
Langkah anggun seorang wanita bergaun merah menyibak kerumunan pengunjung lain yang sedang bersenda-gurau di dalam kasino. Beberapa dari mereka sudah berada di meja judi dengan taruhan masing-masing. Beberapa lainnya tampak sedang menunggu giliran dengan ragu, ada juga yang hanya ingin melihat-lihat suasana di dalam kasino tanpa bertaruh apa-apa.
Satu hal yang menjadi kesamaan dari para pengunjung adalah, topeng karakter yang menutupi wajah mereka. Tidak ada seorang pun yang mengenal satu dengan lainnya, karena identitas mereka tertutup sempurna.
"Meja nomor 15," ujar seorang pelayan sambil menyerahkan sebuah kertas berisi nomor antrian. Wanita bergaun merah yang sedang berjalan ke arahnya, mengangguk dengan cepat, kemudian meneruskan langkahnya ke meja yang sudah disiapkan.
Suasana malam yang seharusnya hening dan tenang, menjadi berbeda ketika sedang berada dalam Kasino "Royale Masks". Suara dentuman musik berbaur dengan tawa lepas dan teriakan putus asa, bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang khas. Umpatan dan kemarahan tak lepas dari atmosfer kasino yang riuh-rendah dengan berbagai peristiwa.
Wanita bergaun merah itu tampak tak terganggu dan tak peduli dengan segala hal yang terjadi di dalam sana. Saat ini, perasaan senang, gelisah, khawatir dan penuh harap bercampur menjadi satu dalam benaknya, sehingga energinya sudah cukup tersita.
Meja-meja bakarat yang tersusun rapi di dalam kasino akan menjadi saksi bisu kemenangan ataupun kekalahan para pemain pada malam ini. Tumpukan chip-chip berkilauan dengan nilai fantastis telah berada di hadapan mereka.
Ada 5 orang pemain dalam setiap meja yang ada di Kasino "Royale Masks". Di setiap meja, akan ada seorang dealer yang memandu permainan mereka. Dealer tak peduli dengan nama para pemain, dan hal itu memang dirahasiakan. Ia hanya akan menyebutkan nomor meja mereka beserta jumlah chip yang akan dipertaruhkan selama permainan berlangsung.
Permainan judi pada meja nomor 15 sudah dimulai. Seorang dealer tampak sedang mengocok kartu. "Silakan memasang taruhan," ujarnya, sebelum mulai membagikannya.
Para pemain tampak memasang chip-chip taruhan mereka di kolom meja yang telah disediakan. Dealer memandangi para pemain, sampai pada urutan terakhir. Setelah semua pemain telah memasang taruhan, dealer mulai membagikan kartu yang sudah diacaknya dengan rata dan adil pada tiap-tiap pemain.
Wanita bergaun merah itu tampak harap-harap cemas, menantikan kartu yang akan menjadi penentu nasibnya. Ia juga mengawasi gerak-gerik lawan dan memperhatikan respon mereka setelah membuka kartu. Meski seluruh wajah pemain tertutup topeng, namun, gerakan tangan dan kaki mereka tetap dapat memberikan informasi ekspresi. Hal ini sangat penting ketika pemain hendak menaikan atau mempertahankan taruhan selama sesi permainan berlangsung.
"Okay!" Wanita itu berujar lirih ketika menerima kartu pertama. 'Semoga saja semua kartu bagus' batinnya.
__ADS_1
Dealer masih terus membagikan kartu secara simultan. "Bagaimana? Apakah ada yang ingin menambah taruhan?" tanyanya dengan nada yang datar.
Pemain nomor satu tampak tegang. Ia mengangkat kartu-kartunya, kemudian berpikir sejenak. "Aku check," ujarnya kemudian.
Pemain nomor dua, si wanita bergaun merah, tampak melenggak-lenggokkan tubuhnya dengan riang. "Aku raise 300 chips!" pekiknya yang membuat semua pemain terkejut, namun, mereka mencoba menahan diri.
Pemain nomor tiga tampak uring-uringan dan melempar kartu-kartunya ke tengah meja. "Aku fold!" teriaknya marah.
Pemain nomor empat, ikut menaikkan taruhan sebanyak 100 chips. Dealer masih membuka kesempatan terakhir untuk merevisi taruhan, namun, para pemain tampak sudah final dengan keputusan mereka.
Dealer meletakkan tiga kartu di tengah meja, mengungkapkan gestur "flop", sehingga kartu-kartu tersebut dapat digunakan oleh semua pemain untuk melakukan kombinasi ulang pada kartu mereka.
Ekspresi wajah wanita bergaun merah tetap tidak berubah, meski ia mendapatkan kesempatan untuk menggunakan kartu-kartu yang baru saja diletakkan oleh dealer. Dengan penuh keyakinan, ia tahu bahwa kombinasi kartu yang dimilikinya sudah cukup kuat. Wanita itu melanjutkan permainan dengan percaya diri.
Dealer meletakkan kartu keempat di meja. Tegangnya suasana semakin terasa ketika pemain-pemain mengamati kartu baru tersebut.
Dalam atmosfer yang mendebarkan itu, pemain nomor satu tiba-tiba mengeluarkan kata-kata yang menggema di udara, "Aku all in!"
Pemain nomor dua tak mau kalah. Dengan suara yang anggun dan penuh keberanian, ia berkata, "Aku juga!"
Tindakan kedua pemain tersebut menambah intensitas ketegangan dalam permainan yang hampir berakhir di meja nomor 15. Saat ini, semua mata tertuju pada pemain nomor empat yang tampak bimbang. Setelah berpikir baik-baik, akhirnya pemain nomor empat mengambil keputusan mutlak. Ia mengumumkan dengan tegas, "Aku juga all in!"
Ketiga pemain telah mempertaruhkan seluruh chip mereka dan tentu saja kata-kata mereka tak dapat dktarik kembali.
Sang dealer yang juga merasakan ketegangan, akhirnya meletakkan kartu kelima dengan hati-hati di tengah meja. Sebuah kata singkat meluncur dari bibirnya, "river."
__ADS_1
"Sepasang Raja!" kata pemain nomor satu
"Straight!" kata pemain nomor empat. Pemain nomor dua tampak menunda gilirannya. Ketika kedua lawannya sudah membuka seluruh kartu mereka. Barulah ia memekik dengan nada kemenangan, "Royal Flush!"
Suasana di sekitar meja poker menjadi hening. Pandangan semua orang tertuju pada wanita bergaun merah. Sesaat kemudian, teriakan kegembiraan dan kekecewaan bercampur menjadi satu di meja nomor 15.
PROK PROK PROK PROK!!!
Para penonton dari meja lain yang menyaksikan permainan itu, tampak mengelu-elukan wanita bergaun merah yang berhasil memenangkan pot.
Dengan senyuman tipis, dealer akhirnya menggeser tumpukan chip yang dimenangkan oleh wanita bergaun merah ke depannya. "Selamat, Anda memenangkan pot ini," ucapnya dengan berwibawa.
"Terima kasih," sahut wanita tersebut dengan senyuman tulus. "Semoga keberuntungan selalu berpihak kepada kita semua." lanjutnya, dengan suara yang penuh dengan kegembiraan. Ia lantas mengemasi tumpukan chip yang baru saja dimenangkannya ke dalam kantong plastik berwarna hitam agar tak tampak mencolok.
Dengan hati yang penuh sukacita, wanita itu tampak melupakan beban masa lalu dan menikmati kemenangan dramatis yang baru saja diraihnya malam ini.
"Bye all!" ucapnya sambil melenggang pergi dari kasino. Wanita itu berjalan perlahan menembus dinginnya malam untuk kembali ke hotelnya yang tak jauh dari kasino.
"Aku kaya!! Yey!" teriaknya dengan riang-gembira karena baru saja membawa pulang 2 Milyar rupiah yang didapatnya dalam tempo semalam. Wanita itu berencana untuk menginap di Pulau Perawan, lalu melanjutkan perjalanan ke kampung halaman pada keesokan harinya. Ia tak sabar untuk memulai hidup makmur sebagai orang kaya baru di desanya.
Namun, nahas, di tengah ekstase kemenangannya, wanita bergaun merah itu tampak teledor. Ia tak merasakan adanya gerombolan orang yang sedang mengikutinya. Tiga orang pria tampak berencana untuk melakukan sesuatu padanya. Sedangkan, dua pria lainnya, tampak mengekor ketiga pria tadi dari arah belakang. Siapa yang sedang diikuti oleh siapa, sebenarnya?
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1
...****************...