
Nyonya besar yang tak sengaja mendengar pembicaraan antara dokter dengan cucu-cucunya, tampak terduduk lemas.
"Nyonya!" teriak Rosa terkejut, karena nyonya besar hampir roboh setelah terduduk secara mendadak di ambang pintu dapur. Rosa segera menolongnya untuk bangkit. Mereka kemudian berjalan mendekat ke arah ruang tamu.
"Katakan. Macadonia apa?" tanya nyonya besar tiba-tiba pada sang dokter. Sepertinya, ia ingin memastikan sesuatu.
"Nenek. Jangan khawatir. Ini hanya masalah kecil" tutur Lukas dengan harapan, tak ingin menambah beban neneknya yang sedang berjuang melawan kanker payudara.
Dokter Freddy tampak kikuk, tidak tahu harus merespon apa, perihal pertanyaan sang nyonya.
"Diam kau, Bocah! Dokter. Katakan. Apa yang terjadi? Kenapa dokter menyebut tanaman terkutuk itu?" tanya neneknya kembali. Lukas dan Emma saling memandang dengan keheranan. Apakah neneknya tahu soal tanaman yang bahkan asing untuk mereka?
"Nyonya, apakah anda tahu tanaman Macadonia?" tanya dokter Freddy tak percaya. Tanaman Macadonia begitu asing sehingga hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Bahkan ahli herbal pun tidak semuanya pernah meneliti tanaman kuno yang sangat langka ini. Oleh karena itu, keberadaannya seakan menjadi legenda.
"Hhhh... " Nyonya besar mengambil napas dalam-dalam. Ia lantas menoleh ke arah cucunya dan menatapnya dengan tatapan sendu. Sepertinya, neneknya sudah tahu tentang apa yang sedang terjadi pada Lukas.
"Oh, Sayangku. Bayiku. Malang sekali nasibmu," ujar sang nenek sambil memeluk cucu laki-lakinya itu dengan prihatin. Seolah-olah, dialah yang memegang tanggungjawab penuh tentang nasib buruk yang sedang terjadi di kediaman Prasodjo.
"Nenek..... " panggil Emma perlahan, sambil mendekat ke arah mereka berdua. Nyonya besar kini menangis meraung-raung, tanpa ada yang tahu penyebabnya. Lukas dan Emma ikut terenyuh, dan tanpa disadari, air mata mereka juga mengalir deras. Ketiganya hanyut dalam duka yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kesehatan Lukas, menjadi semakin menurun, setiap harinya. Emma bahkan baru menyadarinya.
......................
...[Kafe Olio, Jakarta Selatan]...
Siang ini, nyonya besar telah berada di kafe yang ada di bilangan Jakarta Selatan. Setelah mendengar tentang kondisi cucunya, ia lalu menghubungi seorang kenalan yang sudah lama tak berjumpa. Nyonya besar berharap, bisa bertemu dengan kenalannya itu dan membahas tentang obat penawar yang pernah ia berikan, beberapa dekade silam.
"Anda sudah datang, Nyonya," sapa seorang wanita paruh baya yang baru saja tiba. Nyonya besar, Han Eun Sook, menoleh ke arah suara wanita itu. Suaranya tenang dan dalam, tidak pernah berubah, sejak kali terakhir mereka bertemu, tiga puluh tahun yang lalu.
__ADS_1
"Duduklah," Nyonya besar mempersilahkan. "Kau mau pesan apa, Nyonya Liem?" tanya Nyonya Han dengan suara rendah, seakan tidak ingin menciptakan keramahan yang tak perlu.
"Hm, aku cukup espresso saja. Silakan bicara, aku sangat sibuk," sahutnya datar. Nyonya Liem duduk dengan baik, sesuai permintaan Nyonya Han.
Nyonya Han tampak melambaikan tangan pada salah satu pelayan, agar mencatat pesanan mereka. Setelah menyelesaikan pesanan, akhirnya, Nyonya Han memulai pembicaraan.
"Liem.... Hhhhh.... Maafkan aku," ucapnya memecah ketegangan di antara mereka.
Nyonya Liem tampak terkejut. Kata 'maaf' adalah kata yang ia tunggu selama tiga puluh tahun terakhir, namun, tak kunjung didapatkan. Hari ini, kata itu meluncur begitu saja dari mulut musuh bebuyutannya. Nyonya Liem yang semakin tua dan meluruhkan semua sisa-sisa dendam dalam hatinya, akhirnya, menerima permintaan maaf dari mantan ibu mertua sahabatnya. Ia lantas menurunkan kewaspadaan yang sedari tadi ditampakkan secara tajam. Raut wajahnya yang tampak tak senang, kini berangsur melembut. Nyonya Liem mulai mengendurkan semua syarafnya dengan satu tarikan napas yang dalam.
"Fuuuuuhh...... "
"Baiklah, Nyonya. Semua itu sudah ada di masa lalu. Sekarang, katakan, apa yang bisa aku bantu?" tanya Nyonya Liem, kali ini terdengar normal, tidak seperti sedang berbicara dengan seorang musuh.
......................
Ketegangan hubungan Nyonya Liem dengan Nyonya Han bermula ketika sahabat Nyonya Liem, Angela, yang juga ibu kandung Lukas, menikah dengan Tuan Weasley Kim. Sebagai anak satu-satunya dari keluarga Prasodjo, Weasley muda sangat arogan dan dingin. Ayah kandung Lukas itu tidak pernah berhubungan secara awet dengan seorang wanita, hal inilah yang membuat Nyonya Han sakit kepala. Ia ingin Weasley segera menikah dan memberikan seorang penerus bagi keluarga Prasodjo. Namun, Weasley menolak.
Segala kencan buta dan perjodohan sudah diatur oleh ibunya dihempaskannya begitu saja. Tidak ada satu gadis pun yang tahan dengan sikapnya. Sampai suatu hari, Weasley jatuh cinta dengan seorang pelayan bar bernama Angela, yang juga merupakan sahabat Nyonya Liem. Gadis yang cantik dan ramah itu mengubah perangai Weasley yang dingin dan arogan, menjadu murah senyum dan penuh kasih sayang. Angela benar-benar membuat Weasley bertekuk lutut hingga melupakan status keluarganya yang sangat kaya.
Weasley tidak ingin kehilangan Angela. Mereka bahkan menghabiskan malam bersama, dan pada akhirnya Angela hamil anak mereka meski tanpa ikatan pernikahan. Weasley yang dimabuk cinta membawa Angela ke rumah utama untuk meminta restu keluarga. Ia akan menikahi Angela. Hal ini membuat ketegangan di antara keluarga. Nyonya Han yang menginginkan cucu, tentu saja merasa keberatan dengan standar rendah pilihan anaknya. Memiliki menantu seorang pelayan bar tidak ubahnya menjerumuskan martabat keluarga mereka ke dasar jurang. Nyonya Han sangat menentangnya, namun, nyawa Weasley jadi taruhan. Ia mengancam akan mengakhiri hidupnya, jika tidak, diizinkan menikah dengan Angela. Nyonya Han dan sang suami tidak memiliki pilihan, selain mengabulkan permintaannya.
Neraka dunia baru saja dimulai bagi Angela. Kehidupannya sebagai nyonya kecil tidaklah mudah. Nyonya Han tidak mempercayai keabsahan anak yang dikandung oleh Angela. Ia selalu berpikiran bahwa Angela hanyalah p*lacur yang ingin menguasai harta puteranya. Sampai suatu kali, agar kejadian seperti ini tidak berulang, Weasley dimanipulasi agar meminum teh herbal yang dapat mencegah hasrat s*ksualnya. Nyonya Han meminta Angela untuk menyeduhkan teh itu demi kesehatan suaminya.
Nyonya Han mengimpor akar Macadonia dari Hutan Amazon untuk diracik dengan beberapa tanaman lain sebagai teh herbal. Teh itu berfungsi sebagai obat pelumpuh hasrat s*ksual, sehingga seseorang akan kehilangan gairah dan tidak bisa membuat batangnya berdiri dengan baik.
Seorang dukun merekomendasikannya lengkap dengan jimat pengusir roh jahat, agar Weasley tidak lagi terpikat dengan wanita kelas rendah yang tidak sesuai dengan standar mereka.
__ADS_1
"Obat ini hentikankah, ketika kau sudah memiliki pilihan menantu yang tepat," ucap sang dukun sembari meracikkan teh herbal tersebut. Nyonya Han mengangguk paham, dan mulai memberikan teh tersebut pada puteranya setiap hari.
Beberapa minggu sejak mengkonsumsi teh herbal, gairah s*ksual Weasley benar-benar menurun. Bahkan, Angela sudah tidak menerima nafkah batin sejak satu bulan yang lalu. Nyonya Han merasa lega, hal ini dapat menjadi bahan pengusiran Angela supaya meninggalkan puteranya dengan kakinya sendiri. Namun, dugaannya salah, Angela masih tetap bertahan, sampai kelahiran bayi mereka.
Merasa terpojok, Nyonya Han merencanakan plot jahat untuk memisahkan keduanya. Jika Angela tidak hengkang dari kediaman, mustahil Weasley akan mendapatkan istri baru yang sesuai dengan kriterianya. Nyonya Han akhirnya memfitnah Angela.
"Istrimu berusaha untuk meracunimu dan menguasai harta kita, Nak! Lihatlah rekaman ini," ucap Nyonya Han suatu kali, ketika memulai rencana jahatnya. Karena tuduhan tersebut disertai bukti dan rekaman CCTV yang sangat kuat, Angela tidak bisa berkutik. Weasley tampak kecewa, dan tidak lagi berbicara dengan Angela. Rencana Nyonya Han berhasil. Angela mengurung diri di kamar setelah melahirkan anak pertamanya. Kesehatannya kian memburuk, sampai ia meminta bantuan Nyonya Liem-- sahabatnya, untuk mengatasi hal ini.
Ketika Nyonya Liem ikut campur dalam urusan mereka, konflik lainnya terjadi. Ia dapat dengan mudah membaca fitnah dari Nyonya Han. Mereka sudah terbiasa melakukan hal-hal kotor semacam itu untuk mengurus musuh mereka. Ketika hendak mengkonfrontasi hal ini pada Nyonya Han, Angela mencegahnya. Angela tidak ingin merusak hubungan ibu dan anak itu. Ia akan membicarakan hal ini dengan suaminya secara pribadi, tanpa membuat keributan. Liem cukup paham dengan keputusan sahabatnya itu, meski agak berat hati. Liem juga telah membayar seseorang untuk membuatkan obat penawar dari teh Macadonia yang sangat langka itu, sehingga Angela dapat terbebas dari tuduhan plot jahat keluarga suaminya. Angela tersenyum dan memeluk sahabatnya itu dengan hangat. Itu adalah pelukan terakhir yang didapatkan Liem dari Angela.
Malang tak dapat ditolak, Weasley yang dalam keadaan penuh kebencian, akhirnya mengusir Angela ke sebuah distrik di Korea, bersama dengan anak mereka, tanpa mau mendengar penjelasan tentang konspirasi penyakitnya. Angela yang terjebak dalam situasi tersebut akhirnya dijual kepada seorang mucikari, sementara Weasley memperoleh keuntungan finansial yang besar. Pria itu benar-benar kecewa dengan Angela yang dianggapnya telah mengkhianati cintanya. Di sisi lain, Nyonya Han merasa puas dan telah memenangkan pertarungan. Nasib Angela dan bayi Lukas pun berakhir menyedihkan, dalam jeratan lingkaran prostitusi di luar negeri.
......................
Begitulah, akhirnya, mengapa Nyonya Liem sangat membenci keluarga Prasodjo. Meskipun begitu, ia bersyukur bahwa Lukas dspat kembali pada keluarga besarnya. Liem sama sekali tidak membenci Lukas, yang dianggap sebagai puteranya sendiri. Ia melindungi Lukas diam-diam, sebagai penghormatan atas kerja-keras Angela yang selama ini merawatnya dalam keterbatasan.
Namun, tidak dapat dipungkiri, bahwa kegagalan Liem membersihkan nama Angela, benar-benar menghantuinya sepanjang hidup. Liem frustasi setelah kehilangan jejak Angela. Weasley pun tidak mau berbicara tentangnya. Dendam Liem semakin berlipat-ganda pada keluarga Prasodjo.
Hingga pada hari ini, setelah berpuluh-puluh tahun lamanya, keluarga yang sangat dibenci itu kembali mencari dirinya, seakan hendak menebus dosa masa lalu yang pernah mereka bawa.
...****************...
...Bersambung...
...****************...
__ADS_1