Istriku Masih Perawan

Istriku Masih Perawan
Bab 41 Nasib Jaka dan Yuki


__ADS_3

BRUAAAK!!


"Aaaarrrrrgggghhhh!!!!!"


Sebuah balok kayu telah patah menjadi dua, menghasilkan suara gemuruh yang mengerikan. Fragmen kayu terbang ke segala arah, mengirimkan serpihan-serpihan kecil ke udara.


Jaka dan Yuki tampak terkapar tak berdaya, dengan beberapa jejak darah yang menodai lantai penjara. Tubuh mereka terasa lemah dan luka-luka yang mereka derita begitu nyata. Lukas berdiri di dekat mereka dengan tatapan penuh kekejaman, mengepalkan tangannya dengan kuat, seolah-olah menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan.


"Bangun!" perintah Lukas pada Yuki yang seeing salah paham.


"A--ampun, Bos... " teriak Yuki seolah baru saja dipukuli.


"Aku tidak memukuli perempuan! Jangan menghinaku!" hardiknya.


Yuki melihat sekeliling, hanya Jaka yang terkapar dengan kepala berdarah. Yuki tampak baik-baik saja. "Oh iya benar," gumamnya dengan tenang.


"Askara! Pindahkan dia ke sel isolasi dan sterilkan lukanya," titah Lukas yang tak mau mengakhiri hidup Jaka begitu saja. Masih banyak perhitungan yang harus dibuatnya.


Askara tampak menghampiri Jaka yang terkapar, dan menyeretnya ke utara, ke tempat sel isolasi berada. Saat ini, penjara bawah tanah sedang kosong karena para penjahat yang berurusan dengan Lukas sudah tamat riwayatnya.


"Bo--os.Saya akan membayar anda kembali. Tolong lepaskan saya," pinta Yuki memelas, sambil bersimpuh di hadapan Lukas. Beberapa saat kemudian, ia menarik kaki Lukas dan menciumi sepatunya yang tampak mengkilat terkena pantulan cahaya bohlam. Suara gemericik air yang ada di atas talang mendinginkan suasana hati Lukas. Meski gelap dan lembab, penjara bawah tanah menghadirkan kedamaian untuk pikiran kusutnya. Lukas tampak memandang kembali Yuki dengan tatapan yang berbeda.


"Apa kesalahanmu?" tanyanya memancing hati nurani milik Yuki.


"Ka--kabur?"


"Lalu?"

__ADS_1


"Ehm. Ber--judi. Berjudi itu dosa. Saya dapat azab instan, Bos. Maafkan saya. Tapi, uang hasil menang judi banyak sekali. Saya bisa membayar anda kembali," ucap Yuki dengan penuh harap.


"Hhhh... Aku tak peduli dosa atau tidak dosa, bukan urusanku! Kau tahu? Aku jadi terlibat masalah karena kau menghilang tiba-tiba!"


"Ma--maafkan saya, Bos. Sebagai seorang perawan, saya merasa belum siap menikah," celetuknya tiba-tiba.


"Alasan apa itu? Tidak masuk akal!"


"Bener, Bos! Sa--saya belum siap di-unboxing sama siapa-siapa. Bahkan saya sampai kabur dari rumah bordil, karena berubah pikiran,"


"Apa??? Kau bahkan mau jual diri? Nggak cukup uang yang kau bawa kabur itu?!"


"Habis bos, buat berjudi. Saya utang lagi, eh, jadi ketagihan, terus nggak bisa bayar, akhirnya dipaksa jadi pelacur,"


"Lalu?" tanya Lukas kemudian. Saat ini, ia seperti sedang berubah profesi sebagai konselor kenakalan remaja yang dengan senang hati mendengarkan keluh kesah Yuki.


"Apa-apaan itu! Siapa bilang aku butuh pelacur perawan? Lalu? Dimana kau dijual?"


"Di pulau perawan, Bos. Di sana ada rumah bordil rahasia yang ada di ujung pulau, tempatnya susah dijangkau, dan aksesnya sangat ketat!"


"Lalu, bagaimana kau bisa kabur?"


"Sa--saya berpura-pura bisa mengobati penyakit salah seorang kepala penjaga di sana secara rahasia. Saya harus meramban tanaman khusus. Pas saya diperbolehkan keluar, saya kabur dan, eum... main judi lagi, terus ketangkep deh. Huvvv... Apes. Hiks... Hikss..." sesal Yuki sambil berpura-pura menangis.


"Diam! Air mata buaya itu tidak bisa menipuku. Uangmu ku sita terlebih dahulu. Kau harus dipenjara biar sadar dan bertobat. Jangan sekali-kali lagi melanggar janji dan mencuri!" titah Lukas yang membuat Yuki menggeram dan menghentikan tangisan kebohongannya.


"Grrrrrr!!! Bos! Uang 100 juta itu kecil! Uangku ada 2 Milyar! Aku ganti sekarang! Lepaskan aku!" pekik Yuki sambil menyerang dan mencakar Lukas, namun, berhasil ditepis oleh Roy dengan sigap.

__ADS_1


"Kalau mau ganti, ganti 1 Milyar! Baca kontraknya! Denda 5x lipat dari harga yang disepakati. Dosamu juga bertambah, menyerangku. Nikmati satu bulan penuh arti di penjara ini!" tukas Lukas dengan tatapan dingin. Ia kemudian berjalan menjauh dari sel utama, dan kembali menuju ke kantor K-Group yang tak jauh dari sana.


"Aaaaaarrghhhh!!!!!"


Terdengar teriakan frustasi Yuki yang tidak terima karena telah diperlakukan semena-mena. Lukas tak peduli, ia menggegas langkah agar segera pergi dari penjara bawah tanah.


......................


...[Hains Tower]...


Tok Tok


"Masuk,"


"Nona presdir, ini dokumen yang Anda minta. Dan ini, biodata istri presdir K-Group. Hanya sedikit informasi yang saya punya, semoga bisa membantu. Pernikahan mereka dirahasiakan," ucap sekretaris Lucy sambil menyerahkan beberapa berkas dokumen. Dokumen-dokumen itu merupakan laporan tentang bisnis resort yang ada di pulau perawan, dan bisnis rumah bordil rahasia yang disamarkan sebagai anak perusahaan, juga biodata Emma yang merupakan saingan cintanya.


"Hm.. Baiklah, kau boleh pergi," Lucy tampak menghentikan aktivitasnya dan membaca secara cepat dokumen-dokumen yang diberikan oleh Kian-- sekretarisnya.


"Hm, cantik juga rupanya. Sayang, wajahnya tampak bodoh," gumam Lucy sambil memiring-miringkan foto Emma. "Okay, mari kita bertemu, gadis bodoh," lanjutnya dengan senyuman sinis yang mencurigakan.


...****************...


...Bersambung...


...****************...


__ADS_1


__ADS_2