Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 35 Infinity Romance (2)


__ADS_3

Jantung Emma berdebar ketika melihat Lukas sedang berjalan mendekat ke arahnya. "Luke! Kamu nggak kerja?"


"Luke... Hm.. Aku baru menyadarinya. Bagus juga panggilan itu. Teruskan," sahutnya tanpa menanggapi Emma.


"Kamu... nggak.. kerja????" tanya Emma sekali lagi. Kali ini, hanya dibalas senyuman.


"Nggak, kerja membosankan. Aku mau main air aja sama kamu," tukasnya, lalu melepas kemejanya.


"Lu--luke!" Emma makin gugup karena kali ini Lukas meneruskan langkahnya sambil bertelanjang dada. Ia tak mengenakan apapun kecuali boxer cokelat yang menutupi area privatnya.


'Byur!'


Lukas menceburkan diri ke dalam kolam.


"Aaakhh," pekik Emma setelah terkena cipratannya.


"Dingiiin..... "


"Lepas bajumu, ayo ceburkan dirimu kemari," perintah Lukas.


Emma yang mendengarnya, langsung menutup kedua dadanya dengan tangan. "A--apa maksudmu?" tanyanya gelagapan. Lukas lantas menyembul dari dalam air kemudian duduk di samping istrinya yang tampak ranum seperti buah apel yang baru saja matang.


"Begini," ucap Lukas sambil membuka piyama jubah yang dikenakan istrinya, dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Lalu...


'Byur'


"Lu---Lukas!! Apa-apaan kau!" gerutu Emma terkejut karena tiba-tiba diceburkan Lukas ke dalam kolam. Ia juga tak mengenakan apapun kecuali hanya pakaian dalam.


"Sini! Baju tidur gamungkin dipake renang kan?"

__ADS_1


"Aah... Dingin... "


"Sebentar lagi juga mataharinya naik, ayolah, cepat kemari,"


Emma menuruti perintah Lukas dan bergeser ke arahnya, dengan dua kaki. Emma benar-benar tak bisa berenang. Lukas tertawa melihat tingkah istrinya yang begitu canggung. Ia lantas mengayunkan tangan dan kakinya dari ujung kolam, untuk mencapai ke titik dimana Emma berada.


Tak sampai hitungan menit, Lukas sudah berada di dekat Emma.


"Beneran gabisa berenang?" tanya Lukas sangsi. Padahal, bahu Emma terlihat bidang dan cukup kuat. Lukas mengira, Emma senang berolahraga di dalam air seperti dirinya.


"Iya, nggak bisa," jawabnya malu-malu. Emma merasa terlalu tua untuk belajar berenang.


"Hmmm... " Lukas berpura-pura berpikir, sambil merasakan kesegaran air yang menyentuh kulit mereka saat ini. Emma tampak lucu ketika bersikap seperti ini.


Gadis itu tampak sedang menyematkan rambutnya ke balik daun telinga dengan perlahan. Gerakan tangannya yang gemulai membuat detak jantung Lukas menjadi berdegup kencang. Ia merasakan sensasi intim yang tak biasa dalam sebuah genangan air yang seolah-olah memeluk mereka dengan lembut. Riak-riaknya memantulkan cahaya matahari yang membuatnya berkilauan dengan indah.


"Okay, pertama-tama, pegang ujung kolam, lalu telungkuplah dan naikkan kaki ke atas dan ke bawah seperti sedang menghentak air," ucap Lukas memberi pelajaran.


Lukas mengulum senyum melihat istrinya belajar berenang, persis seperti bocil yang tak pernah menyentuh kolam. Namun, melihat kegigihannya dalam berlatih, Lukas merasa bangga dan juga kagum secara bersamaan.


"Luke.. Lihat.. Aku bisa!" pekiknya kegirangan, setelah mencobanya beberapa kali. Lukas bertepuk tangan menyambut usaha istrinya yang pantang menyerah.


"Nah, ayo, sekarang ikuti aku,"


Lukas kemudian memegang tangan Emma sebagai tumpuan, dan kali ini, Emma harus bisa mengayunkan kedua kakinya sambil meluncur di atas air.


"Aduh.. Susah banget... " keluh Emma, namun, tetap mencoba dengan keras. Di dalam tekad kuatnya, ada sepasang mata yang mengamatinya dengan tatapan tak biasa.


Deg!

__ADS_1


Mata mereka saling bertemu dalam keheningan yang indah. Emma menjadi gugup, karena menerima pandangan yang seakan ingin melahapnya dalam diam. Lukas bahkan tampak tak berkedip barang sejenak, sambil mengamati seluruh tubuh Emma yang sedang mengambang di air.


"Akh!!"


Tiba-tiba, ayunan kaki Emma terhenti. Kaki Emma mulai kram. Lukas tampak cemas. Ia lantas menggendong Emma dan menempatkannya di tepi kolam.


"Kamu nggak papa?? Emma??" teriak Lukas dalam kepanikan.


"A.. Aduh... Faktor usia," celetuknya, yang membuat Lukas kembali tertawa.


"Iya, gak papa.. Besok kita coba lagi. Haha... "


Lukas kemudian memijit-mijit dengan lembut kaki Emma yang kram. Emma tampak menggeliat perlahan dengan sensasi yang asing untuknya.


"Su--sudah, aku nggak papa," ucapnya sambil menepis tangan Lukas yang mulai tampak merangkak naik hingga ke pinggulnya.


Lukas kemudian menghalangi pandangan Emma dengan wajahnya. Ia mendekati Emma dengan gerakan yang lembut, dan menempelkan hidungnya pada hidung Emma. Karena terbawa suasana, Emma pun menutup matanya dan membiarkan suaminya menikmati hak yang sudah seharusnya diberikan sejak awal pernikahan mereka. Bibir mereka saking bertaut dengan indah dan lembut. Emma dan Lukas menikmati momen ini dengan degupan jantung yang sedari tadi berdetak tak karuan.


Setiap sentuhan Lukas menciptakan gelombang asing yang disukai oleh Emma.


"Euuuhmm..."


Emma masih hanyut dalam panduan langkah Lukas yang semakin intim dan mendebarkan. Guratan senyum membentuk di wajah Lukas dan Emma. Mata mereka saling menatap dengan penuh kasih sayang, dan tautan cinta kembali menarik kedua bibir mereka untuk saling bersentuhan. Kebahagiaan menyeruak dari dalam diri mereka, menciptakan ikatan yang mendalam ketimbang sebelumnya.


Apakah pada akhirnya, Emma akan disentuh oleh suaminya?


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


...****************...



__ADS_2