Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 36 Reuni Para Psikopat


__ADS_3

Lukas merasakan sensasi yang berbeda ketika bersentuhan dengan Emma. Sensasi yang tak bisa diukir dengan kata-kata. Jika terapi skin to skin bersama Sarah hanya sebatas untuk memancing gairah, maka, skinship dengan Emma kebalikannya. Gairah dan hasrat Lukas sudah terpancing dengan sendirinya tanpa diduga. Namun sayangnya, disfungsi ereksi yang dialami oleh Lukas, masih terus menghantuinya, dan membuat harga dirinya terluka.


Ia sudah bermain terlalu dalam dengan perasaan Emma. Seharusnya, Lukas sadar diri dan mengakhiri les renang dadakan ini dengan kecupan manis saja, bukan ciuman bergairah yang akan membuat egonya terluka.


"Akh.. Maaf,"


Lukas melepaskan tautan bibir dan rengkuhannya secara tiba-tiba dari Emma. Tentu saja hal itu membuat Emma terkejut serta malu karena sudah membalas ******* bibirnya dengan menggebu-gebu.


"Akh..," putusnya kemudian, sambil memalingkan pandangan.


"A--aku akan membawamu ke kamar dan mengompres kakimu," ujar Lukas sambil membopong Emma yang masih kesulitan berjalan. Gadis itu hanya mengangguk pelan tanpa berani memandang mata suami yang telah mempermainkan gairahnya.


'Apa-apaan dia, kenapa jadi tanggung banget! Apa segitunya nggak pengen menyentuhku?' batin Emma bergejolak, namun, ia menolak menampakkan kekecewaannya. Ia tak ingin Lukas menjadi besar kepala karena Emma yang lebih dulu ingin sentuhan keintiman darinya.


Sejak kejadian itu, Emma tidak akan membiarkan Lukas untuk berada di dekat wajahnya. Emma benar-benar tak bisa menolak godaan yang ditujukan padanya. Tak bisa dipungkiri, bibir Lukas memang seksi dan dapat menggelorakan hasrat siapapun yang melihatnya.




......................


...[Klinik Sarah]...


Tok Tok


"Silakan ma----"


Belum sempat Sarah menyelesaikan sambutannya dengan benar. Mug kopi yang dipegangnya tergelincir begitu saja.


PYAR!


"Omo! Terapis kita ini kenapa jadi seperti orang gila?" ucap seseorang yang sedang bertamu ke klinik milik Sarah.

__ADS_1


"No--nona, sedang apa di sini?"


"Ssst... Panggil aku Lucy saja dong. Bodoh!"


"Lu--lucy. Silakan duduk," Sarah buru-buru mengambil kain lap, sapu dan pengki untuk membereskan kekacauan yang dibuatnya sendiri. Meski dengan tangan gemetar, Sarah tetap membersihkan ruangan itu dengan rapi, sebelum duduk bersama tamunya di ruangan tadi.


"Katakan progress-nya," titah Lucy seketika. Ada misi rahasia yang ditugaskannya pada Sarah, selaku anak angkat yang dibanggakan oleh mendiang ibunya. Hingga detik ini, Lucy tak mengakui bahwa Sarah adalah saudari angkatnya.


"Be-belum ada, Non--eh, Lucy. Masih sama saja," jawab Sarah ketakutan. Di dunia ini, yang paling ditakuti oleh Sarah adalah Nyonya Addis-- kepala panti asuhan, dan juga Lucy-- anak kandung dari ibu angkatnya. Mereka berdua adalah psikopat yang tak segan-segan menyakiti orang lain demi tujuan diri sendiri.


"Kau harus segera menormalkan dia, karena aku sudah datang. Mengerti?" ucap Lucy dengan senyuman sinis.


"Anda harus mengetahui sesuatu," sahut Sarah sebelum mengiyakan instruksi Lucy yang selama ini sudah dilakukannya dengan seksama.


"Apa itu? Jangan bilang kau sudah jatuh cinta padanya karena sering tidur bersama, hm?"


'Sebelum itu pun, aku sudah jatuh cinta pada Lukas, bedebah' batin Sarah mengutuki cacian Lucy.


"Apa!!! Dasar bodoh!! Kau biarkan itu terjadi??!! Berani-beraninya!!"


Plak!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Sarah. Lucy yang sudah susah payah mempekerjakannya sebagai kaki-tangan agar Lukas tak bisa bertemu gadis lain, malah membiarkan laki-laki itu melepas lajang. Lucy sudah berinvestasi sangat besar untuk rekayasa biologi yang digunakannya agar Lukas tak lepas. Namun, kenyataannya, usahanya itu sia-sia belaka. Lucy tampak sangat marah dan hendak mengambil lonceng untuk menyiksa Sarah yang tak becus dalam mengurusi pekerjaannya.


"A--ampun, Nona. Tapi, istrinya itu tak tahu kalau Lukas impoten," ucap Sarah yang ketakutan, karena Lucy sudah menggeretakkan giginya. Jika sedetik saja ia telat merespon, siksaan syaraf tentu akan segera dilontarkan oleh Lucy padanya.


"Benarkah? Dari mana kau tau itu?"


"Lukas sendiri yang menceritakannya. Ia bilang akan sangat memalukan jika istrinya tahu keadaan yang sesungguhnya,"


Lucy tersenyum penuh arti. Rupanya, rencananya tidak gagal total seperti perkiraan. Bisa jadi Lukas hanya menikah secara kontrak dengan istrinya. Lucy harus mencari tahu lebih dalam lagi.


"Baiklah. Kali ini, aku akan memaafkanmu karena informasi yang sangat berguna itu. Lagi pula, aku tak membawa lonceng, kau tenang saja," tukas gadis itu kemudian berlalu dari klinik Sarah dengan langkah ringannya.

__ADS_1


"Grrr.. Dasar psikopat!" gerutu Sarah ketika Lucy sudah, meninggalkan kliniknya.


Sarah sangat takut dengan bunyi lonceng kecil yang mengingatkannya pada siksaan dari nyonya Addis sejak ia masih balita.


Pendengaran super sensitif milik Sarah akan merespon klintingan lonceng dengan kegilaan, sehingga Sarah akan mulai berhalusinasi. Hukuman ini diterapkan sejak Sarah kecil, hingga dewasa, dan mempengaruhi perkembangan mentalnya. Sarah menjadi pribadi yang mudah meledak, namun, juga mudah dikendalikan jika mengetahui titik lemahnya, seperti yang dilakukan oleh Lucy padanya.


Lucy mengetahui semua kelemahan Sarah berkat informasi dari ibunya. Ibu Lucy mengangkat Sarah sebagai anak supaya ia memiliki pion yang dapat dibuang kapan saja. Ibu Lucy dapat melancarkan berbagai intrik untuk menguasai bisnis kartel, salah satunya, dengan bantuan Sarah.


Dengan kecerdasan Sarah, ia berhasil mendapatkan lisensi sebagai psikolog dan beberapa kali melakukan misi pemberontakan. Statusnya sebagai terapis kesehatan, membuat Sarah mudah menyusup ke manapun tanpa dicurigai. Meski mengetahui bahwa dirinya dimanfaatkan, Sarah tak punya pilihan, karena ia juga memiliki rahasia.


Sarah sebenarnya memiliki gangguan jiwa. Kondisi mentalnya ini tentu menjadi bom bunuh diri jika terkuak, karena profesinya sebagai terapis akan dicabut paksa. Sarah akhirnya tergabung dalam komplotan intrik yang dipimpin oleh ibu angkatnya, kemudian, diteruskan oleh Lucy, tanpa bisa lepas darinya. Sungguh, para wanita dari keluarga Arthagraha adalah wanita licik yang penuh dengan siasat keji.


......................


"Selidiki istri Lukas, aku ingin tahu, seperti apa orangnya," titah Lucy pada sekretaris pribadinya.


"Baik, Nona," sahutnya dengan patuh.


"Dan, bawakan laporan dari Pulau Perawan. Bagaimana perkembangan bisnisnya? Kirimkan dokumennya sore ini,"


"Baik, Nona,"


Lucy kemudian menerawang ke luar gedung pencakar langit yang menjadi rumah barunya. Apartemen Bellevie memang memiliki lantai tertinggi di Jakarta sehingga dinobatkan sebagai tower dewa yang menyajikan pemandangan menakjubkan di ibu kota.


"Lukas, kenapa kau meninggalkanku? Padahal, aku sudah membuang suamiku. Ah, sayang sekali," gumam Lucy dengan tatapan tajam yang terlihat sendu. Ia tak menyangka bahwa Lukas rupanya sudah berkeluarga. Apakah ia dapat menghancurkan kebahagiaan keluarga Lukas itu? Hm. Lucy masih berpikir soal metode penghancuran yang efektif untuk hal tersebut.


...****************...


...Bersambung...


...****************...


__ADS_1


__ADS_2