya akan dicaplok oleh Hains Construction ketika K-Group sudah lelah dan menyerah dalam memperjuangkannya. Sungguh permainan yang licik dan membuat Ryan jengah.


"Emma... Dimana kamu?" gumamnya setelah gagal menemukan Emma ketika kericuhan berlangsung. Ryan panik karena terjadi adu jotos yang menghebohkan acara kuis. Ia segera teringat Emma dan berlari ke arahnya untuk menyelamatkan gadis itu. Namun, Ryan kehilangan jejaknya. Ia lantas menelepon papanya dan mengancam akan menyebarluaskan foto perselingkuhannya jika markas preman tak segera ditunjukkan olehnya.


"Tunggulau Emma, aku pasti akan menemukanmu!" desis Ryan dengan tekad membara. Ia sungguh tahu permainan preman-preman yang hina itu. Penculikan Emma tentu akan masuk dalam agenda mereka.


......................


<"Halo?">


<"Askara melapor, B2">


<"Situasi?">


<"Ricuh. Polisi sedang menuju kesana. Warga banyak yang terluka">


Askara-- tentara bayaran yang merupakan anak buah organisasi rahasia milik Lukas-- telah sampai di lokasi, ketika pemutaran slideshow foto sedang dilakukan oleh panitia.


Ia menelaah situasi, merekam, kemudian hendak ikut menyusup ke dalam kerumunan massa. Nahas, mereka saling adu-jotos, sebelum Askara dapat bergabung ke sana. Ia lantas mengurungkan niat, dan hanya melaporkan situasinya saja.


Askara kemudian mengirimkan foto Emma yang dicurigai sebagai penyebab awal kericuhan. Roy yang sedang berada di seberang telepon tentu sangat terkejut karena mendapatkan kiriman foto nyonya rumah mereka.


<"Askara! Bawa target pulang dengan selamat!">


<"Roger">


Askara lalu menuntaskan misinya dengan mencari keberadaan Emma. Ia mulai menyusuri jalanan yang tadi dilalui gadis itu, ketika masih dalam pemantauannya. Jejaknya menghilang, di sekitar rel kereta. Askara kemudian mengulang target-tracking dan mendapati ada jejak ban mobil yang menjauh dari arah sana.


......................


Tok Tok

__ADS_1


"Ya? Jangan berisik. Pak Lukas sedang tidur nyenyak," jawab Sarah yang sedang membuka pintu ruangan dengan pelan.


Roy, yang sedang berada di balik pintu, datang dengan wajah gusar. "Tidak bisakah dibangunkan? Ada situasi mendesak," pintanya dengan kaki yang tidak bisa diam.


Entah mengapa, Sarah bisa menilai situasi ini ada hubungannya dengan istri Lukas. Ia menggeleng sambil tersenyum, agar prianya tidak dengan mudah dijauhkan lagi dari jangkauan.


"Maaf, Pak Lukas sedang deep sleep. Kalau dibangunkan, nanti kacau semua syaraf kognitifnya. Biarkan dia bangun sendiri, ya?" jelas Sarah sedikit berbohong, meski ada benarnya juga.


Namun, ia telah mencampur obat tidur ke dalam obat penenang yang tadi diminumkan padanya. Sarah masih menikmati momen kebersamaan dengan Lukas tanpa gangguan Emma ataupun para pelayan di mansion utama.


Roy hanya bisa gigit jari karena berada di posisi yang serba salah. Jika ia tidak memberitahu keadaan nyonya, tentu gawat akibatnya. Namun, ia juga tak bisa memaksa terapis untuk mengabaikan kesehatan bosnya.


Roy hanya bisa pasrah dsn berdoa, semoga Askara bisa membawa pulang nyonya mereka dengan selamat sentosa. Roy sudah mengetahui duduk permasalahan yang terjadi di lahan sengketa lewat berita sela baik di TV maupun di insta. Memang benar, kericuhan yang terjadi di lahan sengketa, ada hubungannya dengan siasat nyonya mereka.


......................


"Cantik... "


"Mulus..... "


"Seksi..... "


Beragam penilaian terlontar dari mulut para pria yang sedang mengamati Emma. Gadis itu sedang duduk terikat di kursi kayu yang ada di hadapan para penculiknya. Meski telah meronta-ronta dan menolak untuk dibawa, para preman pada akhirnya berhasil mengangkutnya dan membius Emma supaya tidak bisa lepas dari genggaman.


Pak Toni yang ada di markas rahasia, sudah menunggu kedatangan Emma, beserta bos mereka dari Hains Construction. Mereka akan membalas perbuatan Emma yang berani membongkar sabotase dan perselingkuhan nyonya besar yang bahkan sudah dimusnahkan dari mata semua orang.


"Pelacur cilik! Bangun!!!" hardik nyonya besar Hains Construction dengan amarah yang memuncak, sambil menyiram air ke wajah Emma.


...****************...


...Bersambung...


...****************...


__ADS_1


__ADS_2